Sunday, 3 December 2017

DELAPAN "PETUAH" UNTUK MEREKA YANG SERIUS INGIN MENIKAH


Kamu sudah punya pasangan dan ingin serius menikah? Atau masih galau cari kriteria tentang pasangan hidup yang ideal? 

Dalam rangka menyambut hari ulang tahun pernikahanku yang ke 9 tanggal 20 Desember besok, maka bolehlah sekiranya kalau tema artikelku saat ini berbau2 "pernikahan" gitu donk yaa? *betewe setengah modus juga nih aslinya bikin "pengumuman" gini . Mana tau ada yg khilaf kirim kado, getoh?* πŸ˜‹πŸ˜‹

Baiklah. Khususon di artikel ini, aku buka sedikit rahasia tentang beberapa petuah yang aku dapatkan sebelum memutuskan siapa calon pendamping hidupku sembilan tahun yang lalu itu buat kalian ya. #eaaaaak πŸ˜™πŸ˜˜πŸ˜—

Dan berikut adalah delapan petuah bagi kalian yg ingin serius menikah *drum roll😎😎* :

1. Utamakan pilihan kepada org yg paling baik agamanya.
Picture by : thepicta.com
Orang yg baik agamanya insyaallah tahu cara menjadi pasangan hidup yg baik. 
Kalau kamu pernah membaca di suatu artikel ataupun di akun2 medsos yang menyatakan bahwa "org yang baik agamanya  jika dia mencintai dia akan memuliakan. Jika tidak mencintai dia tidak akan bertindak kasar dan menyakitkan" Itu bukan hoax.
Picture by : thepicta.com

Seseorang yang agamanya baik, insyaallah sifat dan perilakunya akan mencerminkan kebaikan. Sebagai cerminan dari dasar keimanan dan ketakwaanNYA kepada sang maha kuasa.

2. Sekufu 
Sekufu maksudnya selevel dalam banyak hal. Baik secara fisik maupun materi. Kenapa? Ibarat pepatah itu " Lain ladang lain belalang." Setiap keluarga punya aturan main sendiri. Dan setiap sifat dan pola pikir anak tergantung pada apa&siapa yang membiasakannya setiap hari. Nah jika ada keluarga dengan background yg sama. Insyaallah cerita2 ala india dgn latar cinta yg tidak direstui krna perbedaan tahta mungkin lebih bisa dihindari. *lalu dikeplak shah rhuh khan*

Buat kamu yang tampan bolehlah cari juga yang cantik. Tapi kalau kamu cuman ngerasa tampan. Carilah juga perempuan yang cuman bisa merasa kalau dirinya cantik. Jadi perasaan kalian sama. Tidak berbeda pandangan apalagi kalau sampai berselisih paham. Hahaha. *ups, malah ngelantur  kemana-mana*. Kidding ya!

3. B.B.B (bobot, bibit, bebet)
Bobot, bibit, bebet ini hampir sama pengertiannya dengan sekufu.
Ini merupakan pepatah dari orang jawa yang intinya ketika kita mencari pasangan mempertimbangkan pula asal usul dan latar belakang keluarga.

Seorang anak dari keluarga baik2 (merupakan bibit baik) akan menghasilkan generasi yg baik pula.

Meski ini tak berarti bahwa setiap anak yg lahir dari keluarga tidak baik2 merupakan bibit yg tidak baik itu benar.
Tapi ini adalah salah satu pesan yang masih sering di wejangkan.
Yah kalau alasan tidak bisa diterima, anggap saja sekalian untuk mengenal keluarga calon pasangan lebih dekat. Biar makin lengket dan akrabπŸ˜‰

Untuk mengetahui bibit bebet dan bobot calon pasangan kita bisa mengumpulkan sebanyak2nya info dari orang terdekat. Maupun orang terjauh tapi mengenal pribadi sang calon maupun keluarganya.

4.Pilihlah pasangan yg baik tidak hanya kpd kita sebagai pasangannya, tetapi juga keluarga. Terutama kpd kedua orangtua kita.
Pada gambar diatas disebutkan bahwa kedua bapak ibu kita. Ini berarti termasuk ibu bapak mertua. (Picture by : AkuIslam.com)

Ingat menikah tidak hanya soal dua anak manusia yg saling mencinta saja. Bagaimana dengan org2 dibelakangnya? Ayah, ibu dan sodara2 yg selama ini telah lebih banyak menghabiskan waktunya bersma kita? Inilah salah satu ciri pasangan yg tidak baik untuk dipilih jika tidak ikut bisa membuatmu memuliakan dan menghormati orgtuamu.

