Saturday, 24 December 2016

Mengatasi titik jenuh dalam pernikahan

04:49 0 Comments



Tanggal 20 desember kemaren, atau satu hari sebelum peringatan hari ulang tahunku yang ke 30 plus-plus *sensor dikit, yak* aku merayakan tahun ke 8 pernikahan. Tidak ada perayaan khusus siy, jadi mungkin kata yang tepat bukan merayakan tapi memperingati kali ya. *yasudahlah*.

Selama sewindu pernikahan ini, tentu saja begitu banyak sekali hal yang sudah aku alami. Dari yang turun, naik, naik kembali turun dan seterusnya.

Tapi biar kesannya ga kayak curhat gitu. Kali ini aku hanya ingin berbagi tips ala-ala aku untuk mengatasi rasa jenuh dan memunculkan kembali rasa cinta kasih selama pernikahan. Karena tak bisa dipungkiri, ada kalanya selama pernikahan terjadi naik-turunnya perasaan, dikarenakan keadaan tertentu. Dan untuk mempertahankan rasa cinta, maka kita perlu beberapa upaya diantaranya : 

Satu,
Dengarkan music penuh kenangan ketika sedang berduaan.
Putarlah cd/ mp3 lagu-lagu favorit berdua  bisa jadi salah satu love booster yang tepat untuk menghilangkan rasa bosan kepada pasangan.  
Bisa jadi music yang didengarkan adalah music saat-saat pertama kali bertemu ataupun pada masa-masa pacaran. Lirik lagu maupun melodi nada-nada yang selalu membuat kita terkenang itu bisa bikin hati kita kembali berbunga-bunga loh.

Dua,
Tontonlah film  drama romantis yang bertemakan cinta
Atmosfer yang ada pada drama romantic biasanya cepet banget merambat kepada kta. Hal ini baik sekali untuk menaikkan love booster kita terhadap pasangan. Percaya deh setelah menonton, hal yang bisa kita lihat bakalan kebaikan dari pasangan. Apalagi kalau perlakuan pasangan ada yang mirip=mirip dengan yg dilakukan oleh pelakon film tersebut. Hmmmmh, Om.. telolet oom. *eh*



Tiga,
Luangin waktu buat berduaan. Tak perlu pergi dalam jarak yang jauh. Duduk berdua diruang tengah menikmati minuman hangat dan camilan sambil bercerita apa saja dengan nyaman akan semakin menyadarkan kita kalau sebenarnya “kita beruntung” ketika masih memiliki seseorang yang berada selalu disamping kita.
Kalopun masih dirasa kurang. Pergilah keluar kota berduaan dengan pasangan. Nikmatilah lagu-lagu kenangan berdua selama perjalanan.

Empat
Berilah hadiah.
" Salinglah memberi hadiah, agar timbul (perasaan) sayang dan cinta." pernah denger hadits yang bunyinya seperti itu lom?
Dan ini bener banget lo. Sekarang gini deh. Siapa sih yang tidak suka dapat hadiah?. Dengan hadiah, akan membuat kita merasa "istimewa" kan ya? 
Nah. bagaimana kalau kita yang memberi hadiah? Bahagia juga kan pastinya? Apalagi ketika kita bisa melihat secercah senyum, binaran mata, pelukan/ bahkan cuman sekedar ucapan "terimakasih". 


Nah, demikian tips dariku. Semoga bisa membantu agar rumah tangganya selalu dikelilingi oleh keberkahan, kesakinnahan, kemawaddahan dan kerahmahan serta kebahagiaan lahir batin dunia akhirat. Aamiin aamiin ya robbal alamiin.








