Tuesday, 30 May 2017

MENGENANG MASA KEJAYAAN

22:44 23 Comments

Berbicara soal "sesuatu yang kamu kangenin" sebagai tema #arisanbloggandjelrel dari duo mba cantik Rizka Alyna dan mba Alley H rasanya senang sekali. Karena kebetulan banyak yang ngangenin saya *eh, saya kangenin. 
Dan diantara sekian banyak hal yang saya kangenin, utamanya adalah kangen dengan masa-masa kejayaan atau keemasan saya. *halah*.  Jangan bayangkan kalau jaman kejayaan itu adalah masa dimana saya sedang masih dalam masa tumbuh kembang dan saat masih lucu2nya ya. *apasih?*. 
Tapi, masa kejayaan itu adalah masa di mana saat itu saya masih duduk di bangku kuliah. 

Jadi ceritanya masa kuliah adalah masa dimana saya mulai bebas bergerak dan tidak terkungkung kembali dengan aturan-aturan di rumah. Yach, tau sendiri kan ya? Disaat beranjak dari remaja menuju dewasa, selalu banyak hal yang menyebabkan kontroversi hati gara-gara aturan-aturan yang dibuat oleh orang tua. Nah, saya termasuk saya salah satunya.

Lahir di sebuah keluarga dengan background agama yang sangat lekat, otomatis aturan yang harus saya terima di rumah sedikit agak lebih ketat. Dan dari banyak hal yang dilarang oleh oiangtua saya, yang paling tidak saya setujui adalah mengikuti lomba yang berhuibungan dengan menyanyi. Padahal mereka tahu kalau saya paling suka menyanyi. Alih-alih mengikuti lomba menyanyi, Bapak Ibu (terutama bapak) lebih memilih untuk mengikutkan lomba lain seperti membaca puisi atau tilawah.
Beliau bahkan mendaftarkan saya untuk mengaji setiap hari minggu di sebuah Masjid di tengah kota yang pesertanya kebanyakan ibu-ibu agar saya memperbaiki bacaan Al qur'an saya sekaligus bisa mentartilkannya dengan baik. Disaat semua anak sebaya saya sedang asyik2nya menonton filn kartun kesukaan mereka, saya "malah" harus berada di suatu tempat yang asing demi keinginan Bapak. Sedih sih, tapi hikmahnya saya jadi sering ikut didaulat oleh sekolah untuk mengikuti lomba MTQ dan beberapa kali menjuarainya. 

Untuk itulah ketika mendapat gelar baru bernama mahasiswi, rasanya teramat sangat senang sekali (saking senangnya). Karena kuliah saya ada di luarkota, maka saya harus ngekos di sana. "Yess, akhirnya keluar dari rumah ini juga". Itu kata-kata pertama saya setelah menerima surat bahwa saya dinyatakan lulus PMDK. Hihihi. Bayangin aja, teman-teman saya waktu di antar ke kos pertama kalinya, mukanya pada termehek-mehek mania. Senyum saya malah mengambang lebar tanpa dosa. Hahaha.

Dan selama di sana, masih meneruskan bakat tomboy saya, maka kebanyakan teman saya saat itu adalah cowok. Bisa di pastikan kalau ada segerombolan cowok dengan satu cewek, itu adalah saya. Soalnya waktu saya kuliah, masih jarang sekali orang berlalu lalang. Lokasi kampus yang berada jauh dari perkotaan dan masih di area pedesaan ini belum begitu seramai sekarang.

Karena teman saya banyak yang cowok, maka saya memanfaatkan situasi ini untuk belajar alat musik kepada mereka. Terutama gitar. Alhamdulillah dari mereka-merekalah sampai sekarang saya sudah bisa mencari nada untuk lagu sendiri. 

