Thursday, 26 January 2017

Kampung Halaman, Permainan di Masa Kecil dan Telenovela



Ketika diberi tantangan untuk menuliskan tentang kampung halaman dari admin #1Minggu1Cerita, sepertinya harus memutar otak. Ya! Betapa tidak? Puluhan tahun tinggal dikota ini, aku belum menemukan alasan yang akan membuatku kembali, jika suatu hari nanti aku harus pergi. Namun yang aku tahu pasti, hal yang  akan selalu  menetap dihati adalah keluarga yang hangat dan saling menyayangi. Serta tetangga yang akrab, dekat, baik dan kompak sekali.

Kampung halamanku ini terletak di sebuah kota kecil yang berada ditengah antara kota Semarang dan Solo. Namanya Purwodadi. Tidak ada hal yang khusus dan istimewa sebenarnya. Terlebih lagi aku tinggal di tengah-tengah kota. Jadi sudah tidak pernah lagi kutemui 'ciri" khusus dari kota ini selain bangunan tower air bernama Simpang Lima yang lokasinya cuman beberapa meter dari rumahku. Aku tidak pernah melihat tari "ledek" yang kata orang dahulu melegenda itu. Tempat tinggalku pun jauh dari wisata  "Kedung Ombo", "Bledhug Kuwu", ataupun "Api Mrapen Abadi" yang menjadi wisata andalan di kota ini. Makanan khasnya yang bernama "Swikee Kodok" belum pernah sesuap pun kurasakan mampir di perutku.
Apakah aku tidak cinta kota ini? Oh, tentu tidak. Aku sangat mencintai kota tempat kelahiranku dan suamiku disini.

Bercerita tentang keseruan Kampung Halaman, hal pertama yang kuingat adalah keseruan dimasa kecilku. Masa dimana "belom ada gadget" diantara kita. Hhhhh. Banyak sekali permainan asyik yang dimainkan diluar rumah bersama teman-teman sebaya.
Karena aku tinggal di sebuah perumahan pegawai negeri, maka jaman dulu masih banyak petak-petak kaplingan dan bangunan belum jadi yang bisa jadi arena petak umpet terasyik versi kami. Selain petak umpet, kami juga bermain tembak-tembakan dengan pistol mainan dan beraksi bak polisi mengejar buronan. Belom lagi kalau musim hujan tiba. Karena belakang rumah masih ada sawah, kami bisa main tembak-tembakan memakai tanah lempung untuk dilempar. Jika tanah itu nyasar dan  jatuh dikubangan air bisa jadi lebih seru lagi. Karena akan meninggalkan noda di muka dan baju kami. Siapa saja yang muka dan bajunya paling penuh corengannya akan menuai ejekan dan derai tawa bahagia kami semua. Hahaha. Seru sekali bukan?

Ada lagi sebuah keseruan yang tidak akan pernah kulupakan. Yaitu telenovela. Aku kecil, tumbuh bersama film telenovela, bukan India seperti anakku yang sekarang. Belum banyak stasiun televisi swasta yang kami miliki. Sebelum ada antena UHF, kami sering numpang lewat antena parabola tetangga yang bocor. Hahaha. Dan adalah salah satu acara TV kegemaran kami. Sebuah serial dari negeri latin sana. Kalau di Indonesia semacam sinetron. Kebanyakan cerita yang diusung pada umumnya sih soal kasta. Antara si miskin dan si kaya. Dibumbui dengan kisah percintaan yang ditentang dan balas dendam, semakin menghasilkan cerita yang asyik untuk diikuti (menurut kami saat itu). Lalu apa hubungannya dengan kampung halamanku? Nah, salah satu permainan menarik yang kami mainkan selama dikampung halaman adalah bermain peran jadi Sergio-Marimar, salah pemain favorit kami di telenovela yang berjudul "Marimar". Hahaha. 

