Friday, 27 January 2017

10th Days Challenge : GARA-GARA CINTA BUTA

06:12 3 Comments


Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang biar malam terbayang wajahnya
Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam biar putih manislah nampaknya

Penggalan lagu yang berjudul "Jatuh cinta" dari penyanyi legendaris kita, tante "Titiek Puspa" mungkin tepat sekali untuk menggambarkan kisah yang akan aku tulis hari ini.

Ya! Tentang jatuh cinta yang "membuta". 


Aku tidak tahu bagaimana aku bisa sungguh-sungguh terperangkap dan jatuh cinta kepadanya. Hingga akhirnya mampu membuatku tumbang untuk berhari-hari lamanya. 

Aku tak pernah mengerti resiko "jatuh cinta" kepadanya sebelum ini. Cinta yang salah dan tak seharusnya aku puja. Buat apa? Jika akhirnya akan membuatku terus merintih perih. Dan mengaduh dengan kekuatan penuh. Hingga menyisakan ratusan peluh yang terjatuh.

Sejak jatuh cinta padanya. Aku tak lagi menghiraukan apa yang terjadi pada tubuhku. Yang aku tahu, aku harus selalu menemukannya disetiap menu. Setiap kali membuka mata ataupun saat ditempat favorit yang ingin selalu kuhabiskan bersamanya. Bukan dengan siapa-siapa. Cukup aku dan "dia". Hingga akhirnya pria berbaju putih itu berkata : " Jadi, siap operasi kapan?".

Ahhhkkk. Gara-gara itu aku harus bolak-balik ke dua Rumah Sakit. Mencari sebab dari semua kesakitan yang kurasakan. Catatan yang kubaca dari hasil rontgen tertulis appendixes. Dan benar saja pria ganteng dengan kulit putih serta jas dokternya itu langsung menyatakan bahwa aku kena  usus buntu. Dan harus sesegera mungkin untuk dioperasi. 

Penyakit yang harus kuterima karena aku telah salah jatuh cinta. Jatuh cinta pada si cabai yang sekarang harganya semakin melejit. Dan membuat semua pecinta pedas sepertiku ini mengernyit. Tak jarang pula menampakkan wajah sengit. Gara-gara harganya yang melangit. "Jaharraaaa kau wahai cabaiiii!" *lalu kekepin duit*.

Sejak vonis dokter itu, akupun mulai menjauh darinya. Mengurangi kecintaan yang menyakitkan ini. Demi usus yang sudah pernah tersakiti. Juga jahitan dan luka diperut  bagian kanan.

Menyesal adalah hal yang berikutnya datang. Tapi untuk itulah aku berjanji. Bahwa aku tak mau menyentuhnya lagi. Entah mengurangi atau bahkan untuk tidak mengkonsumsinya kembali.

Photo credit : segiempat.com
#10DaysKF #KampusFiksi







Thursday, 26 January 2017

9th Days Challenge : Hi, Huzzi

08:36 6 Comments

Hi, Huzzi.
Ini adalah tulisan pertama yang Mama tulis untukmu sejak engkau pergi di bulan Juli 2014 yang lalu.
Maaf baru bisa menuliskannya sekarang. Karena butuh waktu lama untuk menata hati yang rasanya sudah sangat berserakan. 

Ketika menulis ini, Mama membayangkan dirimu sedang berlarian bersama kak Filza yang sudah dipanggilNYA terlebih dahulu. Dua tahun sebelummu. Berpakaian dengan yang serba indah ditaman surgawi yang mewah. Tempat terbaik yang mungkin tidak bisa Mamah berikan di dunia ini.

Huzzi, setiap kali menuliskan ataupun hanya mengeja namamu. Rasanya kesedihan itu masih selalu menyeruak. Meminta sedikit bagian dari hati yang terdalam untuk tersibak. Yang pada akhirnya menyisakan butiran kristal yang turun berderap tanpa bisa ditahan.

Entahlah ada berjuta perasaan bersalah yang hadir dan ingin terungkapkan. Sekelumit perasaan bersalah, karena Mama tidak bisa mengendalikan perasaan yang datang. Termasuk tudingan orang-orang itu. Kau tahu kan? Kita telah banyak berbicara selama engkau masih di perut. Dari apa yang sudah pernah Mama alami hingga ketakutan Mama disetiap malam. 
Sekarang mama tau, bahwa kehamilan bukanlah sesuatu hal yang bisa digampangkan. Bukan hanya fisik, tapi psikis pun harus disiapkan. 

Huzzi Firdaus Al Harits
"Bintang di surga dari keturunan Al Harits--nama lain dari nabi Muhammad SAW"

Maaf, belum pernah sekalipun menggendong, memeluk, mencium, bahkan melihat sosokmu meski telah 9 bulan kita menyatu dalam satu badan. Untuk melihat fotomu yang penuh selang pun baru bisa kulakukan setelah berhari-hari kepergianmu dariku.
Bukan inginku, tetapi dokter yang tidak memperbolehkan. Alasannya agar aku tidak shock. Aku mungkin menurutinya, tapi perasaan seorang ibu tidak pernah bisa berbohong. Berhari-hari tertahan di RS untuk pemulihan rasanya seperti sesorang yang akan dihukum mati, tinggal menunggu algojo datang. Ingin berteriak, memaki dan menonjok apapun yang ada di sekitarku. Aku sedih! Terlalu sedih malah. Bahkan pelukan-pelukan siapapun tidak bisa lagi menenangkan. Aku marah! Marah pada diriku sendiri. Kenapa aku tidak bisa mencegahmu untuk pergi dan tetap bertahan disisiku? Apa salahku? *dan kemudian akupun tergugu*.

Tapi yasudahlah. Selalu ada hikmah disetiap pelajaran. Tuhan terlalu sayang. Hingga menempatkanmu di tempat terbaik yang tak sembarang orang bisa dapatkan.

Dan untuk apapun itu, kita sudah melakukan yang terbaik ya, Nak. Terimakasih sudah selalu mendengar apapun cerita Mama. Cerita bahagia, pun keluh kesah Mama. Terimakasih sudah menjadi bayi yang hebat. Dan tidak pernah merepotkan sama sekali seperti Kak Filza selama di perut Mama. Terimakasih pernah ada di rahim Mama. Untuk sekelumit waktu yang Mama harap bisa dipanjangkan.

Baik-baik disurga ya, Nak.
Salam kecup dan peluk sayang untuk kalian berdua. Kesayangan Mama. Huzzi dan Filza.