Hingga suatu hari, ketika sedang bersenandung di dalam kelas (kebetulan selain KM tempat paling kondusif untuk menyanyi  jejeritan adalah di kelas) tiba-tiba ada kakak kelas yang mendengar dan suka. Beliau punya beberapa lagu ciptaannya sendiri yang katanya cocok dengan karakter vokal saya. Jadi deh hari itu saya untuk yang pertama kalinya ngeband. Bergabung dengan band "De Flip Minor" bersama tiga teman sekelas saya. Ga cuman di de flip minor, saya juga tergabung di beberapa band "dadakan" bernama the stage, dan Caldera. Sasaran kami adalah di acara-acara tahunan jurusan dan acara-acara di kampus. Di band yang terakhir kami sering menyanyikan lagu-lagu Mocca. Itulah kenapa saya mencantumkan nama "mocca" di banyak nama akun sosmed saya *gakda yang nanya ya*. Hihihi.

Baidewei eniwei baswei, jujur aja, sebenarnya suara saya juga gak bagus2 amat menurut saya sih. Cuman mungkin karena jatah stock cewek yang gak punya malu buat maju keatas panggung masih langka. Jadi kayaknya teman2 saya merasa excited ketika menemukan penampakan saya yang memang malu-maluin ini =D

Dan setelah tidak merasakannya kembali dalam jangka watu yang sangat lama (terakhir ngeband tahun 2006), menyanyi di atas panggung, menonton konser musik, ngejam bareng dan nongkrong ayik di studio musik, rekaman ala-ala pakai kaset dan recorder tangan, sok-sok an bikin video klip ala-ala adalah hal yang paling paling saya sangat kangenin sekali. Cuman mungkin agak kalem sedikit kali ya? Pegang strum eh pegang mic sambil mainin piano di atas panggung kolaborasi dengan anak lanang. *aamiin*

Penampakan de Flip Minor. Whew, benar-benar kelihatan kan kulit coklat langsat saya :)


Bersama Caldera Band manggung di acara perpisahan SMK Widya Praja Ungaran :)

Demikianlah sekelumit cerita tentang sesuatu yang saya kangenin. Kalau kamu, apa yang paling kamu kangenin? Aku? *ehhhhh.....









Monday, 29 May 2017

"ISTRI" KEDUA

15:09 21 Comments

Aku menunggu kata2nya lagi. Namun sia2, yang kutunggu hanya menundukkan kepala. Untuk kesekian kalinya. Tak ada lagi beberapa kecap yg terlihat akan dilontarkan begitu saja.

Ah, masih saja sama. Aku selalu mengalami keadaan ini berulang kali.

Hatiku sudah terlanjur bias, untuk terus mengikuti kemauannya. Menyembunyikan bahkan menelan mentah seluruh keinginanku yg tersimpan jauh lebih dalam.

Makhluk di depanku semakin menunduk. Dan aku jauh lebih ta perduli. Tak ada lagi kata, senyuman bahkan tawa itu lagi di antara kami.

"Dia akan datang selasa ini". Katanya pelan. Memecah kesunyian. Setelah ribuan detik yang kunantikan.
Aku hanya menghela nafas.
"Iya" jawabku sembari menahan sesak di dada. "Ah, aku bisa apaaa?" batinku nelangsa.

Sejurus kemudian tnpa kuduga, dia mulai berbicara kebaikan2nya, kelebihan2nya hingga membanding2kan dengan yg sebelumnya.

Kuatur nafasku. Tidak seharusnya aku heran'kan? Sekali lagi, ini bukan untuk yg pertama kalinya. Seharusnya, aku lebih bisa menerima.
Tapi entahlah, rasa kekanak2anku terkadang muncul dengan sendirinya. Merasa terabai disaat keinginan2ku belum mendapatkan tempat, namun harus kembali "terpendam" karna keinginan2nya.

Aku beranjak dari tempat ku duduk. Mencoba mencairkan suasana. Suasana hatiku sendiri lebih tepatnya.

Entah kenapa yg muncul dalam benakku hanya kata2nya. Membayangkan sosok yg akan datang selasa depan itu.

Bagaimana aku menyambutnya? Dengan senyum, tangis atau tawa? Entahlah. Biar nanti hatiku sendiri yang akan "berbicara".

Akhirnya, selasa depan yang ditunggunya pun tiba. Suamiku sudah bersiap di ruang tamu. Sedang aku? ah, aku lebih memilih untuk tidak mendekatinya. Meski di satu sisi hatiku rasa penasaran itu menyergap dada.

