Sunday, 17 March 2019

Cara mengurus STNK yang hilang

08:22 0 Comments

Beberapa waktu yang lalu atau tanggal 25 februari 2019 aku kehilangan kunci kontak motor. Masalahnya bukan hanya kunci kontak yang hilang. Tapi juga stnk di dalam dompet aksesori yang menjadi gantungan kunci. Hhh...

Urusan  kunci motor ndilalahnya masih ada kunci serepnya sih. Tapi kalau stnk? Hhmmmm tentu saja harus mengurus surat kehilangan dulu sebagai proses awal mengurus STNK yg baru kan ya.

Baiklah. Mau gak mau, suka gak suka akhirnya ke Polres Grobogan deh untuk mengurus surat kehilangan.

Dan berikut adalah cara mengurus STNK yang hilang :

1. Ke polres grobogan di Jalan gajah mada (depan SMP N 3 purwodadi)
Setelah sampai di polres. Masuk ke ruang STKP

Ini adalah bagian pelayanan terpadu. Lokasinya sekitar 200 meter dari pos pertama ketika kita masuk ke polres. 
Tempat ini adalah dimana kita akan mengurus surat keterangan kehilangan.
Adapun administrasi yg harus dibawa : KTP asli pelapor, FC BPKB dan FC KTP pemilik motor (yg namanya tertera dalam STNK).
Nanti dari sktp, kita akan mendapatkan selembar kertas keterangan kehilangan yang dipergunakan untuk mengurus surat bukti bahwa motor kita tidak sedang terlibat kecelakaan di bagian sabara.


Selanjutnya, 


2. Ke bagian sabara minta surat keterangan bhwa motor tdk melanggar/terlibat kecelakaan.


Tempatnya di polres gedung bagian tengah. Belakang ruangan pembuatan SIM.


Yang perlu dibawa adalah surat keterangan kehilangan dari sktp yg uda di fotocopy, fc bpkb dan fc ktp pemilik motor dan pelapor.



Lalu,


3. Ke reserse


Disini kita perlu membawa fc surat laporan kehilangan, fc bpkb, fc ktp pemilik motor dan pelapor.

Hasilnya adalah berupa selembar kertas bahwa motor kita bukan motor curian.

Selembar kertas itu juga sekalian buat acuan sebelum urusan di tahap berikutnya. Yaitu : bikin iklan!

4. Ke toko Laris
Toko ini terletak di depan alun2 purwodadi (pojokan) Arah ke blora/grobogan.

Ketika mengurus surat kehilangan stnk di polres, kita tidak perlu merogoh kocek sepeserpun. Tapi untuk membuat iklan baris, biayanya adalah lima puluh lima ribu rupiah. Untuk pengiklanan di radio dan koran. 
Bukti yang kita bawa adalah surat keterangan kehilangan, FC bpkb, FC KTP pemilik motor dan KTP asli kita (untuk dicocokkan) dengan nama yg tertera pada surat kehilangan.
Dari Laris, kita mendapatkan bukti berupa kwitansi pembuatan iklan di koran dan di radio Cafe FM.
Untuk kwitansi ini tidak bisa kita ambil langsung. Tetapi menunggu satu hari dulu

Nah, setelah urusan iklan beres. Paginya kita langsung bisa mengurus pembuatan STNK yang biayanya sekitar seratus lima belas ribu rupiah.

Hmmm, ribet gak sih? Makanya one lesson to learn. Don' t be careles *toyor diri sendiri*.
Emang cuman dua hari jadi sih. Tapi gak mau mau lagi deh ya.

Semoga pengalaman ini bermanfaat ya.

Salam.

Sunday, 17 February 2019

Gandjel Rel : Komunitas dan Wanita Millenial

18:52 0 Comments

Komunitas dan wanita millenial
Sudah bukan barang baru kalau sekarang bukan hanya pria tapi wanita juga punya komunitasnya sendiri.
Wanita jaman now alias wanita di era millenial ini sekarang tak hanya dituntut untuk bisa 3M (Macak, Manak, Masak) tapi juga harus bisa mengikuti perkembangan jaman di era digital ini.

Lihat saja lapangan pekerjaan sekarang ini. Tak lagi yang harus berseragam. Pagi berangkat, malam baru pulang. Tapi banyak sekali pekerjaan yang bisa dengan cara cukup dikerjakan dirumah. Meski berdaster, sudah banyak sekali wanita yang bisa menghasilkan uang jauh lebih banyak dari para wanita karier diluaran sana. *Luar sana lo yaaa. Bukan disini* (Toyor pala sendiri)

Cukup bermodalkan smartphone.  Tahu penggunaan internet. Syukur2 bisa konek dengan pengoperasian laptop. Jago nulis. Jago foto. Punya blog? Hhhmmm, insyaallah aman!
Lalu, apa hubungannya dengan komunitas?
Dengan komunitas, kita akan mendapatkan jaringan yang kelak akan membantu kita menambah pundi2 keuangan.