26012017


#10DaysKF #KampusFiksi



Kampung Halaman, Permainan di Masa Kecil dan Telenovela

01:11 8 Comments


Ketika diberi tantangan untuk menuliskan tentang kampung halaman dari admin #1Minggu1Cerita, sepertinya harus memutar otak. Ya! Betapa tidak? Puluhan tahun tinggal dikota ini, aku belum menemukan alasan yang akan membuatku kembali, jika suatu hari nanti aku harus pergi. Namun yang aku tahu pasti, hal yang  akan selalu  menetap dihati adalah keluarga yang hangat dan saling menyayangi. Serta tetangga yang akrab, dekat, baik dan kompak sekali.

Kampung halamanku ini terletak di sebuah kota kecil yang berada ditengah antara kota Semarang dan Solo. Namanya Purwodadi. Tidak ada hal yang khusus dan istimewa sebenarnya. Terlebih lagi aku tinggal di tengah-tengah kota. Jadi sudah tidak pernah lagi kutemui 'ciri" khusus dari kota ini selain bangunan tower air bernama Simpang Lima yang lokasinya cuman beberapa meter dari rumahku. Aku tidak pernah melihat tari "ledek" yang kata orang dahulu melegenda itu. Tempat tinggalku pun jauh dari wisata  "Kedung Ombo", "Bledhug Kuwu", ataupun "Api Mrapen Abadi" yang menjadi wisata andalan di kota ini. Makanan khasnya yang bernama "Swikee Kodok" belum pernah sesuap pun kurasakan mampir di perutku.
Apakah aku tidak cinta kota ini? Oh, tentu tidak. Aku sangat mencintai kota tempat kelahiranku dan suamiku disini.

Bercerita tentang keseruan Kampung Halaman, hal pertama yang kuingat adalah keseruan dimasa kecilku. Masa dimana "belom ada gadget" diantara kita. Hhhhh. Banyak sekali permainan asyik yang dimainkan diluar rumah bersama teman-teman sebaya.
Karena aku tinggal di sebuah perumahan pegawai negeri, maka jaman dulu masih banyak petak-petak kaplingan dan bangunan belum jadi yang bisa jadi arena petak umpet terasyik versi kami. Selain petak umpet, kami juga bermain tembak-tembakan dengan pistol mainan dan beraksi bak polisi mengejar buronan. Belom lagi kalau musim hujan tiba. Karena belakang rumah masih ada sawah, kami bisa main tembak-tembakan memakai tanah lempung untuk dilempar. Jika tanah itu nyasar dan  jatuh dikubangan air bisa jadi lebih seru lagi. Karena akan meninggalkan noda di muka dan baju kami. Siapa saja yang muka dan bajunya paling penuh corengannya akan menuai ejekan dan derai tawa bahagia kami semua. Hahaha. Seru sekali bukan?

Ada lagi sebuah keseruan yang tidak akan pernah kulupakan. Yaitu telenovela. Aku kecil, tumbuh bersama film telenovela, bukan India seperti anakku yang sekarang. Belum banyak stasiun televisi swasta yang kami miliki. Sebelum ada antena UHF, kami sering numpang lewat antena parabola tetangga yang bocor. Hahaha. Dan adalah salah satu acara TV kegemaran kami. Sebuah serial dari negeri latin sana. Kalau di Indonesia semacam sinetron. Kebanyakan cerita yang diusung pada umumnya sih soal kasta. Antara si miskin dan si kaya. Dibumbui dengan kisah percintaan yang ditentang dan balas dendam, semakin menghasilkan cerita yang asyik untuk diikuti (menurut kami saat itu). Lalu apa hubungannya dengan kampung halamanku? Nah, salah satu permainan menarik yang kami mainkan selama dikampung halaman adalah bermain peran jadi Sergio-Marimar, salah pemain favorit kami di telenovela yang berjudul "Marimar". Hahaha. 

Cara memainkannya pun cukup unik. Jadi kami bermain secara berpasang-pasangan. Setelah sebelumnya kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari satu anak laki-laki dan anak perempuan. Para "aktor pria" gadungan tersebut membuat kalung/cincin dari rumput kering untuk dipersembahkan kepada kami, pasangan wanitanya. Tak lupa kami juga mnyematkan bunga diatas telinga dan berlagak menjadi seorang aktris ala-ala.

Sebagai anak yang paling kecil, aku dipasangkan dengan Doni, tetanggaku yang juga paling kecil. Usianya selisih beberapa bulan dariku. Darinya aku mendapatakan sebuah cincin dari rumput kering. Yang sampai beberapa bulan masih kusimpan sebagai kenang-kenangan. Ya, kenang-kenangan, karena dia sempat pindah beberapa minggu kemudian ke sebuah daerah di Mempawah, Kalimantan Barat. Mengikuti Ayahnya yang seorang kepala Bank nasional dan dipindah tugaskan di sana.
Meski sudah nun jauh disana, kami masih senantiasa berkabar hingga lulus SD. Setiap kali sebelum menulis surat, teman-teman memintaku untuk menyampaikan salam. Dan itu adalah cara kami tetap akrab dan menjaga persahabatan.

Dan ketika kini telenovela diputar kembali. Tetiba mengingatkanku keseruan yang aku rindukan dikampung halamanku semasa kecil dulu. Di sebuah gang kecil ditengah kota Purwodadi. Di sebuah perumahan yang sudah semakin padat sekali penduduknya ini. Yang bangunannya sudah tak sama lagi karena direnovasi. Dan bahkan mulai banyak rumah yang tidak lagi dihuni oleh pemilik asli. Rasanya masih seperti ingin mendengar gelak tawa membahana khas masa kecil kami. Keceriaan disore hari. Dan kebahagiaan yang sepertinya tidak rela untuk pergi.