"Ting tong" sontak jantungku berdegup lebih kencang begitu mendengar nada bel pintu mengeluarkan suara.

"Oh iya, silakan masuk." Kudengar suamiku menyilakan tamunya. Nada suara yg berat kudengar diseberang sana.
"Dik..." panggil suamiku.
Aku tak menjawab panggilannya. Namun tetap saja melangkahkan kaki untuk mendekat.
"Ini dia sudah datang." Kata suamiku dengan nada riang sembari mengelusnya. Aku tercekat untuk waktu yg kesekian. Habis sudah hatiku.

Sesosok "istri" muda belia yg masih mulus kinclong tanpa cacat itu sekarang berdiri tepat di hadapanku.

Ah, tiba2 airmataku mengambang.  Melihat gelagatnya yg masih sama. Aku tahu setelah ini, pasti "jatah" elusan tangannya untukku akan berkurang.

Karena suamiku pasti lebih sayang meski sama seperti riwayat yg sebelum2nya. Tak pernah ada yg bisa bertahan lebih dari 3 tahun. Tidak sepertiku yg pasti tak tergantikan.

Selamat datang "istri" kedua. Semoga selamanya begini saja. Cukup berupa benda. Dan tidak pernah orang  :)



Friday, 26 May 2017

Masakan Istimewa di Bulan Istimewa

22:23 21 Comments

Marhaban Yaa Ramadhan.
Alhamdulillah, setelah menunggu pengumuman hasil sidang itsbat dari pemerintah semalam (26/5), pagi ini resmi sudah kita menjalankan puasa di hari yang pertama.

Excited banget gak sih? secara bulan puasa atau bulan Ramadhan adalah bulan dimana semua pahala akan ibadah kita dilipatgandakan. Jadi sudah waktunya berlomba-lomba kembali dalam ibadah dan kebaikan nih *aamin*.

Ngemeng-ngemeng soal bulan ramadhan, selain puasa dan tarawih (tentunya!), apa sih yang paling istimewa? Hmmm kalau aku mah pasti menu buka dan sahurnya ya. Selalu butuh makanan favorit yang pastinya ada tuh buat nambahin semangat berpuasa.

Untuk menu berbuka, sepertinya semua masakan adalah masakan favorit buat saya.  Tapi kalau untuk menu sahur, selalu butuh  "menu khusus" yang biasanya merupakan masakan kesukaan kami di rumah.
Khusus untuk bulan puasa, maka minuman dan makanan favorit yang biasanya tersedia di rumah kami, diantaranya :

1. Teh hangat
netralitas.com

Disaat kopi sedang mendunia, saya lebih memilih teh hangat ini sebagai minuman favorit saya. Segelas teh manis hangat rasanya bisa mengembalikan sebagian tenaga saya. Entah seperti sebuah sugesti, kalau habis minum teh manis hangat rasanya badan kembali segar seperti sedia kala.

2. Sup Buah
perutgendut.com

Sup  buah ini adalah minuman yang paling simple buatnya. Cukup dengan mencampurkan beberapa macam buah-buahan trus di tambah beberapa sendok sirup dan es batu, sudah bisa dinikmati. Namum terkadang saya juga mencmpurkan susu kental manis kalau sedang ingin. Rasanya sih sama-sama segar. Jadi bisa dinikmati suka-suka.

3. Setup Pisang
cookpad.com
Kalau ada stok pisang dirumah, daripada dibuat kolak, saya lebih suka setup pisang ini. Rasa manis dengan aroma cengkeh didalamnya selalu membuat saya suka untuk lebih banyak mencicipinya. Untuk mengkonsumsinya, saya lebih suka setup pisang yang dingin. Jadi setelah jadi dan dingin, Masukkan ke dalam kulkas dan  tunggu hingga adzan berkumandang deh. Saya biasanya hanya nyicip sedikit dulu, dan baru makan seluruhnya setelah tarawih atau setelah shalat maghrib dan makan besar.

