Wednesday, 29 March 2017

Book Review : Novel "RINDU"- Tere Liye

22:32 8 Comments

Ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.
Membaca kalimat yang tertera di bagian belakang novel Rindu ini rasanya seperti menemukan kata yang paling menarik diantara rentetan kalimat akhir novel Tere Liye yang lainnya, ketika saya berada di sebuah bazar buku di kota kami beberapa minggu yang lalu. 
Dan benar saja, ada berbagai macam perasaan yang mengalir begitu saja mengikuti alur ceritanya hingga khatam.

Sebuah novel dengan setting kehidupan di masa penjajahan Belanda, sekitar tahun 1938 silam. Ada banyak hal sekali pelajaran "sejarah" yang bisa kita ambil didalamnya. Tentang kereta 'term" yang pada saat itu ternyata sudah ada di Surabaya, tentang sejarah pahlawan-pahlawan nasional besar kita, juga cerita tentang keberadaan dunia malam ala Eropa di masa lalu.

Pertama membaca novel ini, kita akan disajikan tentang kehidupan diatas kapal uap pengangkut jamaah haji. (Dan saya baru tahu kalau jaman dahulu orang berhaji menggunakan kapal bisa memakan waktu sembilan bulan perjalanan. Subhanallahu). Sang penulis begitu fasihnya mengungkap detil kapal tersebut dan bahkan bisa membuat saya memebayangkan seolah-olah berada di kapal mewah Titanic. Eh *Beda jaman yach, kita*. 
Entahlah, membaca keadaan di dek kapal hingga tempat tiang-tiang layar dalam novel tak ubahnya melihat sendiri bayangan Jack dan Rose ketika melapangkan tangan berdua. *Plak. Dan lalu ada yang menampar saya*. Ahaha.

Isi ceritanya sendiri adalah tentang Keluarga Daeng Andipati dan keluarganya dengan dua anak yang manis riang dan menjadi penghibur di setiap cerita. Juga istrinya yang hamil di antara perjalanan beratnya menuju Jeddah. Tentang Gurutta sang alim ulama yang mampu menggerakkan seluruh kapal untuk tetap melaksanakan aktivitas keagamaan diatas kapal. Tentang  Ambo Uleng si kelasi penyelamat dari Pare-pare. Bonda Upe dan suaminya yang punya masa lalu kelam, dan juga  cerita Mbah Kakung dan Mbah Putri yang menyayat hati. Ada pula Chef Lars pemasak yang sangat handal, Kapten Philips yang bijaksana, Ruben si boatswin dan tentu saja Sergeant Lucas dan para tentara Belanda yang arogan di cerita.

Seperti yang telah saya sebutkan di awal. Cerita ini berhasil mengaduk berbagai macam perasaan saya. Pilu mendengar cerita si Bunda Upe bekas seorang Cabo di Macao Po. Ikut merasakan kebencian yang dimiliki Ambo UIeng terhadap hidup dan kisah cintanya. Sempat hanyut dalam air mata ketika membaca kisah cinta Mbah kakung dan Mbah Putri yang sampai tua masih tetap romantis namun  akhirnya harus dipisahkan oleh  meninggal nya Mbah Putri dan harus ditenggelamkan ke dasar lautan dengan logam berat (hiks. Sumpah sempat nangis pas baca bagian ini).
Dan yang membuat kembali bersemangat ada pada bagian epilog-nya yang manis. Yaitu kisah si Ambo Uleng  yang pada akhirnya ditakdirkan untuk menikah dengan gadis yang diselamatkannya di waktu kecil dulu, yang tak lain adalah anak dari orang tua perjodohan Sang Gurutta. Teman sekaligus guru yang mengajarkannya banyak hal selama diatas kapal. Dari rasa sakit hatinya karena "hampir" kehilangan kesempatan untuk menikahi gadis pujaan hati, hingga bersatunya semua kerinduan  yang terkumpul dari sudut kecil hatinya pada hal yang paling hakiki di dunia ini, yaitu kerinduan pada sang Maha Khalik diatas sana. Kerinduan yang sama-sama dimiliki oleh hampir semua penumpang di kapal, hingga mereka tiba di depan Ka'bah. Tujuan utama mereka.