#Week1 #1Minggu1Cerita





Tuesday, 24 January 2017

8th Day Challenge : 5 Fakta vs Opini tentangku

20:03 12 Comments

Hidup dengan karakter orang yang berbeda-beda tak membuat setiap orang memilik pemikiran yang sama dengan dan tentang kita tentunya. Seperti kata pepatah "Dont judge a book by its cover" mungkin bisa menggambarkan bahwa kita terlihat dari apa yang orang lain lihat secara nyata. Baik secara fisik maupun personality. Dan tak jarang ada yang melontarkan opini berkebalikan dengan faktanya. Atau menanggapi fakta dengan opini berdasarkan kacamata mereka saja. Pernah ngalamin hal ini donk pastinya?
Nah, dibawah ini adalah 5 fakta dan opini versi aku :
1. Biar mungil begini aku sudah kepala 3 loh. (Bangga? Enggak!)
Opini yang berkembang dimasyarakat (ceilee) aku ini seringnya dianggap masih muda (ehm). Yang ini mungkin karena perawakan tubuhku yang pendek, kecil, imut (yang terakhir fitnah banget) sehingga banyak orang yang mengira aku masih usia anak sekolahan. Dulu sebelum menikah pernah dikira anak SMP mau les malah. Hihihi. Jadi ceritanya waktu itu lagi disebuah angkutan kota , mau kekampus legalisir ijazah. Trus ada bapak-bapak deketin. Karena aku bawa map dan tas ransel mungkin. Ni bapak-bapak langsung nanya : "Mau les apa dik?". Wkwkwkwk.
Parahnya gak cuman sekali itu. Waktu uda nikah dan punya anak pernah juga ngalamin hal yang kayak gini juga.  Ceritanya mau ngemall sambil gendong Dhafin yang waktu itu baru 4 bulan. Gak tahu kenapa ada orang yang nglihatin dari atas sampai bawah. Dan tidak hanya satu atau dua orang aja loh. Aku sendiri jadi ikut heran kenapa aku dilihatin. Takut ada yang salah aku langsung nanya ke suami apa ada yang salah. Kata suamiku mungkin aku dikira anak SMU yang MBA (Married By Accident). Karena aku yang mungli bawa anak segedhe gaban. Hahaha. Iyaa bisa jadi. Karena Dhafin berat badannya kategori "besar" untuk anak seusianya dan untuk ibu "semini" aku. ^^'

2. Sensitif dan penyedih
Uhuk. Harus ngakuin yang ini nih. Meski terkadang aku "selalu" tertawa bahagia dan selalu melontarkan lelucon hingga bikin orla ngakak guling-guling, sampai ada yang bilang kalau aku orangnya selalu happy, gak pernah sedih dan gak pernah punya masalah atau beban, sebenarnya mereka SALAH BESAR.  Aku tuh bukannya "seperti" tidak punya beban, tetapi tidak punya dosa. *eh*. Yang sesungguh-sungguhnya terjadi adalah aku tuh anaknya sensitif. Sensitif disini maksudnya adalah aku selalu bisa membaca gestur/roman muka seseorang. Jadi kalau ada orang yang bernada tinggi sedikit, langsung kerasa, jadi pilih nyingkir deh sambil nginget2 apa yang uda aku perbuat sebelum-sebelumnya.
Dan dibalik sifat ceriaku, ssesungguhnya aku adalah penyedih. Apalagi kalo uda sampai nangis. Sampai tujuh purnamapun bisa jadi gak berhenti-berhenti. Biar dikata aku lebay tapi entahlah i am what i am. Orang aku juga lombisa nemu cara buat ngendaliin diri kalau pas lagi sedih kok. Yang penting asal ketika sedang sedih, aku gak dibiarin sendirian aja. Syukur2 dihibur dengan dibeliin es krim, dijajanin cokelat trus dikasih duit segepok. Bisa jadi kesedihannya gak jadi nemplok. Hihihii *ini semacam kode keras ya. Catat! =D *

3. Minderan
Selama ini salah satu ketakutanku adalah masuk ke suatu komunitas baru. Aku harus menciptakan zona nyaman versiku sendiri. Dan seringnya kalau baru bergabung dalam suatu komunitas baru pasti aku masih suka yang nge'hang' gitu. Tapi alhamdulillah ketutup sama sifat talkative aku. Jadinya pada gak tau kalau sebenarnya aku ngerasa minder alias gak PD kalau sedang berada di komunitas baruku.

4. Nggak galak tapi cengeng dan lucu.
Kalau ada yang bilang aku galak kadang heran sendiri. Dari berita gosip yang mana sih yang menyatakan kalau aku orangnya galak?? Huh. Masa muka ibu peri seri omaswati begini dibilangin galak? Aku tuh lucu kalik. Hihihiii.. Dan soal cengeng? Yes, i am. Paling gak bisa lihat hal sentimentil barang sedikit. Lihat anak kucing / hewan yang mati, pengemis yang penampakannya berupa seorang nenek2 tua, sampai nonton reality show yang skenarionya dibuat untuk mengaduk-aduk perasaan pemirsanya adalah hal yang wajib kuhindari. Eman, bisa-bisa capek nangisnya ntar. 

5. Aku tuh BIASA AJA
Jadi, kalau ada teman yang bilang kalau aku tuh bisa bla...blaaa...blaaaa. Atau pinter naaa...naaa....naaaa.... maka silakan gampar aja. Mungkin teman tadi habis pulang dari kuburan hingga kena sawanan atau sedang khilaf yg berkepanjangan.

Hahahaaaa. Demikian tulisan ini dibuat dengan selucu-lucunya dan dalam tempo yang sesempit-sempitnya agar dapat dipergunakan sebahagianya. Sekian dan terima gaji.

Photo credit : idnametest.com

#8thDaysKF #KampusFiksi #Day8

Monday, 23 January 2017

7th Day Challenge : DEAR MYSELF

19:15 16 Comments
Dear myself,
Orang benar waktu bilang: "Hidup harus dijalani, bukan untuk diratapi apalagi dikeluhkan". Hidup terlalu singkat jika hanya untuk mengeluh. Kalo kamu berhenti berlari, akan semakin terinjak & terinjak. Bertambah kecil dan kerdil, tak mampu beranjak, bahkan merangkak!
Maka, larilah dan terus berlari. Meski capai, jangan berhenti. Masih banyak sekali tujuan yg belum engkau singgahi, sebelum (akhirnya) beranjak pergi. Akan terlalu sayang, jika cuman kau ratapi, tangisi hingga membuatmu smakin takut untuk berlari. Lebih jauh lagi.

Jangan biarkan apapun, rintangi langkahmu. Termasuk masalalu termanismu. Meski kau tahu mereka punya tujuan hidup yang sama sepertimu. Mereka punya hidup sendiri, maka tak seharusnya mereka usik kau lagi. Tarik nafasmu. Hiruplah udara baru. Lepaskan segala bayangan itu. Dia sudah ta berhak lagi membelenggu. Setelah apa yang kau capai sampai hari ini. 