Dan berbicara soal komunitas, diantara komunitas yang sudah saya ikuti. Ada satu komunitas yang jadi favorit saya.
Yaitu komunitas blogger perempuan bernama Gandjel Rel atau disingkat GR.

Komunitas dengan slogannya "Ngeblog ben ra ngganjel" ini cocok banget dengan saya yang suka curhat. Hahaha.. Gakpapa lah ya? Saya percaya berawal dari curhat, tulisanpun bisa mengalir indah *halah!🀣😁*

GR ini digawangi oleh 5 foundernya yang pasti sudah tenar dikancah perbloggingan. Yaitu : Mbak Uniek, Mbak dedew, Mbak Rahmi, Mbak Wuri dan Mbak Lestari. Dan anggotanya (yang biasa disebut tidak hanya berasal dari Semarang saja. Contohnya saya yang berasal dari Purwodadi. Alhamdulillah masih diijinkan untuk bergabung di sini (makasih mbak2 founder!)

Kenapa Gandjel Rel?

Kalau ditanya : "Kenapa bergabung di Gandjel Rel?"
Maka saya punya beberapa alasan diantaranya :
1. Saya butuh tempat untuk melatih sekaligus menempa kemampuan saya menulis (ngeblog)

Awal keikut sertaan saya sendiri adalah pada tahun 2017 yang lalu. Dari tetangga sekaligus teman baik saya di komplek batursari, yang sudah menjadi travel bogger ternama. Yaitu mba Vita pusvitasari. Dari mbak vita inilah kemudian saya kenal dengan salah satu founder Gandjel Rel yang juga penulis buku kenamaan. Yaitu Mbak dedew. Alias Dewi Rieka. Pertama tau tulisan beliau dari twit nya. Tentang tips2 kepenulisan waktu itu. Akhirnya sekitar bulan Oktober tahu 2017 saya positif gabung dengan Blogger keren di Semarang ini.

2. Anggotanya ramah dan gampang akrab

Coba deh gabung. Berasa jadi ratu seharian. Karna smua akan dengan ramah menyapa dan menyambut kita. Meski cuman lewat kata-kata.
Dari hal pertama tersebutlah, saya langsung merasa cocok dan berasa menemukan keluarga kedua.

3. Banyak ilmu yang bertebaran di grup WA

Dengan bermodalkan wa grup, saya bisa belajar kepada para senior dan GRes yang sudah lebih professional dan sangat kompeten di bidang perbloggingan. Ada kalanya juga kita saling tukar dan share ilmu bersama. *kalo saya mah bagian yg nyimak aja ya πŸ˜‚*

4. Banyak event keren yang diselenggarakan

Baik event pribadi. Seperti pelatihan kepenulisan bareng, share ilmu maupun arisan (saya belum sempat ikutan yg ini nih), ada banyak sekali juga event kerjasama dengan beberapa lembaga/company.

5. Bisa update lomba blog yg ada dimana aja

Tapi sampai sekarang baru beberapa lomba yg saya ikuti. Entahlah. Masih minder kalau mau ikutan lomba blog. Pernah menang sekali. Waktu ikut GA nya mbak dian onasis. *alhamdulillah. RekorπŸ€£πŸ˜‚*

6. Anggotanya perempuan semua πŸ˜‰

Ya. Namanya komunitas blogger perempuan sih yak. Jadi alhamdulillah 100% anggotanya wanita. Hmmm, enak kan. Jadi bisa bebas curhat apa saja (Yang ini beneran loh. Dari hal apaaa saja bisa diomongin. Tapi ya enak aja gitu. Nyambung dengan kehidupan nyata 😁)

Oiya, Gandjel Rel ini berulang tahun setiap tanggal 22 Februari. Dan sepanjang sejarah tergabungnya saya di komunitas ini, alhamdulillah saya pernah ikut perayaannya yang meriah itu sekali. Disaat ulang tahun yang kedua.