Saturday, 25 March 2017

Be with someone who is proud to have you

07:44 18 Comments
Kalau diartikan judul artikel diatas kurang lebihnya adalah :
"Hiduplah bersama seseorang yang bangga memilikimu."
Sebuah postingan yang sempat saya capture dari akun ivan gunawan.
Entah kenapa kalimatnya terasa menggelitik ditelinga.

"Hiduplah bersama orang yang bangga memilikimu."
Jika membayangkan pesan positifnya maka mungkin yang ada dibenak kita adalah wajah seseorang yang  akan selalu menampakkan wajah cerianya disamping kita. Yang selalu bersedia menggandeng tangan kita, mengajak kita kemana-mana dan seolah olah ingin mengenalkan semua dunianya kepada kita sebagai bentuk rasa bangganya karena memiliki kita.

Bagaimana dengan orang yang tidak bangga memiliki kita? Hmmm, mungkin kita hanyalah orang yang akan selalu ada dibalik layar dari segala aspek dihidupnya.
Jangankan untuk diajak mengenal hidupnya. Untuk dikenalkan pada orang-orang terdekat aja, pasangan kita akan terkesan tidak serius dan ogah ogahan. (Nah lo buat yg jones jangan mautuh diginiin ya.)

Efeknya?
Untuk yang merasa pasangannya bangga, efek yang bisa ditimbulkan pastinya adalah perasaan bahagia. Ini sangat bisa dilihat dari pancaran diwajah nya. Dia akan merasa jadi wanita paling cantik/ pria paling tampan di dunia. Karena pasangannya yang akan tetap menggandeng tangannya di apapun dan bagaimanapun kondisi nya.
Tentu saja hal ini berkebalikan dengan orang-orang yang pasangannya tidak bangga memilikinya. Selain akan membuat ketidak PDannya muncul,mungkin juga perasaan tidak nyaman bisa jadi ikut menghampirinya. Akibatnya perasaan sedih akan menghinggapinya dan mempurukkannya pada perasaan terburuk dihatinya.

Cara mengatasi?
Cara mengatasi pasangan yang bangga pada kita adalah dengan terus  menggali kelebihan kita dan perlakukan pasangan sebagaiman perlakuan pasangan kepada kita. Agar perasaan cinta itu terus terpupuk dengan subur.
Untuk pasangan yang tidak bangga memiliki kita bisa kita atasi dengan meperbaiki diri kita agar lebih layak untuk dimiliki dan dibanggakan.
Kalau dia tetap tidak punya perasaan itu maka bagi pasangan yang menikah, lebih baiknya untuk dikomunikasikan berdua. Dan untuk pasangan yang belum ada ikatan pernikahan, lebih baik tinggalkan saja. Kita pantas mendapatkan orang yang lebih baik. Yang membahagiakan dan bangga memiliki kita :)

Salam.




Thursday, 16 March 2017

The other side of Jatim Park I

21:29 6 Comments


Tanggal 13 Maret 2017 kemaren, saya berkesempatan untuk mengikuti anak-anak didik saya study tour ke Jawa Timur, tepatnya di Malang. Ada empat tempat yang kami kunjungi dalam perjalanan sehari tersebut. Yaitu Ziarah di makam Asmara Qondhi (Bapak dari Sunan Ampel), Jawa Timur Park I, Museum Angkut dan makam Sunan Drajat.
Disini saya tidak akan membahas satu-persatu tempat wisata tersebut. Tapi khusus akan membahas mengenai Jatim Park I. 

Seperti kita ketahui bahwa wisata Jatim Park I ini adalah wahana wisata sekaligus edukasi. Karena didalamnya, kita tidak akan hanya menemukan wahana permainan sebagai obyek wisata yang asyik untuk anak dan keluarga, tapi juga wahana edukasi mengenai sejarah, kebudayaan bahkan percobaan IPA.
Tentu saja ini cocok sekali jika dijadikan salah satu destinasi wisata untuk anak-anak kita dikala liburan tiba.