Kalo kau merasa tersakiti, percayalah bahwa setiap orang butuh penerimaan dengan hati. Saatnya kau belajar mengerti bahawa orang yang menyakitimu akan menghantarkan pada tahapan hidupmu yang lebih tinggi lagi. Maka, tersenyum dan berterimaksihlah lah padanya. Dengan itu percayalah. Bahwa lukamu akan sembuh sendiri. Jika kau kuat dan mampu, ajaklah dia berlari, bersamamu. Karena tak ada pembalasan terbaik selain dengan berbuat baik.

Kalo kau lelah, ingatlah! Hidup adalah perjuangan. Lagukan kerasmu. Percepat langkahmu. Pelankan larimu. Sedikit dari waktu sebelumnya. Hingga kau temukan dirimu lagi dan berjanji bahwa kau akan menebus untuk setiap waktu "rehatmu". Yakinlah kau bisa lalui semua itu.

Kalo kau ingin bersandar, kau harus sadar! Kau tidak sendirian di dunia ini. Banyak orang disekitarmu yang (tentunya) sangat mencintaimu dengan sepenuh hati. Akan ada banyak penerimaan disana. Ada rintangan tangan berjuta yang siap menampung setiap tetes air mata, isak tangismu pun juga cerita yang ada dibaliknya. 

Kalo kamu bersedih, berhentilah merintih. Usaplah sang 'perih'. Ingat! satu kesedihan berarti ada sejuta kebahagiaan yang tertunda, menantimu, diluar sana. Usap air matamu, tersenyumlah, bangkit, benahi posisimu, dan berlarilah kembali. Hidup terlalu sempit untuk menyimpan satu kesedihanpun untukmu. Dan kau tidak berhak untuk terus menyimpannya, sedikitpun. Dengan sendirinya, dia akan berlalu darimu (Jangan lupa, berterimaksihlah pada sang waktu!).

Kalo kamu masih tetap bersedih, ingatlah saat dimana bahagiamu tiba. Ketika semua orang yang kau sayangi ada disampingmu dan terus mendukungmu. Saat terwujud impianmu, saat keras tertawamu, saat riangnya langkahmu, bahkan saat senyuman seseorang bisa mengubah hidupmu.

Saat semuanya terjadi secara bersamaan, Ingatlah sang MAHA diatas sana. Ingatlah hal apa yang belum kau berikan padaNYA. Ingatlah bahwa cinta-NYA melebihi rasa cintamu pada diri sendiri,
Ingatlah bahwa semuanya terjadi atas kuasa-NYA dan ingatlah bahwa kesedihan kecil apapun DIA hanya ingin supaya kau lebih dekat kepada-NYA.

Maka, bersujud dan bersyukurlah. Karena hari ini... kau masih ada pada-NYA.

Kalau kau masih tak bisa mengatasi semua perasaanmu, bacalah kembali apa yang kau tulis ini. Karena terkadang, kau tak butuh kekuatan dari orang lain. Cukup darimu, olehmu dan untukmu.

Purwodadi, 24 Januari 2017.
r.a.h.m.a

#10DaysKF #Day7 #KampusFiksi

6th Day Challenge : I'm what I'm

01:58 8 Comments

Kalo ditanya hal apa yang menurutku membanggakan tapi seringkali dianggap remeh orang lain.
Jawabanku adalah :
"Bisa naikin berat badan!'. Ini prestasi bangettt buat aku!.
Yups, Naikin berat badan. Kaum minimalis dari belahan dunia mana sih yang ga mau?
Ohya, sebagai salah satu kaumnya, kenalan dulu yuks. Kaum minimalis itu adalah kepanjangan dari makhluk yang mini, ekonomis, manis  lucu dan eksotis. *salim*.
Punya berat badan dibawah rata-rata orang kebanyakan itu beban mental tersendiri loh. Apalagi kalo yang pada nyinyir uda bawa-bawa nama orang lain. Contohnya dikait-kaitin dengan suami yang kurang kasih belanja bulanan sampai orangtua yang katanya dulu kurang kasih vitamin. Haduuuuu, rasa-rasanya pengen banget lempar pake batako rasa stroberi-beri  hasil minjem Mak lambe.
Tapi yasudahlah, namanya juga sudah cetakannya begini. Yang menghina sama aja donk dengan menghina sang pencipta. Itu kata ibuku dulu. ^^’
Bisa naik 1-3 kiloooo aja berat badanku rasanya seperti menang perlombaan. Uda bisa bikin aku bangga banget. Saking bangganya bisa jadi tar jalannya pake acara membusungkan dada ala gober bebek pamerin koin emasnya. Ahahay. Karena bagiku, perjuangann yang sangat berat seberat aqua gallon isi semen. Makan apaa aja, berat badan tetap aja stuck di tempat. Sampai kata ibuku dulu kalo pas nimbang malu sama orang-orang disekitarnya.
Sedihnya, terkadang ada orang-orang yang justru ngeremehin. Apalagi cewek. Bagi mereka naiknya berat badan bukan suatu kebanggaan, justru sebagai sebuah bencana kali ya. Lagian kebanyakan kalo cuman naikin berat badan mungkin bukan hal yang sulit bagi mereka. Padahal mereka belum tahu perjuangan dan apa yang ada dibalik keminimalisanku ini. Huks, sedih kan ya.
Baiklah, sebelum kebaperan ini semakin menjadi. Semua ini setidaknya membawa hikmah tersendiri bagiku. Jadi inget pesen Bang Napi : “Bahwa setiap hal yang dimiliki oleh orang lain dan acapkali kita anggap remeh, terkadang ada sebab yang tidak kita tahu di sebaliknya. , It’s ok. That’s me, my self who i should proud to be as "I’m what I’am".


#10DaysKF #KampusFiksi 


Sunday, 22 January 2017

5th Day Challenge : FILMS IN FRAME

06:27 18 Comments

Tak terasa, perjalanan #10DaysWrittingChallenge atau #10DaysKF dari #KampusFiksi sudah separuh perjalanan. It means 5 days left, gengs... Yeay!.
Untuk tema kali ini adalah tentang 3 film yang paling berkesan buatku. Hmmmm, jujur ajjah. Ini tema terberat sepanjang sejarah nulis di #10DaysKF nih. Bukannya apa-apa, sejak jadi "hotmama" alias mama yang kepanasan *halah*, bisa dipastikan kalau aku jarang pake banget nonton filem. Setiap harinya tv selalu dipenuhi dengan film kartun kesukaan anak lanang. (Sumpah deh, kalo kalian ngerasain hal yang sama denganku ini, berarti kalian adalah emak-emak sejati *kibasdaster*).
Kalo nonton film di bioskop, terakhir dulu nontonnya rame-rame ma teman se-gank. Dan itupun  jaman kuliah semester akhir. *alamak*. Baiklah, abaikan saja curhatan sedihnya yaks (sekarang kalian taukan kenapa ini jadi tema terberat bagiku).