Sedang satu minggu lagi GR kembali berulang tahun yang keempat di tahun ini tapi sepertinya tidak bisa ikut. Karna udah beberapa hari ini sedang batuk. Jadi tidak bisa ditinggal/ diajak. (Maaf yaaa😭)

Harapan untuk GR
Harapan kedepannya semoga Gandjel Rel semakin sukses dengan segala event2 bersama semua anggota-anggotanya. Eksis terus di kancah perbloggingan dunia. Dan terus menjadi komunitas perempuan yg paling bermanfaat dunia akhirat. Aamiin

Selamat ulang tahun Gandjel Rel. Doa terbaikku selalu untukmu 😘😘😘😘

Salam.

#roadto4thgandjelrel #4thgandjelrel #blogchallengegandjelrel

Tuesday, 12 February 2019

Kebutuhan anak dan peran Ibu

08:39 0 Comments

Menjadi seorang ibu tentu saja adalah hal yang paling membahagiakan. Tapi di balik gelar "ibu", tentu saja ada beberapa konsekuensi yang harus dijalankan. Dan konsistensi untuk harus terus mau belajar.

Konsekuensi sebagai ibu, yang merupakan madrasah bagi putra/putrinya, tentu saja kita dituntut untuk tidak hanya bisa menjadi orang pertama yg bisa mendidik dan mengajarkan banyak hal. Tapi juga harus bisa memberi contoh dan menjadi suri tauladan yang baik di segala bidang.

Sehingga dari konsekuensi tersebut, tercetuslah sebuah keinginan kuat untuk terus konsisten belajar.
Belajar untuk bisa mendidik, mengajar dan menjadi apapun bagi sang buah hati hingga mampu mendorongnya menuju gerbang kesuksesannya kelak. Insyaallah. Aamiin.

Masih ingat bukan? Beberapa hari yang lalu viral sebuah video berdurasi sekitar 51 detik yang berisikan bagaimana seorang murid yang menantang gurunya dengan menarik kerah sang guru ketika ditegur untuk tidak merokok di kelas. 
Sungguh miris melihat seorang murid, yang notabene juga seorang anak bisa tidak memiliki rasa hormat kepada guru yang kalau disekolah merupakan pengganti kita, yaitu orang tua.

Entah kenapa begitu membaca kabar tersebut via medsos, saya merasa miris. Dan langsung mengaca. Adakah ajaran yang salah yang kita ajarkan kepada anak2 kita? (Disini yang saya pikirkan adalah diri saya sendiri. Apa yang perlu saya ajarkan kepada anak saya agar kelak dia mendapat lingkungan yang baik dan punya moral yang baik untuk diri, lingkungan dan sesamanya?)

Sejenak termenung, tiba-tiba saya seperti menemukan air di padang pasir ketika menemukan beberapa buku parenting hadiah dari kakak saya di rak buku tepat di depan meja saya.

Dan berikut beberapa hal yang mungkin bisa jadi sebuah "catatan" untuk diri saya sendiri tentang bagaimana "perlindungan" yang bisa dilakukan untuk mencegah pergaulan yg buruk untuk anak2 kelak (aamiin)

Tentang kebutuhan anak
Dalam buku yang ditulis oleh Miftahul Jinan ini, tertulis : 

1. Kebutuhan kedekatan psikologis antara orang tua dan anak.

 "Salah satu kebutuhan terpenting yang harus dipenuhi secara lahir adalah kelekatan psikologis dengan ibunya"
Kelekatan ini diperlukan untuk membentuk kepercayaan anak kepada orang lain, merasa diri diperhatikan dan menumbuhkan rasa aman.

Hak pelekatan ini bisa dilakukan semenjak bayi. Bahkan ketika masih berupa janin masih dalam kandungan. Dengan mengajaknya berbicara sembari mengelus perut.

2. Kebutuhan akan rasa aman.
Seorang anak membutuhkan lingkungan yang bisa menjamin rasa amannya. Lingkungan yang berubah2 dan tidak stabil akan sangat berbahaya bagi perkembangan emosi bayi. Dan seorang anak dengan emosi yang tidak stabil dan meledak-ledak merupakan bibit bagi munculnya moral yg tidak baik.
Source : pixabay
3. Kebutuhan akan fisik dan mental
"Seorang ibu yang sering menatap mata anaknya, mengelus, menggendong, berbicara kepada anak dan bercanda saat anak tersebut di bawah usia 6 tahun akan mempengaruhi sikap bayi menjadi anak yang gembira, antusias mengeksplorasi lingkungannya dan menjadikannya anak yg kreatif."

Sikap orang tua yang menerima anaknya (penuh kata cinta, sayang, dorongan, pujian, ciuman, elusan di kepala, pelukan dan kontak mata) membuat anak merasa disayang, dilindungi, dianggap berharga. Sehingga akan membentuk kepribadian yang pro-sosial, percaya diri, dan mandiri namun sangat perduli dengan lingkungannya.