Cara memainkannya pun cukup unik. Jadi kami bermain secara berpasang-pasangan. Setelah sebelumnya kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari satu anak laki-laki dan anak perempuan. Para "aktor pria" gadungan tersebut membuat kalung/cincin dari rumput kering untuk dipersembahkan kepada kami, pasangan wanitanya. Tak lupa kami juga mnyematkan bunga diatas telinga dan berlagak menjadi seorang aktris ala-ala.

Sebagai anak yang paling kecil, aku dipasangkan dengan Doni, tetanggaku yang juga paling kecil. Usianya selisih beberapa bulan dariku. Darinya aku mendapatakan sebuah cincin dari rumput kering. Yang sampai beberapa bulan masih kusimpan sebagai kenang-kenangan. Ya, kenang-kenangan, karena dia sempat pindah beberapa minggu kemudian ke sebuah daerah di Mempawah, Kalimantan Barat. Mengikuti Ayahnya yang seorang kepala Bank nasional dan dipindah tugaskan di sana.
Meski sudah nun jauh disana, kami masih senantiasa berkabar hingga lulus SD. Setiap kali sebelum menulis surat, teman-teman memintaku untuk menyampaikan salam. Dan itu adalah cara kami tetap akrab dan menjaga persahabatan.

Dan ketika kini telenovela diputar kembali. Tetiba mengingatkanku keseruan yang aku rindukan dikampung halamanku semasa kecil dulu. Di sebuah gang kecil ditengah kota Purwodadi. Di sebuah perumahan yang sudah semakin padat sekali penduduknya ini. Yang bangunannya sudah tak sama lagi karena direnovasi. Dan bahkan mulai banyak rumah yang tidak lagi dihuni oleh pemilik asli. Rasanya masih seperti ingin mendengar gelak tawa membahana khas masa kecil kami. Keceriaan disore hari. Dan kebahagiaan yang sepertinya tidak rela untuk pergi.


#Week1 #1Minggu1Cerita





8 comments:

  1. Sebetulnya miris kalau jaman sekarang anak lebih seneng main gadget gak suka main lagi dengan teman sepeda, palingan beberapa masih ada yang sepedaan bareng di kompleks, di global tv telenovela menjamur ada maria mersedes, lalu marimar dan kini maria cinta yang hilang dengan ana cinta sejatiku, setelah mnctv menjamur dengan drama asia filifina, yang paling bagu s pangako sayo abis itu kebanyakan heuheu, dan antv dengan indianya hanya suka dulu mahabrata aja, yang sekarang kok banyak banget, nah kalau korea mah tetap selalu update, nah permainan boneka kertas, kelereng, lompat tali dari karet ama sondlah yang pake potongan genting terus petak kotak pake kayu diguratin tanah heuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi. Kalo ngomongin masa kecil dimasa kita kok radanyaa lebih bahagia drpd anak jaman skrg eg ya mba vit. Btw kalo pangakosayo sukae papahe dhaff. Aku sukae mohabbatein. =D skg mah lg pada saingan acara tv dari luar ya. Pilipin, korea, malaysia, and india. Hmm

      Delete
  2. Sekarang ada juga lho Mbak Swike Mentok. Enak. Kalau penjualnya pinter masaknga, rasa amis iwak mentoknya nggak kerasa. Ayo, cobain juga!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi. Iya mba. Uda menjamur juga ya swike ayam mah sebenere drdl. Cuman gatau ig, krn dr kecil ajaran dirumah ga boleh maem swike. Jadi mau itu dagingnya bukan kodok lagi kok rasanya ttp gak suka ya. Hihihi...

      Delete
  3. Wahhh, baru tahu ada permainan 'Segio-Marimar' ya, kreatif banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih pada korban telenovela itu mba. Hahahaa... cita2 jd artis pd ga kelakon, jd bikin acara jd artis ala2 deh. =D

      Delete
  4. Eh aku mau ikutan yg ini aahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. nahb tu uda punya blog. yang ini uda selesai pendaftarannya. Nanti mei ada lagi katanya buuu.. cek i.g #1minggu1cerita ny coba. info ada disana...

      Delete

Mohon berkomentar dengan baik ya. Terimakasih.

rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email