Dan berikut adalah 3 film yang menurutku berkesan :
1. Titanic.
Wkkk. Jadoel banget gak siy. Tapi weittt, jangan salah ya. Menurutku titanic itu film romantis sepanjang masa looh. Buktinya, tiap tahun pasti adaa aja stasiun TV yang nayangin filmnya pada moment2 tertentu. Dan ngemeng-ngemeng kenapa film ini berkesan? Karena ini adalah film bioskop pertama yang aku tonton. Maklum, secara aku hidup dikota kecil. Jaman baheula film yang diputar di kota kami kebanyakan film lokal yang bergenre 18+, sperti "Ranjang berderit" dan teman-temannya itulah. "Kok inget?". Iyalah. Coz dulu kalau naik angkutan kota ke sekolah kan sering keliling dulu lewat depan bioskop. Ahahah. Seingatku film populer yang pernah diputer disitu cuman "Who Am I" sama "Titanic" sebelum akhirnya bioskopnya tutup. Ahahay. Mengenaskan sekali yaks. Tapi yasudahlah, semengeneskan apapun, saya tetep cinta kota ini kok.
Tak hanya itu, film ini jadi berkesan karena aku nontonnya bersama orang spesial pulak. Bukan pacar ataupun gebetan, tapi sama Bapak(awas yg mo ngetawain ngaca dulu, digiginya ada cabe gak? ^^v). Mungkin saat itu Bapak khawatir akan putrinya yang beranjak remaja ini ya. Jadi kalo kemana-mana Bapak jadi bodyguard utama =D.
Tapi pssstttt, akhirnya kesampain nonton Titanic lagi dink untuk yang kedua kalinya setelah berani-beraniin bolos rame-rame dengan melompat pagar belakang sekolahan, cabut ke salah satu rumah temen naik angkot. Hahaha.


2. A Walk to Remember.
Yang ini drama romantis lagi. Sukak banget dengan ceritanya. Tentang si "bengal" yang berubah jadi baik setelah bertemu dengan cintanya. Ahhkkk, inget sempet nangis segala waktu nontonnya. Sukak juga dengan soundtracknya yang berjudul "Only Hope". Gara-gara itu jadi punya obsesi suatu saat pengen manggung nyanyi sambil maen piano trus yang dinyanyiin lagunya Mandy Moore yang itu.

3. Heart
Nonton film ini gara-gara ditraktir temen yang sedang ngadain pesta lajang. Dianya cowok sendirian, yang ditraktir cewek smua 5 orang. Dari makan, nonton sampai dikasih kaos kembar buat kenang-kenangan berlima semuanya dia yg bayarin. Seneng banget donk. Secara gratisan adalah surganya anak kos gitu loh (etapi smpai jadi emak2pun masih demen dink yg namanya gratisan) ^^'. Namun beberapa hari kemudian, ada salah satu sohib dekat yang cerita bahwa doi terkena kanker otak. Tiba-tiba langsung ingat film ini. Hiks, Entah bagaimana kabarnya sekarang, semoga sudah sembuh dan diangkat penyakitnya, serta diberi-NYA kebaikan dan kebahagiaan disepanjang hidupnya ya. Aamiin.


Demikianlah tiga film yang paling berkesan menurutku. Kalo pengen lebih berkesan lagi mungkin nanti kalo sudah tayang aja ya filmku. *sok ngartis.com*. Ahahah. Ini filmku. Mana film-mu?

#10DaysKF #KampusFiksi







Saturday, 21 January 2017

4th Day Challenge : E dan R

08:43 4 Comments

Sudah hari ke empat dari #10DaysKF, nih. Dan untuk hari ini, "Tanpa menyebutkan nama, coba ceritakan bagaimana pertemuan pertamamu dengan si Dia". Jadi boleh dunk judulnya kita pakai inisial aja ya?. Hihihi.

"Mantanmu adalah kekasihku"

Pernah denger kata itu di bak truk? Aku pernah. Reaksi pertama tersenyum geli. Tapi akhirnya menyadari. Bukankah setiap orang bisa jadi "mantan" orang lain? Kecuali bagi mereka yang tidak pernah pacaran pastinya. Nah, cerita ini mungkin garis besarnya seperti itu. Tapi biar afdhol and ga sawanen, baca dulu dooonk sampai bawah, ya *maksa apa ngancem?*