Peran Ibu 

Dari tiga kebutuhan anak yang harus dipenuhi oleh orangtua seperti yang tertulis di buku berjudul "Aku wariskan Moral bagi Anakku" oleh Miftahul Janan diatas.
Jelas tertulis bahwa orangtua disini titik beratnya adalah Ibu. Jadi ibu memegang peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan anak.
Karena kita tidak bisa menjaga sikap orang lain kepada kita dan anak2. Yang bisa kita lakukan sebagai ibu disini adalah mengajarkan bagaimana cara anak bersikap. Dengan memenuhi dulu semua kebutuhan anak. Yaitu kebutuhan mereka akan kelekatan psikologis,fisik, mental, rasa aman dan nyaman. Sehingga anak akan memiliki integritas sendiri, dan memiliki prinsip yg kelak akan mereka pegang sebagai pondasi kuat bagi mereka untuk bisa melindungi diri. Termasuk dengan membatasi lingkungan pergaulan yg dirasa tidak cocok dan nyaman untuk mereka sendiri.
*aamiin*


Salam.

************
Tema 3 : Perlindungan Anak
#blogchallengegandjelrel #4thgandjelrel #roadto4thgandjelrel







Sunday, 10 February 2019

The story of Rana and Rafi

00:15 0 Comments
Rafi mengernyitkan kening. Ada yang aneh dengan Rana, kekasihnya.

Sudah beberapa hari ini ajakan Rafi untuk makan keluar ditolaknya. Ketika ditanya, Rana selalu saja mengalihkan pembicaraan.

"Hmmmh," dengus Rafi sembari membantingkan tubuhnya di sofa depan kamar kosnya.

Tiba-tiba sekelumit bayangan buruk menghampirinya.
"Jangan-jangan Rana sudah punya seseorang yang lain dihatinya?
Atau bahkan diam-diam  Rana sudah berpacaran dengan Rio, teman lelaki yg dekat dengan Rana akhir-akhir ini?
Aaaaarggghhhh.....", dada Rafi bergemuruh. Rasa marah dengan cepat menyergap.

Diambilnya HP dari dalam saku tas punggungnya. Dicari nama Rana dengan scrolling cepat dan segara di pencetnya tombol memanggil.

Ada nada menunggu disana. Tapi tak kunjung ada jawaban dari seberang.
"Hhhh...kemana sih ni anak?" rutuknya.

Tak sampai berapa menit Rafi melajukan motornya. Kemana lagi kalau bukan ke kampus. Rana pasti sedang sibuk dengan kegiatan kampusnya.

Dan benar saja. Rafi melambaikan tangan melihat Rana sedang bergerombol diantara teman2nya yg seolah sedang mendiskusikan sesuatu.

Rana cuman mengendikkan bahu dan memberi isyarat Rafi untuk menunggu di tempatnya berdiri.

"Hih. Apaan sih ni anak" pekik Rafi pelan.
Tapi mau tak mau dia tetap tak bergeming dari tempatnya semula.

Diliriknya kafe malibu yang ada diseberang sana. Emosi sudah membuatnya kehabisan tenaga sepertinya. Dia butuh minum untuk menyegarkan kembali raganya. Jadi diputuskannyalah untuk membeli air mineral dan kopi botolan dingin kesukaan Rana.
Sesudah mendapatkan plastik berisikan dua botol di tangannya, Rafi segera membalikkan badan dan bersiap kembali ke parkiran motor yang dekat dengan tempat pertemuan Rana.

Akhirnya, tak sampai 10 menit Rana tampak menghampiri dengan berlari kecil hingga membuatnya terengah2 ketika berada di samping Rafi.
"Nih", kata Rafi sembari menyodorkan kopi dingin dari botol yg dibelinya tadi.
Rana tampak membelalakkan matanya untuk sepersekian detik sebelum mendorongkan tangannya. Menolak pemberian Rafi.
"Eh, kenapa? Bukankah itu kesukaan kamu?"
Rana tak menjawab cuman menggelengkan kepala dan mengangkat tas ranselnya.
Ada botol tupperware berisikan air putih.
"Sejak kapan kamu mau minum air putih?" ledek Rafi. Dia tahu Rana bukan penyuka air tak berasa tersebut.
Yang ditanya cuman mengangkat botolnya segera. Membuka penutupnya dan menuangkan isinya dengan segera ke mulutnya hingga bunyi "glek glek glek" terdengar jelas di telinga Rafi. Rafi tertawa ngakak.