Setelah mengalami renovasi dan sempat ditutup dibeberapa bagiannya ketika kunjungan saya setahun yang lalu. Tahun ini Jatim Park tampil dengan wajah baru. Meski tema wisata sekaligus edukasi yang diusungnya masih sama, cuman kondisi fisik didalam dan luarnya jadi lebih berbeda.

Pertama kali masuk didalamnya kita akan diauguhkan dengan kebudayaan adat istiadat dan tradisi daerah-daerah diIndonesia yang sekarang jalannya dibuat searah. Sehingga kita tidak akan melewatkan satupun anjungan yang ada didalamnya. Pun ketika kita sampai di wahana percobaan IPA. Jalan yang masih searah itu membuat kita lebih mudah mengikuti alur pembelajaran yang disajikan. Dan tentu saja hal ini bisa meminimalisir terjadinya tragedi anak yang tersesat. And i think it's so briliant!

Nah, setelah melewati semua sajian dalam wisata edukasi di Jatim Park, untuk selanjutnya kita bisa memilih area permainan yang kita suka. Bisa yang di indoor maupun outdoor. Permainan-permainan ini banyak  diantaranya yang bisa memacu adrenalin kita. Ada beraneka ragam  permainan yang bisa kita pilih sesuai dengan  "nyali kita". Hmmm, sudah kebayang serunya pasti, ya?
Tak lupa ada juga bermacam kantin atau restoran buat "isi perut" setelah kita capai berkeliling.

Bagi sebagian orang yang tidak begitu suka dengan permainan yang bisa "memacu adrenalin" seperti saya *uhuk*, jangan kuatir. Ada beberapa pilihan tempat yang bisa kita kunjungi untuk membunuh waktu.

1. Stand photo studio
Stand yang satu ini adalah favorit saya sejak 2 tahun terakhir ini. Karena mungkin, terkadang kita kehabisan ide untuk memebelikan oleh-oleh bagi saudara kita yang masih kecil. Dan oleh-oleh berupa kaos berlatar Foto dan icon Jatim Park ini adalah salah satu oleh-oleh yang paling pas menurut saya.
Untuk fotonya boleh pakai foto yang disediakan oleh studio tersebut atau mengambil dari koleksi foto di galeri HP kita.
 Tahun yang lalu, saya membawakan kaos bergambar foto Staff yang sedang melakukan perayaan ultah ke-4 di sekolahnya. Jadi ada foto saya, papahnya dan Dhaff di belakang kue tart bergambar kereta thomas. 
Tak dinyana kaos tersebut malah bisa jadi media untuk sekaligus mengenalkan  "konsep keluarga" kepada Dhaff.
Jadi rasanya senang sekali ketika memakaikan kaos pada Dhaff, dia akan nyeletuk bilang "ini Mamah, papah dan Dhafin" katanya berulang-ulang :)

Dan untuk tahun ini saya membuatkan kaos bergambar Dhaff yang sedang naik sepeda baru hadiah ultah dari papahnya. Sekali lagi, dia tampak senang dan gembira ketika melihat fotonya yang sedang nangkring di atas sepeda. "Ini dhafin Mah. aku sudah bisa naik sepeda, ya." katanya dengan bangga.

Ini dia penampakan Dhaff dan kaos barunya. Yeaay.
Oleh karena itulah, tiap kali kesini. Stand studio foto inilah yang selalu jadi tujuan utama saya. Selain membuat kaos. Kita bisa banget membuat foto keluarga disana sebagai kenang-kenangan. Dengan background aneka wahana wisata yang kita inginkan. Harganya sekitaran Rp. 20.000 - 35.000  an.