***

Aku lupa hari itu hari ultahku yang ke berapa. Ibu ingin membuat perayaan kecil-kecilan dirumah. Jangan bayangkan ini sebuah pesta. Karna  yang ada memang hanya sebuah pengajian ibu-ibu komplek dan sekitarnya. Bedanya, aku boleh mengundang teman-teman dekat. Karena ibu akan memasak banyak dan beraneka lebih dari biasanya.
Baiklah. Lumayan daripada lumanyun. Teman dekat juga tak apalah. Yang penting aku bisa ngerayain ultahku dengan happy. Ya’kan?
Akhirnya, teman-ku satu demi satu pun berdatangan. Dan salah satu dari mereka diantar sendiri oleh pacarnya. Kami pun bersalaman dan berkenalan satu sama lain. Bukan hanya denganku tapi juga dengan semua teman yang kuundang. Kami semua berguarau sepanjang acara dengan riang gembira.
Pertama kali lihat pacar temenku sih tidak ada yang istimewa, Karena akupun juga sudah punya seseorang nun jauh disana *ehm*. 
Cuman, pertama kali melihatnya itu seolah mengingatkanku akan sosok kakak sulungku (aku biasa menyebutnya “mas mbarep”—jawa) . Dari tinggi dan berat badannya, model rambutnya juga wajahnya semuanya hamper menyerupainya.
Soal Mas mbarepku ini aku punya cerita istimewa. Jadi, dari kecil aku itu selalu ngefans sama Mas mbarepku. Selisih 13 tahun mungkin membuat sosok masku terlihat begitu dewasa dan bertanggungjawab dimataku. Dan menurut versiku saat itu, dari keempat kakakku Masku mbarep adalah kakak yang paling menyayangiku. Karena dia yang selalu membelaku jika ada salah satu saudara kami yang mengusiliku. Dan yang paling kuingat, dia satu-satunya orang yang tidak pernah lupa untuk menyempatkan pulang dihari ulang tahunku demi sebuah kado kecil dan sederhana yang sudah disiapkannya jauh-jauh hari. Sampai sekarangpun, dia juga yang selalu perduli dan tidak pernah melewatkan episode-episode penting dalam hidupku.
Bagiku dia adalah sosok yang paling mengayomi, penyayang, penuh perhatian juga bertanggungjawab. Untuk itulah dulu aku selalu punya cita-cita punya pasangan yang bisa memperlakukanku seperti yang selalu dilakukan mas mbarepku kepadaku. Karena sebagai anak bungsu, jujur saja aku terkadang bisa lebih kekanak-kanakan dari anak kecil (tapi sekarang sih uda gak lagi, kecuali khilaf), secara keempat kakakku yang baik-baik itu selalu memanjakanku. ^^
Dan  ketika aku bertemu lagi dengan temanku aku bilang pada temanku kalau pacarnya mirip banget kayak Mas mbarepku.
Aku tak tahu entah Tuhan mendengar keinginanku atau memang sudah jodohku. Singkat cerita, dia benar-benar datang di kehidupanku. Berawal dari sms yang kukira nyasar dan ternyata dari dia yang berniat menjalin komunikasi denganku lagi. Akhirnya cerita pun mengalir sebagaimana adanya.
Hingga akhirnya suatu sore di penghujung tahun, dia yang kerja jauh diluarkota datang kerumah untuk menemuiku. Dia datang untuk menanyakan kesediaanku untuk hadir dikehidupannya karena sudah merasa cocok denganku.
Karena aku tidak pacaran, maka kutantang dia untuk memintaku langsung didepan orangtuaku. Tanpa kuduga, sepulang kami pergi bersama, diapun menemui orangtuaku dan berkata bahwa besok dia akan kerumahku lagi bersama kedua orangtuanya. Dan terjadilah pernikahan ini. Pernikahan yang sudah menginjak tahun ke Sembilan untuk kami jalani dan syukuri.
Demikianlah pertemuan pertamaku dengan si dia. Meski tidak seindah cerita cinderella, bagiku ini adalah cerita terindah yang tuhan ciptakan untuk aku dan si "dia".
Bagaimana denganmu?

#10DaysKF with #KampusFiksi







.


Friday, 20 January 2017

3rd Day Challenge : Goals of the year

07:18 4 Comments



Rasanya baru kemarin ini nulis resolusi, tapi berhubung tema Challenge hari ke-3 dari #kampus fiksi masih ga jauh-jauh dari pencapaian-pencapaian yang harus diraih tahun ini. So let's write, gengs..

Berikut lima hal yang ingin aku capai tahun ini :

1. Bisa dapet beasiswa S2
 Yang satu ini sih sebenarnya uda cita-cita dari lamaaa, cuman lom kecapai-capai. Jadi moga-moga tahun ini lah ya, bisa kesampaian juga. Kalopun belum kesampaian insyaallah masih tetep bakalan nulis keinginan yang satu ini dimanapun. Namanya orang berharap ya? Jadi anggap aja tulisan adalah doa. hihihi (aamiin).

2. Bantu ngewujudin cita-cita ibuku buat naik haji.
Ya Allaaah, ini cita-cita ibuku banget dari waktu kecil katanya. Cuman karena masih kerepotan dengan keberadaan kami berlima (mungkin), jadi beliau cuman bisa menunda bahkan memendam keinginannya yang satu ini. Hiks. Tahun ini, meski cuman bisa ngebantu dengan dukungan dan doa buat ibuku agar tetap semangat kobarin niatnya naik haji, insyallah tahun ini pasti dan harus beneran berangkat hajji. *sing penting yakin* Insyaallah. Aamiin.
Jadi inget waktu kecil dulu, pernah janjiinn mau hajjiin ibuku. Tapi entahlah, melihat keadaan yang belum memungkinkan, jadi sementara waktu baru bisa doain ibuku supaya tercapai keinginannya dan nabung sedikit-sedikit buat persiapan yang kecil-kecil. ("Maaf ya Mi, lomsa ngewujudin cita-cita mami yang ini bahkan meski akiu sudah sebesar ini") :'(

3. Punya bisnis sendiri.
Yang ini mah asli disponsori oleh rasa envy liat teman-temen yang sakses dengan bisnisnya. Punya uang sendiri dan ngembangin bisnis pake brand nama sendiri. Wow. Keren banget pastinya.

4. Pengen bisa liburan bareng bersama ortu, keluargaku, keempat kakakku dan keluarganya.
Eh? Ini pencapaian juga gak sih? Kalo menurutku pencapaian sih. Karena bisa nyempetin momen bareng berlima plus ortuku itu sulitnya pakek bangeeeetttt. Tiap lebaranpun jarang banget bisa ngumpul lima-limanya. Hmmm. Pengen banget lah bisa pergi ke luarkota, nginep dihotel/vila/resort trus piknik bareng. Hmmmm. Semoga liburan tahun ini atau pas penghujung tahun bisa kelakon, ya.

5. Bisa sakses menghantarkan anak didikku ke gerbang kesaksesan (eciyyee)
Tahun ini adalah tahun dimana untuk pertama kalinya anak didikku menghadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Hwaaaaa, menghadapi empat materi inti aja mereka sulit apalagi harus melalui komputer. Secara background keluarga mereka yang "spesial", sehingga membuat mereka sangat jarang (bahkan tak pernah sama sekali) bersinggungan dengan komputer, maka sepertinya Ujian Nasional tahun ini tantangannya bakal lebih. Tapi sebagai guru yang kece tetep semangat dan optimis dunk ya. Lets do the best. Ganbatteeeeee....

Nah demikian lima hal yang ingin aku capai tahun ini. Ayooooo, apa hal yang ingin kalian capai tahun ini? Samakah denganku?


