Friday, 27 January 2017

10th Days Challenge : GARA-GARA CINTA BUTA



Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang biar malam terbayang wajahnya
Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam biar putih manislah nampaknya

Penggalan lagu yang berjudul "Jatuh cinta" dari penyanyi legendaris kita, tante "Titiek Puspa" mungkin tepat sekali untuk menggambarkan kisah yang akan aku tulis hari ini.

Ya! Tentang jatuh cinta yang "membuta". 


Aku tidak tahu bagaimana aku bisa sungguh-sungguh terperangkap dan jatuh cinta kepadanya. Hingga akhirnya mampu membuatku tumbang untuk berhari-hari lamanya. 

Aku tak pernah mengerti resiko "jatuh cinta" kepadanya sebelum ini. Cinta yang salah dan tak seharusnya aku puja. Buat apa? Jika akhirnya akan membuatku terus merintih perih. Dan mengaduh dengan kekuatan penuh. Hingga menyisakan ratusan peluh yang terjatuh.

Sejak jatuh cinta padanya. Aku tak lagi menghiraukan apa yang terjadi pada tubuhku. Yang aku tahu, aku harus selalu menemukannya disetiap menu. Setiap kali membuka mata ataupun saat ditempat favorit yang ingin selalu kuhabiskan bersamanya. Bukan dengan siapa-siapa. Cukup aku dan "dia". Hingga akhirnya pria berbaju putih itu berkata : " Jadi, siap operasi kapan?".

Ahhhkkk. Gara-gara itu aku harus bolak-balik ke dua Rumah Sakit. Mencari sebab dari semua kesakitan yang kurasakan. Catatan yang kubaca dari hasil rontgen tertulis appendixes. Dan benar saja pria ganteng dengan kulit putih serta jas dokternya itu langsung menyatakan bahwa aku kena  usus buntu. Dan harus sesegera mungkin untuk dioperasi. 

Penyakit yang harus kuterima karena aku telah salah jatuh cinta. Jatuh cinta pada si cabai yang sekarang harganya semakin melejit. Dan membuat semua pecinta pedas sepertiku ini mengernyit. Tak jarang pula menampakkan wajah sengit. Gara-gara harganya yang melangit. "Jaharraaaa kau wahai cabaiiii!" *lalu kekepin duit*.

Sejak vonis dokter itu, akupun mulai menjauh darinya. Mengurangi kecintaan yang menyakitkan ini. Demi usus yang sudah pernah tersakiti. Juga jahitan dan luka diperut  bagian kanan.

Menyesal adalah hal yang berikutnya datang. Tapi untuk itulah aku berjanji. Bahwa aku tak mau menyentuhnya lagi. Entah mengurangi atau bahkan untuk tidak mengkonsumsinya kembali.

Photo credit : segiempat.com
#10DaysKF #KampusFiksi







3 comments:

  1. Sy sudah lama nggak nge-fiksi :)

    ReplyDelete
  2. kalau begitu, ayooo ngefiksi lagi mbak wuri :)

    ReplyDelete
  3. ha ha cinta buta ama cabai to mbak.....

    ReplyDelete

Mohon berkomentar dengan baik ya. Terimakasih.

rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email