Untuk kaos sendiri, harganya sekitaran Rp 50.000- Rp 75.000 bergantung pada ukuran.
Yang ini ukuran S harganya Rp 70.000,
2. Bioskop 3D


 Duduk manis dengan suguhan film 3D yang menarik ini bisa banget buat dijadikan pilihan. Selain tidak menghabiskan tenaga, duduk disini biasanya saya manfaatkan untuk "ngadem". Hihihi. Ceritanya juga seru-seru kok. Namanya juga bioskop 3D, otomatis kita juga akan dipinjami kacamata 3Dnya. Btw, awas ati-ati yaa. Ada beberapa tempat duduk yang dekat dengan semprotan air, yang akan muncrat secara tiba-tiba jika ada scene airnya. Hmmm, mau?

3. Menikmati cilok di kantin
Di area dekat pembuatan kaos, ada juga kantin yang berjualan makanan khas jatim. Dan uniknya, ada juga yang jual cilok loh. Dengan harga lima ribu perak, kita bisa nikmatin deh satu porsi cilok. 

4. Berenang
source : tempatwisatadaerah.blogspot.com

Yup. Buat yang hobbi berenang, di Jatim Park I ini juga ada fasilitasnya loh. Dari yang kolam buat latihan olahraga air. (Kebetulan kemarin menemukan gerombolan anak-anak dari sekolah tertentu yang asik bermain bola air) dengan kolam renang yang sudah diberi batas seperti lapangan gitu. Sampai kolam rennag yang full permainan ala water boom gitu. Dan pengunjungnya jangan ditanya ya. Rameeee banget. 

Nah gimana? Mau coba salah satunya ketika berwisata di Jatim Park I? jangan lupa bagi ceritanya juga yaa.



Saturday, 11 March 2017

HUZZI FIRDAUS AL HARITS

18:25 14 Comments

"Apa bahasa arabnya sedih atau kesedihan?" Tanyaku pada ibu yang saat itu ada di dekatku.
"Huzzi" jawabnya sembari berlalu untuk mengepaki baju yang akan dibawanya pulang.
Aku menyeka sisa-sisa air mataku, sebelum akhirnya bilang "Iya, adek beri nama HUZZI FIRDAUS AL HARITS saja, bu."
"Tulis di kertas saja" kata beliau  kemudian.
Aku menggunakan sisa-sisa tenaga pasca cesar tadi pagi. Jadi mungkin nada bicaraku masih sangat lemah dan membuat beliau agak kesulitan mendengarkanku. 

Tak berapa lama suamiku datang untuk menjemput. Sekaligus mengantar jasad bayi kami kerumah. 
Ibu memelukku sebentar sebelum berpesan "Sing sabar ya, nduk. Sing ikhlas."
Aku hanya menatapnya tanpa menjawab. Kuanggukkan kepalaku pelan. "Doakan aku kuat ya bu." ujarku lirih. Ibu mengecup keningku. Tak lupa aku ulurkan gulungan kertas berisikan tulisan nama lengkap huzzi kepadanya.

Sepeninggal mereka, aku kembali membalikkan badan. Mengeluarkan semua isak yang sedari tadi sudah kutahan-tahan.
Ini dua kalinya aku merasa kehilangan. Tawa kegembiraan yang sedianya ingin aku hadirkan di kedua mata ibuku dan suamiku ternyata tak bisa kuberikan. Untuk sekali lagi aku malah kembali menghadirkan tangis itu lagi. Tangis yang ada pada kelahiran anak pertamaku dulu, empat tahun yang lalu. Dan kini, untuk kedua kalinya akulah yg menyebabkan tangis mereka itu kembali ada. (Hiks. Maafkan).

Aku terhenyak ketika ada sms masuk. Ternyata dari suamiku yang menanyakan nama bayiku yang akan dituliskan pada batu nisan, sebelum dimakamkan. 
Entah kenapa ketika mengetikkan namanya, ada perasaan tidak enak muncul dalam benak. Aku sudah terlalu sedih, kenapa harus memberi nama sedih untuk bayiku yang sudah tidak ada? Ah, bodohnya aku!

Belum selesai aku menuliskan nama lengkapnya, dering nada pesan kembali masuk.
Kali ini dari ibuku.
"Nduk kemaren itu ibu bilange husni bukan huzzi. Gimana?" 