"Aku sekarang mau ngurangin minun kopi, Fi" kata Rana kemudian.
"Owh", jawab Rafi pendek.
"Dan aku mau ngurangin juga minum pakai botol gitu."
"Lah kan kamu juga minum air pake botol kan tadi"
"Iya. Tapi kan bukan yg sekali pakai. Jadi mengurangi sampah plastik"
"Hmmm. Bagus deh" jawab Rafi sembari memonyongkan mulutnya.
Tak ayal, membuat Rana ingin menyubit pinggang Rafi.
Tapi belum sampai cubitan itu mendarat. Tiba-tiba perut Rana berbunyi. Dia baru ingat belum makan siang sedari tadi. Pulang ngampus langsung rapat dan berkumpul dengan teman2 nya di ZWC. ZeroWaste Crew. Organisasi yang isinya orang2 yg berkomtimen untuk mengurangi sampah dan menjaga bumi.

"Ya sudah. Kita ke warung Pak Maman aja yuks. Beli dua bungkus nasi rica2 belut favorit duo R. Rafi dan Rana" kata Rafi sembari terkekeh. Geli sendiri mendengar dirinya menyebut namanya sendiri dengan duo R.

"Eh. Kok dibungkus? Dine in dooonk. Kan uda komit gak bakal nambahin sampah plastik", protes Rana.
Yang diprotes nyengir. "Hihihi. Maaf sayangku. Lupaaaa" kata Rafi sembari menyalami Rana.
"Kok salaman. Emangnya lebaran?" goda Rana kemudian disambut dengan tawa Rafi yg berderai sembari berkata pada batinnya sendiri bahwa mulai besok dia tidak hanya akan menemani Rana. Tapi juga akan bergabung dengan tim ZWC.
"Melakukan hal positif untuk lingkungan hidup dan Bumi ini. Kenapa tidak?"

****

#RoadTo4thGandjelRel #BlogChallengeGandjelRel
#4thGandjelRel









Sunday, 27 January 2019

Enam Coffee Shop Keren di Semarang

07:57 0 Comments

Hai.. hujan2 gini paling enak minum apa sih? Buat para pecinta teh atau kopi pasti itu adalah hal pertama yg terlintas di kepala. Iya gak sih?
Samaan sih. Kalau udah hujan, pasti inginnya minum atau makan yg hangat-hangat.

Nah buat kalian yg lagi di Semarang, di artikel ini aku akan menuliskan 6 tempat keren buat ngopi asyik di Semarang.

Tapi sebelumnya, ada yg kayak aku gak sih? Bingung dengan jenis2 kopi? Apalagi jaman now, mulai ada banyak ragam kopi yg ditawarkan.

Baiklah, seperti yg dikutip dari laman google, ada 2 jenis kopi. Yaitu :
1. Kopi hitam
2. Kopi modern

Kopi hitam ini adalah kopi yang warnanya hitam pekat (ya iyalah! Hehe). Kopi jenis ini dikenal punya kadar kafein lebih banyak. Dari sisi rasanya pun pahit. Tapi justru karena rasa pahitnya inilah, si kopi hitam jadi primadona di kalangan coffee mania.

Sedang untuk kopi modern, jenis kopi ini dibagi lagi menjadi 5 macam :

1. Espresso
Kopi jenis ini paling kuat kadar kopinya. Karena espresso ini merupakan ekstrak biji kopi murni tanpa campuran. Rasanya? Sama seperti kopi hitam. Pahit!
*tapi pastinya tak sepahit kehidupan ini la ya πŸ˜πŸ˜‚

2. Macchiato
Adalah espresso yang di beri campuran susu foam. Susu foam ini adalah susu yang di-steam.

3. Piccolo
Pada piccolo ini kadar susunya lebih banyak daripada espresso dan machiatto.
Rasa piccolo ini lebih lembut dan tidak terlalu asam. Cuman, proses penyajiannya lebih lama.

4. Cappucino
Pada dasarnya merupakan kopi susu yang diberi foam. Dengan perbandingan antara susu dan kopi yang seimbang.
Buat kamu yg ga sempet ((gak sempet)) nongkrong di cafe.
Cappucino ini mudah banget didapatkan. Dalam bentuk sachetan πŸ˜†πŸ€£

5. Latte
Latte ini juga merupakan kopi susu yang diberi foam dari susu yg sudah di steam. Jadi kadar susunya paling banyak dibandingkan dari empat jenis kopi diatasnya.