#10DaysKF
#Kampus Fiksi

Thursday, 19 January 2017

2nd Day Challenge : Tiga hal yang kemungkinan besar akan membuatku histeris

05:59 12 Comments

 pixabay.com

It's my second day challenge from #KampusFiksi nih. Dan tema kali ini adalah 3 hal yang kemungkinan besar akan membuatmu histeris. Wow.  Sebelum gagal paham, ada baiknya menilik arti histeris di Kamus Besar Bahasa Indonesia berikut ini :
histeris/his·te·ris/ /hist√©ris/ adalah bersifat histeria: disambut dengan teriakan --
Ngomong-ngomong soal teriak, menurutku cewek selalu identik dengan teriakannya. *ini menurutku loh ya*. Reaksi spontan pertama cewek adalah teriak. Bahkan bisa dibilang kalo teriak adalah kekuatan utama sang hawa. Aku jadi teringat pernah menemui kejadian unik waktu dikampus. Kami yang serius di kelas listening, tiba-tiba mendapati lampu lab-nya mati. Dan  otomatis tanpa dikomando, hampir semua cewek dikelas kami teriak. Pun ketika suatu hari mendapati salah satu adik kosku yang tiba-tiba berteriak di siang bolong sepulangnya dari kampus. Kami yang terkejut serta merta lari tergopoh-gopoh menghampirinya. Dan apa yang terjadi? Ternyata dia teriak (cuman) gara-gara kegirangan karena "berhasil" mendapatakan balasan sms dari gebetannya. Hahaha.

Dan untukku sendiri, kemungkinan besar aku akan histeris ketika menghadapi tiga hal ini :

1.   Menang undian yang cetar membahana

 Sebagai salah satu anggota kuter, menang undian yang sudah diidam-idamkan adalah satu-satunya impian dan harapan. Bayangin bisa menang hadiah mobil, rumah, gadget even voucher aja sudah ga kebayang senengnya. Apalagi kalo beneran menang undian tersebut diatas yaa. Waaah, bakalan ga berenti deh jejeritannya. Ngalahin serigala dengan lolongan panjangnya di malam purnama ke tujuh belas. Aw, aw, aw.

2. Denger kabar baik tentang diterimanya tulisanku disalah satu kumpulan naskah penulis ternama
Hwaaaa, kalo yang ini mah cita-cita banggeet. Meski modal tulisannya masih rasa remah-remah rempeyek jengkol begini, aku punya cita-cita terpendam loh. Ingiiin pakek banget liat ada namaku dideretan buku penulis ternama di toko buku-toko buku terkemuka. Hwaaaaa, bisa jadi nangis haru yang meraung-raung nglebihin mobil polisi india.  *Ahay, acha. acha*

3. Lihat kecoa!
Semua orang pasti punya phobianya masing-masing kan ya? Nah, demikian juga aku makhluk yang terghaib di negeri Indonesia. =D. Aku paling jijay  sama hewan yang jalannya maju mundur maju mundur cantiiik...cantikk ituh. Palagi yang datangnya tiba-tiba seenak jidatnya sendiri. Nyelonong nemplok di pundak/ rambut orang tanpa permisi. Hwaaaa, bisa setahun ga bakal masuk ketempat itu lagi deh.

Nah, itu semua 3 hal yang kemungkinan besar akan membuatku histeris di #10DaysKF bersama @kampusfiksi. Tuker cerita dikomen, yuks!


Wednesday, 18 January 2017

1st DAY CHALLENGE : Mata teduh penakluk hati

07:58 9 Comments


Aku tahu sosoknya yang biasa saja. Masih kalah jauh dengan orang-orang yang "berusaha" mendapatkan hatiku untuk kesekian kalinya.
Namun, yang aku tahu hanya satu, mata teduhnyalah yang justru memporak-porandakan hatiku. Ya ! Mata teduhnya itu.

Dia bukan sosok yang banyak bicara, tapi aku seolah melihat banyak kata dari balik matanya.
Aku selalu tahu kapan dia sedih, ataupun gembira tanpa perlu mengucap kata. Semacam chemistry yang entah darimana muasalnya. 

Menjadi teman dekat, pemuja rahasia dibelakang semua senyum simpulnya, maupun menjadi pengagum satiap laku dari balik punggungnya, cukup membuatku selalu berbunga.

Sejak itulah aku selalu memasukkan mata teduhnya dalam daftar yg pertama sebelum memutuskan untuk jatuh cinta!

Bagaimana aku tidak jatuh cinta?
Yang pada kerlipnya aku tahu bahwa dia selalu bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
Yang pada binarnya aku tahu bahwa dia sedang berbahagia.
Yang pada redupnya aku tahu dia menyimpan secakup luka, juga kesedihan yang tengah disembunyikannya.

Aku juga bisa melihat bagaimana semua kerlip, binar juga sedikit redup matanya ketika berbicara tentang tuhan.

Aku suka. Selalu suka dengan caranya mencintai Tuhan. Cara yang jauh dari pikiran seorang aku, seorang yang selalu jumawa bahwa akulah hamba yang paling tahu akan firmanNYA dari semua buku yang sudah kubaca sebelumnya.
Ah. Aku malu. Namun seperti biasa, mata teduhnya senantiasa menenangkan. Dan aku semakin jatuh dengan perasaan yang mendalam.

Dialah sang kekasih idaman, dengan mata teduhnya dan juga kecintaannya pada tuhan. Tak perlu membuatku berpikir banyak hal untuk hati ini kutautkan.

Day-1
#10DaysKF with @kampusfiksi





Thursday, 12 January 2017

Keunikan suami dan istri menghadapi anak yang sakit

00:38 0 Comments


Sudah empat hari ini Dhafin (Dhaff) anak kami, sakit. Demam yang selalu mencapai kisaran 39 koma selalu membuat kami panik. Mungkin karena riwayat kesehatannya yg memiliki thypus, maka hak itulah yang membuat suhu tubuhnya ketika demam selalu tinggi. Hmmm.
Berawal dari kepergian kakak dhafin yang tiada karena panas juga. Membuat kami (terutama dan selalunya aku) selalu panik berlebihan ketika dhafin demam. (Naluri ibu kali ya?)
Nah, biar ga stress sembari jagain naknang dikasur, sekalian mau ngamatin keunikan perbedaan cara menghadapi anak yang sakit versiku dan suami, ah. (Penting ga penting yang penting nulis yak. Hihihi)