Ah, tiba-tiba aku merasa lega. 
Kubalas pesan ibuku lebih dulu. "Iya bu, gakpapa. Huzzi aja."
Aku ganti mengirim pesan untuk suamiku. "HUZZI FIRDAUS AL HARITS itu namanya adek ya pah." 

Entah kenapa kali ini aku sedikit bisa merasakan lega. Karena akhirnya menemukan nama bayi yang lebih baik daripada sebelumnya. Yaitu :
HUZZI FIRDAUS AL HARITS.

Karena "huzzi" tidak ada penjelasan artinya, maka anggaplah itu nama kesayangan khusus dari kami yang mencintainya. "Firdaus" berarti surga. "Al harits adalah nama lain untuk nabi Muhammad SAW. 
Jadi kurang lebihnya  artinya adalah anak kesayangan  dari umat Muhammad yang ada di surga.
Nama yang kami berikan sebagai  pengingat untuknya jika kami diijinkan untuk bertemu dengannya kembali, kelak. Di sebenar-benar rumah-NYA.

Satu-satunya foto alm. Huzzi yang aku punya. Bismillah. Ilarruhi Huzzi. Al faatihah ;'(.











Friday, 3 March 2017

KULINER DI HATI, KULINER DARI NEGERI SENDIRI

04:56 30 Comments



"Mau makan di restoran… (pa..dang)"
"Bukan berarti harus ke… (paa..dang)"
"Cukup ada disini, dekat kita sendiri. Kita tinggal menikmati"

Penggalan lirik lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi Enno Lerian di jaman (kecil)-ku dulu, cukup sekali mengingatkan bahwa selain keanekaragam budaya, negeri kita juga kaya akan kulinernya.
Dan seperti yang dituliskan pada lagu itu sendiri, sebenarnya sangat mudah bagi kita untuk mendapatkan makanan yang berasal dari luar daerah sekalipun, karena sekarang banyak sekali ditemukan makanan khas daerah tertentu di sekitar kita.

Ehm. Dalam rangka ikut meramaikan ultah #2thGandjelRel kali ini, aku ingin membahas beberapa kuliner dari negeri kita tercinta ini, yang jadi makanan favoritku. Bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena akses mudahnya jangkauan yang harus aku lalui untuk mendapatkannya.
Kuliner dihati, kuliner dari negeri sendiri. Hmmm, benar seperti itu adanya bagiku. Meski diluar sana ada banyak ragam kuliner dari negara lain yang “sepertinya” menggoda. Tapi rasanya tidak bisa bohong, kalau kuliner dari negeri sendiri jauh lebih enak, mantap dan cocok bukan hanya di lidah, tapi juga dihati, juga dikantong *tsaaah*.
Dan berikut adalah kuliner dari negeri sendiri yang untuk mendapatkannya pun tak perlu jauh-jauh dari daerahku sendiri. Sebuah kota kecil di kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Yaitu Purwodadi.

1.       Sego Pager


Dari namanya apa sih yang kalian bayangkan? Kalau bayangan kalian berupa nasi dengan lauk bamboo, baja, batako goreng atau apapun bahan untuk membuat pager, itu salah banget!. Karena sego pager ini adalah perpaduan antara nasi gudangan (urap) dan pecel. Dimana sayur hijau diiris, dicampur dengan kecambah dan lamtoro. Diatasnya diberi kuah sambel pecel dan taburan Uyah Goreng (terbuat dari parutan kelapa dan garam).
Istilah pager diambil karena konon, sayuran yang dipakai adalah jenis sayuran rambat yang ada di pagar-pagar rumah gitu. Hihihi. Lucu ya? Tapi yang jelas sayuran hijau ini sayuran yang sehat dan penuh zat besi loh ya.
Sego pager atau sego janganan (ada sebagian orang yang menyebutnya demikian) ini biasanya disajikan diatas pincukan daun pisang. Dan dilengkapi oleh lauk berupa gorengan seperti bakwan, mendoan, tempe gembus, kerupuk ataupun peyek.
Untuk rasa sendiri, menurutku menu ini punya rasa yang paling komplit jika dibandingkan nasi pecel atau nasi gudangan. Rasa pedas manis didapat dari kuah sambal pecelnya, asin  dan gurih dari taburan uyah gorengnya.
Meski sepertinya makanan ini sudah begitu dikenal, tapi tidak semua daerah di Purwodadi ada loh. Sego pager yang khas ini  hanya bisa ditemui di sekitar penduduk kecamatan Godong (sekitar 18 km dari Purwodadi). Tapi terkadang, ada satu-dua penjual yang berjualan di Car free day. Setiap hari minggu di sepanjang jalan R. Soeprapto di kota ini.