4.  Gulai kambing
josstoday.com


Gulai kambing ini adalah makanan favoritku dan suami. Ada satu warung khusus di kota kami yang jadi langganan. Kalau bikin sendiri rasanya masih kalah jauh soalnya. (PR buat bisa bikin gulai yg enak deh niy)

5. Pecel
wizamisasi.com
Pecel ini adalah masakan paling praktis, ekonomis, higienis dan anti amis. Cocok banget untuk menu sahur. Karena menyiapkannya tidak butuh waktu yang lama, jadi pecel selalu menjadi pilihan utama kalau pas sedang tidak ingin ribet di dapur menjelang sahur.

6. Sayur bayam, bothok dan sambal


imgrum.com

Sayur bayam, bothok, sambal (plus petai goreng) adalah menu idaman dikala buka puasa tiba. Rasanya segar sesegar es buah idola kalau buat saya. Beberapa lauk berupa ikan goreng juga cocok sih sebenarnya. Tapi saya lebih suka kalau sayur bayam ini disandingkan *penganteen kali?* dengan bothok pethet ala mba ika, sambal  tomat dan pete goreng. Rasanya sempurna. Kayak aku, kamu dan cinta kita *plak*.

7. Oseng cumi
sajianbunda.com
Karena cumi-cumi adalah seafood favorit keluarga, maka oseng cumi adalah masakan yang sering saya masak sebagai menu berbuka atau sahur di bulan puasa.

Demikian masakan istimewa di bulan istimewa yang jadi favorit saya. Kalau mba Ika Hardiyan Aksari , mba Wati  dan GRes anggota #arisanbloggandjelrel smua, favoritnya yang mana nih? Bagi ceritanya donk...

Salam.





Sunday, 21 May 2017

WANITA DAN CEMBURU

09:52 13 Comments
Pict by : sidomi (google.com)

Beberapa waktu lalu, kita sempat dihebohkan kasus bu dokter cantik Marissa Haque yang "cemburu" dengan mantannya sang suami, Ikang Fawzie. Yang pada saat itu ditampilkan disebuah acara, dan berujung keinginannya untuk menyomasi program acara tersebut. Pun ketika pada akhirnya twitannya yg pedas dan serta merta dibalas oleh para netizen. Hmmm, pada ngikutin gak tuh? Sejujurnya, saya sih pada awalnya ga ngikutin juga. Tapi karena bersliweran di timline medsos, saya jadi tertarik untuk ngebahasnya.

Wanita dan cemburu? Ah, entah kenapa cemburu selalu dikaitkan dengan wanita ya? Padahal tak jarang beberapa pria juga bisa mengalami fase jelousy loh. Namun mungkin karena pria cenderung lebih bisa menyimpan perasaan terdalamnya. Dan lebih mengandalkan logikanya, jadi mungkin rasa cemburu pria lebih tidak bisa diraba, dilihat dan diterawang. *halah.

Nah, dalam postingan ini saya tidak akan membahas mengenai kenapa cemburu identik dengan wanita.

Yang akan saya ulas adalah, perasaan yang ada di sebaliknya.
Mungkin ada beberapa pria diluaran sana yang tidak mengerti kenapa dan bagaimana menangani wanitanya yang sedang cemburu. 

Flashback kepada tante Marissa Haque yang notabene seorang wanita sempurna di mata saya. Yang bagi saya beliau adalah wanita dewasa yang cerdas, berwibawa, cantik dan tentu saja pintar. 
Dari caranya membawa diri sebagai pribadi, dokter maupun anggota DPR. Namun perlu diingat bahwa pada kodratnya, tak ada satupun manusia yg sempurna. Ya! Setidaknya dia juga manusia yg penuh kekurangan dan kealpaan, kayak kita2 juga kan?

Nah, daripada terus menghakimi tante MH, coba deh diingat2, kita pastinya juga pernah merasakan cemburu pada pasangan kan?kapan kita terakhir kali pernah merasa cemburu kepada mantanya pasangan? Semua itu wajar kok. Selama cemburu bisa kita atasi dengan baik dan benar.

