Wednesday, 8 June 2016

BELAJAR TENTANG CINTA 2



Aku punya seorang murid keturunan Cina. Anaknya kecil, putih (ya iyalah), sipit (^^), dan satu yang selalu mengusik rasa gemasku adalah ke'belum-bisaan'nya bilang "r". alias cedal. Dia masih kelas satu esde. Jadi ya,wajar aja.
Suatu hari,ketika seperti biasanya dia berangkat les, tiba2 dia menghentikan gerakku yang hendak meraih buku catatannya.
"sebental mba lahma..." katanya. Sedikit heran,kuikuti aja perintahnya..
Tiba2 dia mengeluarkan hape dari tasnya, sebelum kemudian berkata : "Mba lahma aku boleh es em es papahku dulu gak?"
"Iya deh"kataku setengah penasaran dengan apa yang akan ditulisnya.
Jarinya yang mungil mulai tampak memainkan tuts hape di tangannya.
Sedikit mengintip kulihat apa yang coba ditulisnya, yang ternyata isinya : "Papah,udah sampai mana? hati hati dijalan ya pah"
Ups, agak merinding juga. Ntah mengapa, rasanya kata2 itu,tak pernah kunyana akan keluar dari dari anak sekecil dia (karena yang dibenakku, kemungkinannya adalah dia akan meminta sesuatu seperti mainan untuk dibawakan ayahnya).
Mmmmh,ternyata aku salah. Tidak untuk muridku yg satu ini (setidaknya).

Tak berapa lama,dering smsnya berbunyi.. Dia menatapku (dan seperti biasanya..tersenyum manja lebih dulu dengan mata sipitnya) sebelum bilang : "he.pasti dali papahku.boleh dibuka lagi ndak mba lahma?". Aku hanya tersenyum mengangguk.
Dia membacanya dengan terbata (karena emang belum fasih betul membaca).
"pa..pah ba...ru di wa....rung makan bu kan...dli ni...ch..sa...yang mau dibung...kus...in apa..?co...ba a..dik ta...nya ma..mah dan ka..kak ma...u di.....bawa..in pa..pah apa ya sa.....yang ya..."tak lama dia mengangguk- angguk ke arahku sembari berkata "cudah mbak lama.ayo belajal.papahku udah deket og.udah mau nyampe lumah"

*ah,malunya....belajar mencintai tidak selalu harus dengan orang yg kita sayangi saja,ternyata. Anak sekecl itupun telah menyadarkanku,bagaimana dia mencintai ayahnya. Semoga,aku masih punya kesempatan berharga itu...tidak hanya untuk mengajarkan,tapi juga merasakan bagaimana anak2ku mencintai kami, ayah dan ibunya. amin.Semoga, semoga dan semoga*

August 2010



SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari

No comments:

Post a Comment

Mohon berkomentar dengan baik ya. Terimakasih.

rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email