2.       Swieke


Kalau ditanya apa sih makanan khas dari Purwodadi. Jangan heran kalau jawabannya “swieke”. Karena emang dari dulu, daerah kami ini sudah sangat terkenal dengan “swieke” yang berisikan daging kodok. Pernah makan? Belom. Hihihi. Maklum, kodok adalah salah satu hewan yang tidak diperkenankan untuk dimakan bagi muslim seperti kami. Jadi dari kecil cuman bisa lihat gambar atau penampakannya. Dan belum pernah sekalipun mencicipi. J
Tapi, jangan khawatir. Seiring kreatifitas para pengusaha kuliner di negeri ini, sekarang swieke ini  tidak hanya berisikan daging kodok loh. Tapi juga daging ayam ataupun menthok.
Terbuat dari irisan bawang putih, geprekan jahe, kecap manis, gulgar, lada, plus tauco, kuahnya ini sangat segaarr untuk dinikmati. Ditaburi dengan  irisan daun bawang dan perasan jeruk limau (bagi yang suka), masakannya cocok banget buat dimakan panas-panas waktu hujan turun. Hmmm. Buat penyuka soto, boleh banget dicoba buat perbandingan rasanya nih ya.

3. Es Krampul


Minuman dingin yang satu ini adalah minuman khas warung HIK di Purwodadi. Sebenarnya, cara buatnya sederhana. Cuman, bermodalkan jeruk  dan air teh serta es batu (atau es kristal).
Dari namanya "krampul" yang artinya mengapung. Jeruk pada minuman ini tidak diperas. Tapi tinggal diiris dan dimasukkan ke dalam air es teh sehingga terlihat mengapung di permukaan. Inilah yang menjadi ciri khas dari es krampul. 
Es krampul ini aman buat pecinta jeruk tetapi punya penyakit pencernaan seperti aku. Karena efek asam dari jeruknya tidak begitu kuat. Tertutupi oleh rasa manis es tehnya. Rasanya? Jangan ditanya. Inilah es paling segarrrrrrr di mata eh di tenggorokan saya. Hehe.
Gak perlu jauh-jauh ke Purwodadi ya. Bisa bikin sendiri di rumah kok. Dulu, pas hamil kalau morning sickness tiba, aku sering bikin ini juga untuk mengurangi mual. Tapi bikinnya yang hangat-hangat kuku, tanpa es . Alhamdulillah, cocok binti sukses buat enggak bikin mual lagi.

4. Wedhang Cara (coro)


Minuman khas yang satu ini bukan asli dari Purwodadi. Tapi bisa kita temui di Purwodadi. Untuk asalnya sendiri sebenarnya dari kabupaten lain, yaitu Pati. Wedhang coro ini adalah "bajigur" nya Jawa Tengah. Terbuat dari rempah-rempah pilihan, wedhang coro ini cocok banget diminum disuasana dingin. Karena fungsinya untuk menghangatkan badan. Dijamin, pasca minum ini selain badan hangat, kita juga bisa berkeringat. Cocok buat yang sedang ngalamin perut kembung atau gejala masuk angin.