Nah, buat kamu kaum millenial yang ngaku hobinya ngopi dan gak mau diem2 baaen. Nih di Semarang ada 6 coffeeshop/bar yg asyik bin keren buat dijabanin. Syimak ya cyiiinnn πŸ˜‰ :

1. VERVE BISTRO DAN COFFEE BAR
Alamat : DP Mall, Room Inc Hotel, Lobby L, Jalan Pemuda No. 150, Semarang Tengah.
Instagram : @vervebistrocoffee

Di Verve ini tak hanya menunya yg enak dan penampakannya yg cantik. Tapi tempatnya juga asyik. Desain interriornya juga kekinian. Dari salah satu sudutnya saja kita bisa loh melihat pemandangan berupa salah satu ikon kota semarang. Yaitu Lawang Sewu.
(Photo credit : @evajati)

2. ANTARAKATA COFFEE
Alamat : Jl. Ahmad Yani no.162 karangkidul, Semarang Tengah
Instagram : @antarakata.coffee

(Taken from Instagram : @evajati)

Di Antarakata coffee ini menu yg disajikan bukan hanya bermacam kopi, tapi juga teh dengan beraneka rasa. Selain tempatnya yg nyaman dan sesuai dengan jaman now, coffee bar yg satu ini buka 24 jam loh. Ayooo para makhluk nocturnal, ini cocok banget buat kalian *toyor diri sendiri*

3. EASTMAN COFFEE HOUSE
Alamat : Jalan A Yani no. 140 Karangkidul, Semarang Tengah
Instagram : @eastman_smg

(Personal pict by : @evajati)

Ini adalah salah satu tempat ngopi yg megah. Karna interior dan desain bangunannya yg unik. Tempatnya mudah dijangkau pula. Karena berada ditengah2 kota.

(Photo credit : Eva jati)

4. HERO COFFEE
Alamat : Jalan Kepodang no.33 Kota Lama, Semarang
Instagram : @herocoffeeindonesia

(Taken from instagram @evajati)

Berada di sekitar kota lama Semarang, coffee shop yg satu ini juga gampang dicari pastinya. Yang bikin betah adalah menu kopinya yang banyak pilihan dan tempatnya yg nyaman buat ngopi berjam2 tanpa bosan.

Source : instagram (@herocoffeeindonesia)

5. MAKABANA SPACE
Alamat : Jalan Diponegoro no.22 B Tegalsari Candisari Semarang
Instagram : @makabanaspace


Makabana space ini adalah salah satu tempat yg multiguna. Karna selain bisa nongkrong syantyik sambil ngopi, kita juga bakal dibikin nyaman dengan suasana dan fasilitas coworking space/creative space yg disediakan (terutama bagi para member setia) Jadi cocok sekali buat kamu yg ingin melipir cari tempat untuk mengerjakan tugas kuliah atau kantor. Atau buat kamu yg nyari tempat meeting asyik ada juga tempat dan fasilitasnya sendiri loh disini.

6. NESTCOLOGY
Alamat : Jalan Tambora No. 5A Candisari Semarang
Instagram : @nestcology
(Dokpri @evajati)

Buat kamu yang suka ngopi sambil ditemenin live music boleh banget ngumpul dimari. Coz setiap hari Selasa-Minggu dari jam 7-10 malam ada live music yang menemani. Hmmmm, asyik kan?!


Nah, itu dia 6 coffee shop keren di Semarang versi aku. Mana coffee shop keren pilihanmu?

Salam.

*********
#4thgandjelrel #blogchallengegandjelrel #roadto4thgandjelrel


Tuesday, 18 December 2018

Cara mengurus perpanjangan SIM di Polres Grobogan

01:00 1 Comments

Beberapa hari yang lalu, aku melakukan perpanjangan SIM di polres grobogan. Ya secara SIM yg lama udah mau mati di tanggal 21 desember nanti. Bertepatan dengan ulangtahunku ya. Jadilah SIM baru ini sebagai kado ultah untuk diri sendiri la yaa *LOL*.

Pertama kali ke polres. Bingung deh. Bukan hanya karena kantornya bukan daerah jajahanku. Tapi sistemnya uda berbeda banget dengan sistem yg aku alami ketika perpanjangan SIM beberapa tahun yang lalu.
Jadi, aku mau berbagi pengalaman itu disini yes. Siapa tahu ada yang mau perpanjangan juga.