PAYUNG CINTA

00:46 0 Comments


Malam itu, hujan deras sekali.. petir dan kilat saling mengeluarkan suara kerasnya.
Ups, tiba2 aku teringat akan Ma (ibuku), yang malam itu (seperti biasanya) harus pergi ke Musholla untuk mengisi pengajian ibu2 komplek perumahan.
Bergegas kuambil 2 buah payung di tempatnya.
Setengah berlari aku menuju musholla, demi ke"ngeri"anku melihat kilatan cahaya dan derasnya hujan.
Sesampainya disana, kulihat seorang gadis kecil yang menggigil, duduk dengan menlangkupkan kedua tangan di pundaknya. Dia tersenyum melihatku mendekatinya. Sorot matanya pada sebuah payung sudah cukup mengisyaratkan kepadaku, kalo dia tengah menjemput seseorang sepertiku. "Nunggu siapa dik?" tanyaku berbasa-basi. "Eyang" katanya.
Merasa senasib, kuambil posisi duduk aga berdekatan dengannya. 
Tak seberapa lama, ada seorang yang berjaln dengan tergopoh-gopoh kearah kami berdua. Sinar lampu yang temaram tak cukup buatku mampu menerka siapa dia. Setelah aga mendekat, baru kutahu kalo yang datang adalah seorang bapak2 setengah tua mantan salah satu pejabat di kotaku, yang juga tetangga baikku. Disisakannya senyumnya untukku, sebelum akhirnya, dia menyapaku dan berkata : "Mbak, nitip buat eyang uti y (katanya sembari menyebutkan salah satu nama orang yang aku hapal betul 'piyayi'nya).katanya sambil menyodoriku sebuah tas dengan cover satu merk ternama.Aku tersenyum, mengangguk, dan meyakinkannya kalo pesan itu pasti akan kusampaikan kepada orang yang dimaksudnya.Tak lupa bliau mengucapkan terimakasihnya kepadaku, sebelum kahirnya beranjak pergi.

Akhirnya, penantianku berakhir juga... 
Kudengar ibuku mengucapkan salam disambut salawat dan berdirinya ibu2 jama'ah untuk kemudian bersalam2an. Kulihat ibuku ditengah kerumunan. Kuhampiri ibuku, sebelum kutinggalkan pesan agar bliau menungguku di tempatku berdiri yang sekarang.
Kucari2 sesosok ibu yang dibenakku tlah terekam satu pesan " Ada sebuah titipan yang harus kusampaikan".
Setelah kutemukan bliaunya, kucium tangannya setelah bersalaman, dan berkata : "Eyang, ada titipan". Kulihat binar matanya begitu melihat sebuah tas yang kusodorkan. "terimakasih" katanya pelan.
Dikeluarkannya isi tas yang ternyata adalah sebuah jaket aga tebal dan sebuah payung. 
Ya tuhaaaannn,sekelumit perasaan "iri" begitu mnyesak dalam dadaku. Aku melihat bagaimana sang ibu itu dicintai oleh suaminya... Meski bukan seorang pasangan yang (pastinya) bukan baru lagi, tapi kulihat sisi "kasih sayang" yang begitu indah dan hebatnya,nan jarang kutemukan diantara keluarga yang lainnya.
Tiba tiba,kudengar namaku disebut,aku menoleh dan kulihat ibuku sudah berdiri di belakangku. "ini, anak wedhok ngasihke titipan eyang kakung" kata ibu2 yang menerima tas tadi menunjukku. Sembari bicara, bliau mengangkat payung terlipat dan jaket yang berusha dikenakan dengan bangganya.
Setelah bergurau sejenak, akhirnya kami putuskan untuk pulang.. 
Seseorang mencolek bahuku. Oh, ternyata sang adik yang menemaniku membunuh waktu saat menunggu tadi. "Pulang dulu ya mbak"katanya. Kubalas dengan senyuman dan anggukan. "hati2" kataku akhirnya.
Dijalan, ingatanku masih tertuju pada seorang gadis kecil dan bapak yang kutemui tadi.Dalam hati, aku bergumam: Ah,seandainya, semua orang berlaku hal yang sama untuk orang yang dicintainya.. Hmh, pasti seluruh tindakan anarkhi yang beberapa hari ini menghiasi layar kaca, takkan pernah terjadi..

"Payung itu, cuma satu bentuk kecil perhatian. "
Tapi kuyakin menimbulkan perasaan tersendiri untuk orang yang menerimanya.

Tak terasa, sampai juga kami dirumah. Setelah bersalaman dengan beberapa tetangga yang pulang bersama, kamipun bergegas masuk kedalam. Sebelum menutup pintu,Ma berkata "Ibu gak menyangka kalo kamu akan menjemput ibu tadi. terimakasih, ya" katanya sedikit berkaca-kaca.. 
Emh, seandainya bajuku tak begitu basah terkena pias2 hujan tadi, aku pasti sudah memeluknya.
Aku yakin, tanpa bicarapun , Ma pasti tahu.. bagaimana aku mencintainya....
Karena bagiku,Ma adalah orang pertama yang aku cinta,selamanya.. (dan suamiku,setelahnya,TENTU SAJA! )

rahma_mocca@yahoo.com

***********************************************************************************

HAPPY MOTHER'S DAY TO ALL GREAT MOMS IN DA WORLD

Thursday, 15 December 2016

Aku dan Resolusi 2017-ku

11:04 22 Comments

“Sudah harus bikin resolusi lagi? Aaaaahkkk!!!”, kalau gak liat postingan banner giveaway dari mbak Wati rasanya gak nyadar kalo tahun 2017 sudah ada di depan mata.
Padahal rasanya baru kemarin ngerayain tahun baruan bareng bersama keluarga besar ke jogja. Eh,tanpa terasa uda harus ganti tahun aja.