5. Pilih seseorang yg membuatmu nyaman, bukan sekedar tampan.
Picture by : tribunnews.com

Kita menikah untuk jangka panjang. Bukan untuk sekedar bersenang-senang. Mencari pasangan yg bisa membuat kita nyaman akan memudahkan kita untuk berjalan beriringan di kemudian hari.
Dulu sekali ketika saya kuliah salah seorang dosen bahkan berpesan khusus kepada kami, mahasiswi-mahasiswinya untuk mencari lelaki yg mapan daripada yg tampan. Bayangkan kalau anak sakit, dia tidak akan sembuh hanya dengan melihat ketampanan bapaknya. Tapi butuh uang untuk ke dokter dan beli obatnya. Hihihi. Bener banget gak sih?!

6. Pilih orang tertepat daripada yang tercepat.
Pernikahan bukanlah suatu perlombaan. Kita tidak butuh dinilai sebagai org yg paling cepat menemukan pasangan. 
Tidak perlu terburu-buru untuk mencari pasangan yang serius untuk menikah. Serahkan sama sang pemilik hati, jiwa dan raga yg sesungguhnya. Yaitu Allah SWT.

Untuk itulah berikhtiar dengan sholat istikharoh perlu sekali untuk di lakukan.
Serahkan sepenuhnya kepada Allah ta'ala. Percaya dengan qodho dan qodarNYA. Percaya dengan takdirNYA. 
Selama kita baik. Jodoh kita pasti baik pula.

Dua rakaat penuh kepasrahan yg mendalam kepadaNYA. Agar memilihkan jodoh yg kita butuhkan. Bukan semata2 yg kita inginkan. Karna terkadang apa yg menurut kita baik, belum tentu baik pula menurutNYA. Dan sebaliknya.

7. Milang miling guwing
Ini kembali kepada pepatah jawa. Milang miling = pilah pilih. Guwing = sumbing.

Jadi kurang lebih artinya : "jangan kebanyakan memilih. Semakin banyak memilih justru yg buruk yg akan kita dapatkan".

Ini menghindari kita yang kebanyakan kriteria untuk menetapkan pasangan. Alih2 dapat calon yang ideal, yang ada malah calonnya pada lari karena kebanyakan syarat atau kelamaan menunggu jawaban dari kita. 

8. Lihat caranya memperlakukan adiknya.
Pesan ini adalah pesan yang aku terima dari dosen S1 ku. Beliau bahkan menyatakan bersedia menunggu jawabanku sampai benar dan batasannya adalah sebelum aku wisuda.
Setelah sampai titik penghabisanpun aku tidak bisa juga menjawabnya. Pada akhirnya beliau menuturkan bahwa kita bisa tahu kalau pasangan kita itu baik atau tidak untuk kita, di lihat dari bagaimana caranya memperlakukan adiknya.

Dulu sempat tidak percaya karena aku tidak menemukan alasan yg tepat untuk mendasarinya. Tapi kemudian pada akhirnya aku tahu bahwa pada dasarnya ada beberapa wanita (tidak semua nih ya) yang lebih bersifat kekanakan daripada keibuan.
Terutama yang merupakan anak bungsu dari banyak bersaudara (itu aku!πŸ˜‹)

Tapi itu juga kembali ke pribadi masing2. Selama bisa memenej inner child nya, mungkin it wudnt be a very big deal. Bukan masalah yg besar sih. Selama masih sama-sama bisa menyesuaikan diri aja insyaallah bisa ditolerir *Keliatan curcol gak sih?πŸ˜…πŸ˜…

Nah itulah beberapa pesan atau wejangan atau petuah yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan memilih pasangan ala aku ya? 
Semoga berguna dan bisa diambil pelajarannya bagi kalian yg sedang galau cari pasangan hidup yang ideal untuk menua bersama.

Salam.