5. Mie Kopyok Balungan


Mie kopyok sudah pasti bukan makanan yang asing bagi orang Jawa Tengah ya? Meski namanya sama, biasanya berbeda-beda isiannya. Nah, salah satu mie kopyok favorit di kotaku adalah mie kopyok balungan ini. Rasanya enak, porsinya cucok (lumayan gede kalo buat orang semini aku sih), harganya standar. Di kota kami inipun ada beberapa warung mie kopyok yang penyajiannya berbeda loh. Ada mie kopyok "ojo dumeh" yang terkenal pedasnya karena menggunakan sambel setan dalam penyajiannya. Ada mie kopyok yang pakai taburan kacang tanah diatasnya. Pun ada mie kopyok balungan seperti yang ada pada gambar di atas. Semuanya tinggal selera sih, mau pilih yang mana.


6. Kesusu (Ketan Susu) Durian


Wow. Ini dia kesukaanku. Sesuai dengan namanya, ketan susu durian ini adalah kombinasi antara ketan, susu dan durian. Proses memasaknya agak lama sih. Harus nunggu duriannya di"masak" dulu hingga meleleh dan dicampuri dengan susu, kemudian di lumurkan diatas ketan. Nikmattt. Khususon pecinta durian, makanan yang satu ini patut dicoba banget-banget loh. Meski bukan asli dari Purwodadi juga, alhamdulillah gak perlu jauh-jauh. belinya. Ada warung khusus ketan di kota kecil kami ini. Dan untuk yang durian ini, cuman ada di waktu-waktu khusus adanya. Yaitu ketika sedang musim durian tiba. Hmmm.

7. Rujak Parut



Sebagai penutup,mau munculin kuliner seger yang ini dulu, ah. Rujak parut! Mungkin kuliner yang satu ini paling tidak "asing" buat kalian ya? Karena bisa dengan mudah ditemui even bikin sendiri dirumah. Ngemeng-ngemeng soal rujak, menurutku ada dua jenis rujak. Yaitu rujak iris dan parut. Dari keduanya, aku lebih suka rujak parut. Sesuai namanya, semua buah disini cara penyajiannya adalah dengan diparut terlebih dahulu. Kecuali pepaya (karena teksturnya jadi hancur kalau di parut). Trus baru deh dituangin sambal kacang gula jawanya. Jangan lupa, parut juga es batu diatasnya ya. Biar segarnmya lebih terasa.

Hasil jepret kuliner menggunakan ASUS Zenfone selfie. Kualitas gambarnya juara.

Yeaaay, akhirnya terpampang nyata sudah tujuh kuliner asli negeri sendiri  yang selalu ada dihatiku ini. Gimana? udah pada mupeng belom? Hihihi. FYI, semua gambar disini adalah dokumentasi pribadi hasil jepretan  #Zenfone5 dari HP #ASUS ku loh. Dan seperti kita ketahui ASUS dengan kekuatan pixelmaster camera-nya urusan cekrek cekrek upload ini hasilnya begitu weowe begete. Selain jernih, hingga detail fotonya bisa terlihat jelas, video dan foto-nya yang anti blur, efek beautufication-nya juga sangat-sangat membantu untuk mempercantik tampilan kita (kita? lo aja kaleee *uhuk*), Disamping itu ada juga mode smart remove yang fungsinya untuk menghilangkan orang/ benda bergerak yang tidak kita inginkan ada di foto syantyik kita loh. Hmmmmm, gimana? Masih mau pakai HP selain ASUS? jangan ngiri kalau hasilnya tak sejernih foto-fotoku diatas tadi  lo yaaa.. *kibas jilbab*.


Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel

Thursday, 2 March 2017

KULINER ASELI DAERAH SENDIRI YANG SELALU DIHATI

05:14 8 Comments




Pernahkah ketika suatu saat kita pergi, lantas terbayang-bayang satu masakan yang menurut kita sudah “di hati” sekali? Hmmm, aku pernah banget. Membayangkan makanan kuliner favorit tiba-tiba sudah tersedia di depan mata, padahal posisi diri sedang berada di ratusan kilometer jauhnya.

