Thursday, 12 January 2017

Keunikan suami dan istri menghadapi anak yang sakit



Sudah empat hari ini Dhafin (Dhaff) anak kami, sakit. Demam yang selalu mencapai kisaran 39 koma selalu membuat kami panik. Mungkin karena riwayat kesehatannya yg memiliki thypus, maka hak itulah yang membuat suhu tubuhnya ketika demam selalu tinggi. Hmmm.
Berawal dari kepergian kakak dhafin yang tiada karena panas juga. Membuat kami (terutama dan selalunya aku) selalu panik berlebihan ketika dhafin demam. (Naluri ibu kali ya?)
Nah, biar ga stress sembari jagain naknang dikasur, sekalian mau ngamatin keunikan perbedaan cara menghadapi anak yang sakit versiku dan suami, ah. (Penting ga penting yang penting nulis yak. Hihihi)

1. Pasca ngukur suhu tubuh pakai  termometer.
Aku : Langsung ambil kompres, kalo sudah set up, ribut cari obat ke apotik.
Suami : ngadepin kipas angin ke tembok, trus browsing gejala2 yang  sama dengan yang dialamin dhafin di internet (^^)
2. Tata cara memberi obat
Aku : minta bantuin suami buat megangin secara badan dhafin yg besar dan kuat mampu meronta dengan cepat dan ta ayal sering membuatku dan eyang dhafin kewalahan
Suami : dhafin dipegang sendiri, di cangap (dibuka mulut) nya, sekaligus dirayu2 di janjiin beliin mainan. Dan (hei, it works!). Seringkali kulihat dhafin membuka mulutnya dengan tulus ikhlas dan rela. *horee*
3. Sistem jaga
Aku : bisa setiap malam cuman tidur2 ayam. Harus wajib bangun per 4/5 jam buat minumin obat (yg seringnya tidak berhasil itu) dan ngukur suhu per jam nya (takut kalau sampai 40. Dulu, kakak dhafin meninggal ketika suhunya 39,8. Hiks)
Suami : sesekali bangun, pegang kening dhafin, tidur lagi. (Yeah, it's ok laa. Sudah capek dgan pekerjaan kantor ya).
4. Waktu masa demam
Aku : gak sabar buat buru2 pagi untuk periksa ke dokter, mbingungin, ngrecokin misua supaya segera dianter ke dokter. Ujung2nya bingung mau dibawa kedokter siapa. Trus bikin status. Hahahah.
Suami : lebih tenang, siap2, nyiapin mobil, trus nanya : "mau periksa kemana?" *sipp*
5. Waktu anak gak mau makan
Aku : dikit2 nanya mau makan apa trus siapin makanan kesukaan si kecil dari A-Z.
Suami : nyiapin vitamin, ambil piring berisi makanan, nyuapin si kecil sambil membujuk agar mau makan barang sesuap. *iyesss*

(Hhhh, alhamdulillah. Sakit kali ini didampingin suami. Jadi ada partner buat menghadapi  semua. Temasuk bisa nerbitin tulisan yang penting gak penting yang penting nulis ini. ^^') Tak lupa mohon doanya y, agar dhafin lekas sembuh. Yang mendoakan semoga snantiasa diberi kesehatan dan keberkahanNYA. Aamiin. Terimakasih.





No comments:

Post a Comment

Mohon berkomentar dengan baik ya. Terimakasih.

rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email