Namun, sebelum kita menanganinya coba kita kenali perasaan dibalik rasa cemburu kita yuuks :



Ahhh, wanita cantik juga manusia kan ya? Seberapapun perfect nya wanita, jika disandingkan dengan sang mantan pria, ada beberapa dari mereka yg punya kecenderungan untuk kurang percaya diri.
Dan disinilah seorang wanita butuh pengakuan dari suaminya.

Penanganan : Buat suami, harus sering2 muji nih kalo punya tipe istri seperti ini dan jangan pernah memuji kelebihan wanita lain didepan istri. Apalagi menyebut2 soal mantan didepannya. Dijamin perang dunia tiada tara pokonya. =D Buatlah pasangan yakin kalau kalian bangga dan bahagia hidup bersamanya.. 



Insecure alias rasa tidak aman adalah keadaan dimana pemiliknya tidak merasa nyaman atas kondisi bahkan dirinya sendiri.

Penanganan : wanita dengan rasa insecure yg tinggi ini membutuhkan perhatian yg tinggi dari suaminya. Sering2lah diajak bicara. Jadilah pendengar yang baik. Penuhi semua keinginannya selama itu tidak menyimpang. Beri rasa aman dengan sellu meyakinkan kalau suami adalah org yg sangat mencintainya. 

Oiya, kata "sangat mencintai" ini bisa dilakukan dengan sellau membuatnya menjadi orang nomor satu. Paling spesial dan utama. Selain perbuatan, jangan segan untuk mengatakan kalaau anda mencintainya ya. Terkadang,adakalanya wanita itu lebih seperti anak kecil. Yang akan terus bertanya apakah orgtuanya mencintainya. (Dalam hal ini wanita selalu ingin mendengar secara langsung apakah suaminya itu mencintainya untuk meyakinkan dirinya sendiri).



Orang cemburu itu bisa jadi munculnya karena perasaan tidak dicintai oleh pasangan loh?Kok bisa? Iya. Seorang teman pernah bercerita betapa cemburunya dia kepada teman kantor suaminya. Padahal menurut saya teman saya td lebih cantik daripada teman kantor suami itu loh. Dan ketika saya tanya, ternyata jawabannya simple. Dia merasa tidak dicintai oleh suaminya. Meski umur pernikahan mereka sudah tahunan, tapi ternyata "perasaan tidak dicintai pasangan" masih saja bisa dimiliki oleh seseorang.

Penanganan : Aduhai eh wahai suami, jangan pernah membuat pasanganmu merasa tidak dicintai ya. Sekali lagi, wanita itu acapkali membutuhkan komunikasi secara verbal. Ajak bicara. Sering2lah buat momen2 berdua saja. Lakukan hal yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya. Sesekali berilah kejutan dengan memberikan hadiah berupa benda yang disukainya. Buatlah perasaanya nyaman dan dicintai.


Nhaa, ini yang bahaya nih. Ketika wanita cemburu, adakalanya dia merasa kurang percaya dengan pasangannya.
Bisa jadi hal ini dipengaruhi oleh sikap pria sendiri. Wanita itu tahu loh, kapan pasangannya berbohong atau tidak. Karena meski lemah, naluri wanita sering tidak pernah salah.

Penanganan : Coba introspkesi diri deh ya. Mungkin ada kata2 atau sikap yang aneh dan ditangkap oleh pasangan. Coba komunikasikan kalo merasa tidak menemukan musababnya.

Setelah menyimak empat perasaan di sebalik rasa cemburu. Kira-kira manakah yang sesuai dengan kalian? Jangan lupa komunikasikan dengan pasangan ya, agar hubungan kalian selalu terjaga.

Salam.



Friday, 12 May 2017

Ibu, hiduplah lebih lama untukku...

09:17 2 Comments

Aku tak tahu dari mana muasalnya, ketika tiba2 kalimat ajaib itu muncul begitu saja. Bersamaan dengan munculnya sosok renta yang mendatangiku dalam keadaan sedang bercucuran air mata.

Sejak mengalami operasi cesar yang ketiga dan pasca memasang IUD, entah kenapa badanku jadi lebih mudah drop. Jauh berbeda denganku dulu. Terutama disaat datang bulan. Bahkan maag kronis yg dulu sempat ku sandang dan sudah hilang. Tiba2 kembali ikut datang.