1. Pasca ngukur suhu tubuh pakai  termometer.
Aku : Langsung ambil kompres, kalo sudah set up, ribut cari obat ke apotik.
Suami : ngadepin kipas angin ke tembok, trus browsing gejala2 yang  sama dengan yang dialamin dhafin di internet (^^)
2. Tata cara memberi obat
Aku : minta bantuin suami buat megangin secara badan dhafin yg besar dan kuat mampu meronta dengan cepat dan ta ayal sering membuatku dan eyang dhafin kewalahan
Suami : dhafin dipegang sendiri, di cangap (dibuka mulut) nya, sekaligus dirayu2 di janjiin beliin mainan. Dan (hei, it works!). Seringkali kulihat dhafin membuka mulutnya dengan tulus ikhlas dan rela. *horee*
3. Sistem jaga
Aku : bisa setiap malam cuman tidur2 ayam. Harus wajib bangun per 4/5 jam buat minumin obat (yg seringnya tidak berhasil itu) dan ngukur suhu per jam nya (takut kalau sampai 40. Dulu, kakak dhafin meninggal ketika suhunya 39,8. Hiks)
Suami : sesekali bangun, pegang kening dhafin, tidur lagi. (Yeah, it's ok laa. Sudah capek dgan pekerjaan kantor ya).
4. Waktu masa demam
Aku : gak sabar buat buru2 pagi untuk periksa ke dokter, mbingungin, ngrecokin misua supaya segera dianter ke dokter. Ujung2nya bingung mau dibawa kedokter siapa. Trus bikin status. Hahahah.
Suami : lebih tenang, siap2, nyiapin mobil, trus nanya : "mau periksa kemana?" *sipp*
5. Waktu anak gak mau makan
Aku : dikit2 nanya mau makan apa trus siapin makanan kesukaan si kecil dari A-Z.
Suami : nyiapin vitamin, ambil piring berisi makanan, nyuapin si kecil sambil membujuk agar mau makan barang sesuap. *iyesss*

(Hhhh, alhamdulillah. Sakit kali ini didampingin suami. Jadi ada partner buat menghadapi  semua. Temasuk bisa nerbitin tulisan yang penting gak penting yang penting nulis ini. ^^') Tak lupa mohon doanya y, agar dhafin lekas sembuh. Yang mendoakan semoga snantiasa diberi kesehatan dan keberkahanNYA. Aamiin. Terimakasih.





Thursday, 5 January 2017

Taman hijau kota Purwodadi , hiburan murah meriah minim biaya.

07:47 1 Comments

Hai..hai...hai...
Liburan tlah usai,nih. Yang kemaren gak kemana-mana jangan bersedih ya.
Kalo butuh refreshing, dapet hiburan sekaligus ga butuh banyak biaya. Hayuyuuuk, ke taman kota saja

Kenapa taman kota?
1. Wilayahnya yang luas, bikin cadas binti puas anti lemas pokonya. *alah*.
Taman yang terletak di tengah kota ini bisa mmudah sekali jangkauannya, jadi mudah sekali akses buat menuju kesananya (a.k.a irit transport).
Ditaman kota ini, kita bisa membiarkan anak-anak kita bebas bermain saking luasnya. Ada taman buat basket, jogging, sepedaan, juga taman bermain yang isinya ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan semacamnya.

2. Tempatnya yang instagrammable memungkinkan kita untuk mendapatkan angle yg bagus buat berfoto ria. Terutama buat kita yang eksis binti narsis. (Kita??? Elo aja kalee, gue enggak!).
Ada banyak sudut yang bagus banget buat selfie, wefie atau grufie.
Tak ayal, tempat ini sering dipenuhi kwrumunan atau gerombolan anak muda beserta gank nya. Ramee sekali, terutama malam minggu.

3. Ga butuh biaya banyak kalo kesana. (Ini yg paling emak2 demen kan yaks? Uhui).
Dengan berbekal duaribu perak buat parkir, bisalah kita masuk ke dalam taman kota ini.
Kalopun mau jajan, tidak ada penjaja makanan yang berkeliaran disana (dompet aman, mak!). Sejauh perjalanan kesana, yang saya temui hanyalah penjual mainan serupa balon dari busa sabun yg warna warni itu.

Meski taman kota yang letaknya di jalan hayam wuruk purwodadi kualitasnya masih sangat jauh dengan yang ada di kota-kota besar. (ya iyalah, namanya aja baru sekelas kabupaten, yak ^^')
At least kita wajib mengapresiasi iktikad baik dari pemkab yang sudah memberikan fasilitas umum bagi masyarakatnya seperti kita ini, donk. Untuk itulah, sebagai salah satu bentuk apresiasi, sudah seharusnya kita bangga dengan yang kabupaten kita punyai dan tentu saja tidak merusak fasilitas umum agar selalu bisa nyaman untuk dinikmati.
Setujuuu kan manteman??

Dari area parkir menuju tengah  lokasi 


area body builder

Kamar mandi

(Masih) di arena body builder

Denah lokasi


Banyak lingkaran taman yang cocok buat selfie

Gazebo

Tempat sampah untuk menjaga kebersihan taman

"Ayooo, ayooo buanglah sampah pada tempatnya, ya..."

Arena paling ramai dikunjungi, area anak-anak



Area favorit Dhafin buat naik-naik

"Prosotan yuks, ahh...."

"Dilarang injak rumput, ya"

"Ayunannya boleh buat dewasa juga apa ya?"


Riuhnya paling terasaaa di area mainan anak ^^'


Sekarang udah ga perlu bingung mau kemana kan, kalo  mau cari hiburan di kala liburan atau wiken tiba? Yuuukss, ke taman hijau kota ajja.




NIAT BAIK YANG TAK JADI BAIK

06:54 0 Comments


Terkadang ada beberapa hal dalam hidup yang menurut kita baik, tapi ternyata itu bukanlah hal yang baik. Ibarat dua sisi mata uang, kebaikan yang kita lakukan justru memberi dampak buruk bagi kita maupun orang-orang di sekitar kita.
Seperti niat baik seseorang yang tetap ingin menjalin komunikasi dengan sang mantan. Mungkin alasan menjalin silaturahmi untuk memeperpanjang umur memang benar. Tapi yakinkah niatnya bisa setulus itu? Kalau memang benar-benar tulus, bagaimanakah dengan perasaan pasangan kita saat ini? Bagaimana jika itu menyakitinya? Sudah benarkah niat baik kita?
Sama juga seperti ketika niat baik kita untuk  memelihara kucing. Sebagaimana kita tahu bahwa kucing adalah salah satu hewan yang dipelihara oleh Nabi. Niat baik untuk memeliharanya jadi tidak baik ketika kucing tersebut mengacak-ngacak tanaman tetangga, mencuri makanan mereka atau bahkan meninggalkan kotoran dimana-mana.

Maka,  bahwa "ternyata" ada niat baik yang tidak selamanya baik. Meski ukuran baik atau tidak baik ini merupakan kuasaNYA. Namun, semoga kita bisa lebih bijak dalam menyikapinya.

rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email