Ngomong-ngomong soal pergantian tahun, tentu saja takan jauh-jauh dengan yang namanya resolusi.
Dan biasanya, dari tahun ke tahun resolusiku selalu saja sama. Berujung dari cita-cita sederhana seorang emak-emak yang sudah beranak-pinak. Yang pengen jadi istri sholehah idaman suami dan anak. Resolusinya paling seputaran keinginan untuk lebih pintar dan jago dalam hal masak, macak wal manak. Wkwkwk.

Tapi untuk tahun ini aku punya 3 resolusi yang ingin kuwujudkan dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pertama,
Berangkat dari pengalaman ikut sebuah "diklat" untuk guru se-Indonesia kemaren, entah kenapa kok kepikiran kalo tahun depan pengen banget bisa sekolah lagi. Pengen bisa nerusin S2 yang sesuai dengan profesi yang kuambil saat ini.

Bukan apa-apa. Selama ini latar belakang pendidikanku adalah Sarjana Sastra. Sedang profesiku adalah tenaga pendidik di salah satu SMP swasta. Jadi sepertinya aku masih sangat haus akan ilmu keguruan. Aku ingin sekali agar ilmuku bisa lebih bermanfaat nantinya bagi sesama dan masa depanku. Tapi aku sering minder dengan teman-teman yang sudah pada bergelar magister itu. Oleh karena itu, tahun depan aku akan berusaha mencari biaya untuk S2 ku, (syukur-syukur) bisa dapetin beasiswa agar nantinya tidak membebani anggaran rumah tangga. Aamiin. *doain aku ya pemirsaa, eh pembaca...*

Ikhtiarnya tentu saja dengan melebarkan mata dan telinga dengan mencari info sebanyak-banyaknya di internet, memperluas jaringan informasi perihal beasiswa kepada teman, saudara, kenalan waktu diklat, hingga ke pejabat dinas terkait. Tak lupa yang paling penting dan  utama adalah dengan memperbanyak doa di setiap sujud malam agar keinginan utamaku tahun depan bisa terwujudkan.

Kedua,
Resolusiku yang kedua ini mungkin agak aneh. Disaat semua wanita pengen langsing, aku justru kebalikannya. Ditahun 2017 nanti targetku bisa naikin berat badan 1-10 kilo. "Yakin?". 
"Beneran! Punya badan kurus itu sedih, jenderal!". Umur 30an dengan berat badan 40 kotor rasanya kok mengenaskan. Kurang gizi akut, anak somalia sampai terkena anorexia rasanya sudah bukan seperti sebuah ejekan lagi saking seringnya kudengar. 

Dulu mungkin aku bisa cuek dan tidak menanggapinya. Tapi gara-gara meme :

rasanya kok gak tega sama suami yang sudah bekerja keras membanting tulang demi anak istri. Apa coba salah suami, hingga dikait-kaitkan dengan gemuk tidaknya istri.  "Ouch, hayati seddihhhh, babaaang." (lempar kemben). 

Apalagi kalau uda difitnah begini :
"Gak suka masak, hobi dandan, suka tebar pesona, boros?? Ouch, fitnah macam apalagi ini, kisanaaak?"

Untuk itulah tahun 2017 nanti sepertinya harus buat kunjungan ke ahli gizi buat konsultasi, mulai mengkonsumsi susu weight gain/ jamu/pil dari shinse lagi, kurangi bergadang malam dan banyakin ngemil binti nongkrong buat supper bersama mr. big boss tercinta (sebagai sponsorship utama siy maksudnya. hihihi)

Ketiga,
Resolusi selanjutnya adalah pengen selalu eksis di komunitas blogger. Wajib kudu harus rajin bikin postingan di blog. Syukur-syukur bisa punya dot com sendiri. Dan bisa menangin giveaway-giveaway dalam hal kepenulisan biar makin semangat ke cita-cita utama jadi penulis kayak GRes semua. (kekepin Tupperware lunch set-nya mba wati). Aaammin.

Demikian #Resolusiku2017. Yang punya resolusi versimu sendiri boleh banget daftar  #FirstGiveaway di  www.hidayah-art.com, ya.