Ya. Itulah kuliner yang menurutku sudah di hati banget. Kuliner yang berasal dari daerahku sendiri. Sebuah kota kecil bertaraf kecamatan di sebuah provinsi Jawa Tengah.  Terletak di sebelah timur sekitar 30km dari ibukota provinsi, Semarang. Purwodadi, demikian ia selalu disebut. Merupakan tanah kelahiran yang kucintai.

Tak banyak kuliner asli daerah yang bisa ditemui sebenarnya, tapi kuliner berikut menambah referensi makanan yang mungkin bisa even patut banget buat dinikmati :

1.    1Swieke Kodok, kuliner ekstrim asli Purwodadi
Sohibs semua pasti sudah seringkali mendengar bahwa Purwodadi adalah salah satu penghasil kuliner ekstrim macam ini. Entah bagaimana asalnya, cuman dari sejak aku lahir, swieke kodok sudah menjadi makanan khas kota ini yang terkenal dimana-mana.

Banyak sekali warung di pinggiran yang menjual swieke kodok ini. Tapi sampai sebesar ini pun, aku belum pernah sama sekali mencicipinya. Karena sebagai orang muslim, aku dan beberapa muslim yang lain menyadari bahwa kodok adalah salah satu hewan yang disebut dalam kitab kami untuk tidak dikonsumsi.

Tapi jangan khawatir, sekarang ini swieke tidak hanya dibuat berisikan daging kodok. Namun ada juga swieke menthok, maupun swieke ayam yang pastinya aman binti halal untuk dinikmati.

Kuah segarnya cocok banget dimakan di suasana dingin seperti ini. Terbuat dari geprekan bawang putih(boleh juga diiris sesuai selera), jahe, kecap manis,gulgar, lada bubuk dan tauco, swieke ini terasa hangat di tenggorokan dan di perut. Kalo ingin lebih hangat bukan hanya di perut tapi juga dimulut, boleh banget tambahin irisan cabai. Biar ada asem-asem segernya jangan lupa perasin jeruk nipis/limonya ya. Hmmmmh, sweegggeerrr *ngelapiler*.

Penampakan Swieke Ayam via Zenfone5
Bahan tambahan untuk memeper'segar' rasa kuahnya
Nasi, swieke dan sate "jeroan" semakin cantik dalam jepretan kamera Zenfone5

2Sego pager yang gak bikin "mager"
Hah?Sego pager? Iya. Sego pager. Tapi eitts, tunggu dulu. Jangan bayangin yang aneh-aneh. Sego pager dalam bahasa Jawa atau Nasi pagar dalam bahasa Indonesia ini bukan yang terbuat dari pagar bamboo, atau baja apalagi batako goreng gitu lo yach. Pager disini cuman buat istilah aja. Karena penjualnya biasanya tidak buka warung khusus. Cuman ada diemper2 dekat pagar rumah mereka atau di emper-emper trotoar jalan (yang bersih pastinya).

Berisikan sayuran hijau yang diiris-iris, kuliner yang satu ini dipastikan mengandung banyak zat besi-nya. Nah kan? Gimana bisa males gerak, kalau makanannya sehat begini. *angkat patung
besi sembari pamerin otot*.

Selain berisikan sayuran, sego pager ini juga ada kecambah dan lamtoronya. Disiram kuah pecel lalu ditaburin yah goreng. Hmmmm, sedaaapp. Cocok dilidah orang jawa yang njawani begini . Hihihi.

Jadi, sego pager ini adalah kombinasi antara nasi pecel dan nasi gadungan. Ups,nasi gudangan atau urap, ya. Bedanya ada yahgoreng. Yahgoreng ini adalah parutan kelapa dan garam. Hmmmm, jadi deh sego pager dengan rasa yang lengkap, manis, pedes, asin dan gurih sekaligus.

Makan disela-sela kesibukan. Jepretin dulu pakai ASUS Zenfone selfie, biar hasil fotonya maksimal



Gimana? Ada yang mau coba? Mampir ke purwodadi, yuuuk...



(Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel)










rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email