26 comments:

  1. uwaaaaa... begitu yaa
    memang yang dicari sih yang baik agamanya
    sejujurnya, aku belum menemukannya
    ya wajar sih, akunya juga sedang berproses

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Selama berproses menuju yg baik, hasilnya juga pasti baik insyaallah ya kak ros. Semangat terus memperbaiki diri agar dpt jodoh terbaik yg paling pas dihati..aamiin

      Delete
  2. Replies
    1. Ahahak... penganten baru uda ga butuh nasehat ini. Jodoh yg sdh Allah pilihkan sudah pastinya yg terbaik yg berhak kita dapatkan. So jangan baper ya nyiiiii πŸ˜‹

      Delete
  3. hohoho... tips yang cukup membantu untuk sedang memilih jodoh ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi.. iya mba ida...sekedar sharing aja. Siapa tau berguna :)

      Delete
  4. Kalau ibuku satu lagi syaratnya, organisasi keagamaan pun kalau bisa sama hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini lebih spesifik ya malahan mba irfa...wkwkwkwk

      Delete
  5. Replies
    1. Makasih mba dian. Semoga bermanfaat ya

      Delete
  6. Temen2 yg belum pada nikah perlu diundang ke sini supaya dapat bekal sebelum menetapkan pilihan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkw... iyaa nih.. coba kalo di blog bs ngetag org yaaa.. mungkin bakalan colek2 mara, tina, erina and the gank y mbak. Hahahah

      Delete
  7. Nice sharing diteruskan buat para jomblowers

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. Wkwkwkwk... biar kek bakso pake mi.. komplit ya mba wuri

      Delete
  9. Bener banget!

    Aku dulu pernah baca dimana gitu katanya laki-laki yang baik itu yang sayang sama ibunya.
    Nah, pas suamiku (eh dulu mah masih teman) ngajuin proposal ta'aruf lwt temannya aku bingung mau nerima apa ga. Apalagi memang ga begitu kenal meskipun teman kuliah.
    Eh, ada teman yang cerita kalau dia lagi ngerawat ibunya yang sakit blablabla.. Trus aku ngiyain deh ����

    Barakallah Mba Rahma atas wedding anniv-nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihiii... iya mbak. Kalau bagi pria ibunya adalah segalanya, insyaallaah dia jg bakal baik sama perempuanya ya. 😊 aamiiin. Makasih buat doanya. Doa yg sama jg buat mba arina sekeluarga

      Delete
  10. iya mbak bener banget...yg seiman dan sekufu...penting banget nih buat anak2 kita nanti.....btw aku baru tahu istilah yg ke7 itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi.. iya mba. Yang nomor tujuh itu dari sesepuh malah. Ga boleh pilah pilih. Pd dasaranya semua org punya kelebihan dan kekurangan masing2. Terlalu pilih2 mlh nntijatuhnya dpt yg lebih jelek dr yg sebelumnya. Wkwkwkwk

      Delete
  11. Noted... buat yang masih single macam diriku, maunya yang sesuai dengan kriteria baik agamanya, sekufu, baik akhlaknya serta bisa buat nyaman. Hingga akhirnya orang tua dan teman-teman bilang jgn terlalu pemilih T_T Bkn karena terlalu pemilih tetapi memang karena yang menghampiri itu blm pas di hati,, jadi mau bemana lagi hiksss... tp makasih banyak sharing nya mbak..mungkin saya mmg msh perlu banyak memperbaiki diri lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehee.. iyaaah. Memperbaiki diri juga salah satu ikhtiar wajib biar dapat jodoh yg baik kok. Jodoh kan cerminan dari diri kita juga. Semangat yaa. Semoga segera dpt jodoh terbaik dari NYA. aamiinn

      Delete
  12. ini penting banget buat akuh...
    cz lagi bimbang-bimbangnyahhh

    nice post sis..
    salam kenal yaa...

    ardeviwiharjo.wordpress.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. jgn ragu jgn bimbang. Serahin semua pada sang pemilik kehidupan sist. Hehe. Terimaksih sdah mampir. Selken balik ya

      Delete
  13. Milang miling guwing, wah baru denger pepatah ini! Ngomongin pernikahan itu mmg complicated, krn yg sederhana adl rumah makan. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pepatah lama itu padal lo mba. Hahaha. Iyaaa benuull.. tinggal pilih yaa.. mau rumah makan atau rumah tangga. Wkwkwkw

      Delete

Mohon berkomentar dengan baik ya. Terimakasih.

rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email