Tulisan ini diikutkan dalam Hidayah-Art First Giveaway "Resolusi Tahun 2017 Yang Paling Ingin Saya Wujudkan" ( www.hidayah-art.com)






Wednesday, 14 December 2016

UKM SEBAGAI PENGGERAK RODA PEREKONOMIAN RAKYAT. BETUL AJA ATAU BETUL BANGETTT?

02:43 2 Comments



'UKM sebagai penggerak roda perekonomian rakyat??? Hmmm, siapa yang bisa menyangkal kalimat diatas?".
Jadi teringat pada tetangga dekat rumahku. Beliau dulu adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Untuk menunjang perekonomian keluarga, beliau membuat makanan berupa Wingko Babat sebagai bisnis UKM dirumahnya.
Wingko babat bernama “Sepur Super” ini kemudian yang membawa nama besar beliau dimana-mana. Rumahnya pun dijadikan pusat oleh-oleh yang menyediakan pesanan, tak hanya tetangga, tapi juga dari beberapa desa bahkan kecamatan lain disini. Siapapun pasti kenal dengan wingko babat "sepur super" milik bu Sardi ini. Rasanya yang endes, dengan ketan yang kenyal dan parutan kelapa serta aroma yang sangat khas wingko babat ini sering banget dijadikan penghantar oleh-oleh waktu acara lamaran bagi keluarga besan (termasuk saya. ehm).

Tak hanya Ibu Sardi salah satu pemilik UKM yang sukses, ada juga pelaku UKM  yg   femes dikotaku, Purwodadi. Beliau adalah Mbak Anny. Seorang pemilik Wedding Organizer dengan nama "Anny's Wedding Organizer" yang dikesehariannya melayani paket pernikahan dari rias, catering, gedung, foto shooting ini  juga merupakan seorang pengrajin Batik tulis Grobogan aseli hasil dari tangannya sendiri. Bukan hanya sebagai perancang motif kain batiknya, beliau juga mendesain sendiri batik-batik tersebut dan menerima pesanan jahitan batik yang pastinya berbeda model dari yang biasanya. Dalam hal ini, Mba Any tidak sendiri tetapi juga mengerahkan masyarakat sekitar untuk ikut membatik bersamanya.

Mbak Any beserta kru membuat batik.

Memberikan pelatihan membatik di lapas purwodadi

Kain batik hasil tangan Mbak any


Tak hanya itu, beliau juga sering menampilkan maha karyanya dalam beberapa pertunjukan busana.

Dan dengan menjamin kualitas produk batiknya, Mba Anny berkeinginan untuk mengenalkan Batik Grobogan hingga ke kancah Internasional

Profil Mba Anny yang dimuat disebuah surat kabar

Melatih warga sekitar untuk ikut membatik


Jadi, jika UKM dikatakan sebagai penggerak roda perekonomian rakyat, kayaknya ga cuman betul tapi beneer bangetttt. Seperti bu Sardi juga Mbak Anny, masih banyak pelaku bisnis UKM diluar sana yang pastinya mampu bukan hanya menggerakkan perekonomiannya sendiri, tapi juga membantu perekonomian yang lainnya dengan memberikan kesempatan lowongan kerja.

Meski disini saya masih dalam level penikmat alias konsumen tapi saya sangat mengapresiasi sekali para produsen terutama Ibu rumah tangga yang mampu menggerakan bisnis UKM dari rumah-rumah mereka.

Dengan kemajuan tekhnologi UKM-UKM ini bisa dengan mudah memanfaatkan media social untuk memperluas jaringan pemasaran. Oleh karena itu sangat banyak sekali kita jumpai pemilik usaha-usaha lokal ini yang memajang produknya di akun FB, Instagram, maupun di twitter sehingga lebih cepat diterima oleh para pengguna sosmed-sosmed tersebut.

Seperti Hijab (https://www.instagram.com/butik_mahrankhumaira/), yang display produknya bisa kita lihat di akun instagram mereka.

Buat mommy-mommy instan yang ga suka pakai ribet macam saya ini. Bisa banget pesen makanan frozen yang lagi ngehits seperti nuget di (https://www.instagram.com/frozenkuro/) untuk bekal si kecil sekolah.

Akhirnya, baik sebagai penggiat maupun penikmat, mari kita dukung UKM dengan selalu menggunakan produk-produk lokal mereka. Karena kualitasnya yang juga gak kalah juara dengan produk-produk import atau branded-branded ternama. Sehingga produk-produk tersebut bukan hanya dikenal masyarakat kita, tapi bahkan juga bisa mendunia. Bagaimana? Setuju kan manteman?! 