Pertama-tama, jangan lupa siapin KTP dan SIM asli. Lalu fotocopy masing2 satu lembar saja.
Selanjutnya, datanglah ke sebuah kantor kecil di seberang polres (arah menuju ke daerah plendungan) kanan jalan. Dekat toko2 kecil seperti tempat2 fotocopy itu untuk tes kesehatan.
Sumpah ini tempatnya nyelempit banget. Jadi gak bakal ketauan kalau disitu tempat tes kesehatan.
Ini tempat tes kesehatan ya. Kantornya kecil. Didepannya tukang parkirnya cepat tanggap. Setiap ada org yg clingak clinguk nyari tempat tes kesehatan biasanya dia nanya sambil teriak2. Hehe.

Jangan kayak aku ya. Yg pertama udah PD aja datang ke Polres dan masuk ke ruangan yg penuh antrian dulu. Untung ada mas2 baik hati yg nanya trus aku dikasih tau dia sih. Kalau kalian besok gak nemu mas2 tsb, bisa juga nanya ke mas parkiran atau pak polisi yg kebetulan berada disekitaran kokπŸ˜‰. Insyaallah kooperatif semua.

Di tempat tes kesehatan, kita cuman disuruh duduk. Ditanya mau perpanjangan atau bikin SIM baru. Trus diminta fc SIM dan KTP nya. Ditanyain angka2 yg ada didalam lingkaran warna itu untuk tes mata. Lalu disuruh bayar 30 ribu rupiah. Selanjutnya fc-an td dikembalikan pada kita ditambah selembar berkas bukti kl kita sudah tes kesehatan.

Oiya ada kejadian lucu pas aku kesana. Mbak2 polwan atau bagian tesnya pakai baju kembaran denganku. Wkwkwk. Sama merknya mungkin ya  jadi bisa samaan gt. Pas pertama tatap muka sempet saling terkejut sih. Lalu mbaknya sibuk nulis gt. Sedang akunya cuman tersenyum dlm hati. Hhh *cerita unfaedah dikit* 

Selanjutnya, kata pak parkir, sebelum aku antri untuk foto. Dipersilakan untuk masuk lagi kebagian dalam polres di sebelah pojokan nanti ada BRI teras. Tempat untuk melakukan pembayaran. Oh yess.. disini aku diminta untuk membayar sejumlah Rp 75.000,- untuk administrasi. Cukup menunjukkan bukti fc sim, ktp yg uda distapler jadi satu sama keterangan bukti tes kesehatan.
Ini BRI teras yg ada di polres. Ada tratag kecil bertuliskan "payment point". Trus deket kaca kasir ada logo BRI nya.
Setelah membayar nanti kita juga dapat bukti pembayaran lagi plus pengembalian fc ktp dan lain2 tadi.
Perpanjangan SIM
Ini bukti prmbayaran dari BRI
Kemudian barulah kita masuk ke ruang utama pembuatan SIM. Setelah menyerahkan bukti2 pembayaran, aku diberi formulir untuk diisi. Setelah mengisi formulir, pada waktu menyerahkan kepada petugas, SIM lama kita juga diminta untuk dikumpulkan. Setelah itu tinggal duduk manis nunggu panggilan foto, deh.
Perpanjangan SIM di polres grobogan
Ini bentuk formulir permohonan perpanjangan SIM
Untuk tiap 1 kloter pemotretan, ada10 nama yang dipanggil.
Dan untuk pencetakan kartu satu kloternya 30 orang dan masing-masing orang waktu pencetakannya memerlukan kurang lebihnya 1-5 menit. Jadi bisa dibayangin donk kira2 berapa lama nunggu semua prosesnya selesai.
Aku sendiri berangkat jam 12.00 siang. Terima kartu di tangan jam 14.00 wib. Hmmmh. Gakpapa deh. Yang penting sekarang SIM sudah aman di tangan.



Salam.

Thursday, 29 November 2018

Pilih steril atau KB yang lain?

12:41 1 Comments


Pasca menjalani Sc Keempat kemarin, satu hal yang paling sering ditanyakan orang adalah "Langsung mau steril (tubektomi) atau pakai KB yg lain?"

Hmmm, baiklah. Secara mau konprensi pers tapi kok masih tetep kalah pamor sama hartees. Jadi cukup saya kemukakan pada artikel ini saja ya.

Jadi kemarin itu ceritanya aku sempat galau. Mau steril atau pasang KB. Yah, namanya orang operasi sc udah sampai 4 kali kan ya? Jadi menurut orang2 biar aman aku wajib steril. Tapi disatu sisi dulu pernah ada yg bilang kalau steril itu tidak diperbolehkan dalam agama. Hhmmm. 