“Tulisan ini diikutkan dalam giveaway UKM Sebagai Roda Penggerak Perekonomian Rakyat yang di adakan Agustina D.J” (www.ceritadandelion.com.)




Friday, 9 December 2016

Takdir baik atau takdir buruk?

19:37 3 Comments


"Say, yang di Dp si "melati" apa bener si melati? kok DP-nya pakai cadar? Jadi menakutkan gt ya?"
Tulis sebuah pesan bbm yg masuk siang ini.
Buru2 aku mengecek langsung dari hapeku.
Kutulis namanya di pencarian kontak. Karena banyaknya pertemanan di bbm.
Aku tersenyum ketika melihat gambar sahabatku sejak kecil tersebut.
Dia nampak anggun dengan gamis syar'i hitam lengkap dengan cadarnya.
"Iya, itu melati." Balasku.
"Kamu donk yang temannya dikasih tahu atau dibilang2in, gitu. Bla...blaaa...blaaaaa...." dan masih banyak lagi  serentetan kalimat pelengkap keheranan lainnya.

     Bukan seorang itu saja, sore ini, sampai malam. Masih ada bbm yg masuk dan menanyakan hal yg sama.
"Sungkan" alasan mereka kalau kuminta untuk menyakannya lgsung kepada si empunya badan.
Yasudahlah, aku menjawab setahunya saja.
Karena sebetulnya aku sudah tidak heran. Terakhir pertemuanku dengan Mel, dia sudah cerita bahwa suaminya sudah menjadi seorang "uztad" didaerahnya. Mel mulai belajar mengaji dan sedikit demi sedikit menarik diri dari  sosial media yg diikutinya.
Kami, aku dan kedua temanku lainnya yang hadir dipertemuan itu hanya bisa saling berpandangan mendengar cerita Mel. Bukan apa-apa. Mel sudah menjadi sahabat kami sejak kecil. Kami sduah tahu benar gaya hidupnya. Keluar masuk club malam sudah pernah dijabaninya. Pulang malam bahkan pagi untuk berdugem ria sudah menjadi biasa baginya. 
     Dan sekarang ketika semua orang melihat penampilannya. Sungguh tidak mengejutkan kalau menuai banyak pertanyaan. 
Tiba2 tanganku bergerak pelan.
"Itu takdir baik, insyaallah. Mari kita doakan." Jawabku kemudian. Asal-asalan. Namun membuatku kembali berpikir panjang.

Tentang takdir baik atau buruk?

Ah, bukankah kita tidak pernah tau mana yg baik/buruk untuk kita bukan?
"Bisa jadi apa yg menurutmu baik itu buruk bagimu, dan yg menurutmu buruk itu baik bagimu." Begitu kurleb kata pak uztad yg pernah aku dengar. Ada banyak orang yang terkadang menganggap takdir baik seseorang, sebagai takdir buruk. Seperti kasus Mel diatas.

    Ketika aku beranggapan itu takdir baik, maka tak ayal aku sendiri menuai beberapa cercaan dari teman-teman sepermainan. Seperti mengaca pada diri sendiri. Dua kali mengalami kehilangan anak sudah cukup bagiku untuk menganggap itu adalah sebuah "takdir buruk". Tapi kembali lagi ke kata Pak Uztad, meski sekeras apapun aku mengalami "guncangan", aku tidak pernah tahu apa yang baik bagiku. Masih pekat sekali dalam ingatan, ketika sepeninggal Filza, anak kami yang pertama. Ayahnya diterima kerja ditempat yang jauh lebih baik sangat dari sebelumnya. Hujan rejeki seperti sedang ditumpahkan olehNYA. Meski disatu sisi, rasa sedih yang teramat sangat besar karena kehilangan seorang anak tetap terus mengikuti. Tetapi pada akhirnya aku menyadari bahwa Tuhan terlalu sayang. Hingga tidak membiarkan aku jauh sedikitpun dariNYA. Termasuk ketika pada akhirnya, aku mengalami lagi kehilangan seorang anak yang seharusnya menjadi putera ketiga kami. Aku tetap dekat denganNYA. Ibadah jadi terasa lebih nikmat, karena aku bisa menangis sepuasnya di malam-malam panjangku bersamaNYA,

Dan adakah takdir yang lebih baik selain takdir untuk menjadi  umatNYA yang lebih dekat lagi pada NYA?
Bagiku, takdir baik atau buruk, selama kamu masih punya keyakinan dan iman kepadaNYA, maka itu adalah sebaik-baiknya takdir baik. Insyaallah.




rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email