Baiklah, sebelumnya. Apa dan bagaimana sih KB steril. Aku kutipin artinya dari laman mbah gugel dulu ya?

Tubektomi adalah metode kontrasepsi atau pencegah kehamilan yang dilakukan oleh wanita. Tak seperti pil KB atau spiral yang bisa dihentikan kapan pun ketika Anda memutuskan untuk hamil, tubektomi sifatnya permanen. Cara kerja KB steril tubektomi adalah memotong atau mengikat saluran tuba falopi. Dengan demikian, sel telur pun tidak akan bisa menemukan jalan menuju rahim. Sel sperma juga tak akan bisa mencapai tuba falopi dan membuahi sel telur. Tindakan tersebut berfungsi untuk mencegah pembuahan dan kehamilan.
Proses tubektomi ( www.kompasiana.com)

Dari pernyataan di atas bisa disimpulkan bahwa bedanya steril (tubektomi) dengan KB yang lain adalah kalau pada tubektomi ini sifatnya permanenm kalau KB yg lain, ibaratnya masih bisa copot pasang πŸ˜…. 

Secara ilmu agamaku masih sangat terbilang "cethek", maka sebelum memutuskan segala sesuatunya, aku langsung nyari ilmu soal syarat sah steril ini deh. Aku menemui seorang teman yg juga uztad. Dan menurut beliau, seseorang diperbolehkan stiril jika mengalami dua hal (kurang lebihnya seperti ini) :
1. Apabila kita punya penyakit yg menyebabkan kehamilan berikutnya jadi berisiko dan membahayakan nyawa ibu/bayi yg dikandungnya.
2. Mengikuti saran dokter.

Setelah mendengar penjelasan dari sang uztad tersebut. Akhirnya aku memutuskan untuk konsultasi dengan dokter kandunganku.

Dan ternyata beliau tidak menyarankan. Mengingat usia, jumlah anak dan kondisi rahim yg (insyaallah) baik. Beliau hanya menyarankan untuk pasang KB saja. Bisa KB pil atau IUD.
Karena aku punya riwayat pernah operasi karna "sakit dalam", dulu aku selalu disarankan untuk tidak KB yg sifatnya hormonal. Jadi waktu dokter kandunganku bilang untuk KB pil, aku protes donk. Dan kata beliau ada juga skg pil KB yg ga hormonal. Hmmm. Tapi mau coba kb pil kok takut ya? Masalahnya susah minum obat je. Takut lupa and something. 

Dari saran dokter itu berarti aku gak memenuhi syarat buat steril donk. Tapi dasar manusia pengen cari pembenaran, akhirnya konsultasi lagi sama suami. Waktu itu aku cuman bilang keputusan ada di tangan suami. Kalau suami ridho. Ya aku tetap steril, meski tidak memenuhi syarat. Tapi kalau suami gak ridho, yak okelah. Nanti bisa pakai IUD lagi.

Oleh suami ternyata disuruhnya nanti aja diputuskan habis lahiran. Lah? Padal kalau steril kan enaknya bersamaan dengan proses lahiran kan? Soalnya kata temen yg habis steril itu sakit juga di perutnya terasa "pegal".
Hmm. Dan sependek sepengetahuanku ada 1 : 1000 kasus pada tubektomi ini  yang gagal. 99% nya berhasil secara efektif mencegah kehamilan.

Yasudahlah akhirnya ikut kata suami. Toh jujur aja, di balik hati yang terdalam. Mau steril kok takut. Takut kalau ada apa2 sama bayi pasca lahir. Takut kalau bayi gak nangis lagi waktu lahir. Takut kalau tiba-tiba persalinan tidak berjalan dengan baik, takut apabila ada sesuatu hal yang terjadi di dalam rahim... ah, terlalu banyak ketakutan jika sesuatu terjadi sama si bayi di saat emaknya sudah stiril.

Jadi yaaa bismillah. Ikhtiar aja deh. Tiga minggu masa nifas aku langsung pasang IUD. Karena menurutku itu salah satu alat KB yg insyaallan lebih aman dari pilihan alat KB yg hormonal.

Dengan tidak "steril", itu tidak berarti kalau aku masih menyimpan keinginan untuk punya anak lagi. Tidak. Insyaallah cukup memiliki dua putra ini yg akan aku didik dan besarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Jadi selain ikhtiar otomatis sambil banyak2 berdoa juga. Semoga "kesuburan" yg aku miliki diberikanNYA kepada orang2 yg sedang benar2 menginginkan kehadiran buah hati di tengah2 keluarga mereka. Aamiin aamiin yra.

Salam.






rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email