Ah, aku selalu punya "sedikit" sesal karna dilahirkan sebagai anak yg mudah mengeluarkan air mata. Pun malam ini ketika seluruh keluhan itu datang bersamaan. Bergulat dengan rasa sait yang tak berkesudahan sudah sangat menguras tuntas seluruh air mataku.

Aku pernah memeriksakan ke dokter kandungan di kotaku. Tapi kata beliau semuanya normal. Aku hanya diberi obat jika suatu saat rasa sakit itu kembali menyerang. Terkadang ada rasa sangsi dengan diagnosanya. Secara dr pertama datang bulan dulu, aku tidakpernah merasakan kesakitan. Hingga seringkali teman2 melirik iri kepadaku disaat yg bersamaan merrka harus memegang perutnya dan ijin untuk mapel olahraga.
Tapi untuk kembali mencari second opinion, rasanya kok takut jika tidak bisa mengjadapi kenyataan. Menunggu nanti jika suatu saaat ada tangan besar yang mau menggenggamku dan sanggup meyakinkan kalau semua baik2 saja. *Demikian ketika naluri insecure ku yang berbicara*.

Kembali pada sosok renta yang kupanggil Ibu. Dengan sangat mahfum, beliau mengambil sebotol air panas untuk menyeka perutku. Juga air hangat plus madu. Obat maag juga sudah terlihat ditanganya. Padal hampir setengah mati tadi aku mencari2nya dimana saja. Hufft.
Tak hanya itu saja, hal utama yg paling ak butuhkan dari beliau adalah rapalan doanya. Yang ta pernah berhenti sembari memijit kaki dan tanganku. Atau sesekali mengusap punggung, pinggang dan perutku. Doa yang sudah sangat dihafalnya. Ketika berhrnti, itu adalah saat dimana beliau meniupkannya di seluruh bagian tubuhku. Doa untuk kesembuhanku.

Ah Ibu, aku tak tahu apa yang akan kuhadapi jika tak ada dirimu tadi. Menahan perih dan rasa panas di seluruh ruang perutku yang acapkali bergantian dengan remasan yang datang bertubi-tubi. Juga muntahan yang berulangkali membuatku terseok2 untuk sekedar pergi ke kamar mandi. Hingga kurasakan seluruh tubuhku mendingin.
Tak ada yang muncul di pikiranku selain aku ingin ada IBU disisiku.

Meski aku sudah jadi Ibu, mungkin hal ini kekanak2an sekali. Tapi keadaannya memang begini. Aku sempat punya keinginan untuk tidak tinggal bersmanya lagi. Tapi aku selalu sedih jika ingat kata ibuku "Kalau kamu pergi, ibu sama siapa, nduk? Gak ono konco grenengan meneh ngko?". Bukan tidak mungkin aku tidak meniggalkannya suatu saat nanti, secara aku punya keluarga sendiri. Tapi biarlah tuhan yg membuatnya waktu tepat dan terbaik saja untuk kami. Aku, ibu dan keluarga kecilku sendiri.

Ibu, hiduplah lebih lama untukku. Dengan bahagia dan sehat2 selalu. Agar lebih banyak waktuku untuk bahagiakanmu. Terimakasih untuk selalu jadi penyejuk hatiku. Juga pereda semua rasaku meski tanpa kuharus memberitahumu sgala hal yang kusimpan jauh di lubuk hatiku.

Terimakasih, Ibu. Tuhan benar2 mengirimkan malaikat terbaikNYA melaluimu. Semoga kelak, anakkku akan berdoa yang sama akanku.

Dari aku. Anakmu.

Wednesday, 10 May 2017

SI JAGOAN KAMPUNG

23:02 23 Comments

Sesaat membaca tantangan untuk menuliskan kenangan dimasa kecil yang paling membekas di ingatan oleh Mbak Nia dan Mbak Anjar, tiba2 ingat satu kejadian yang membuat bermacam perasaanku campur aduk dibuatnya :)

Lahir ditengah-tengah keluarga "besar" dengan 4 orang saudara, membuatku sangat bersyukur. Karena suasana rumah yang selalu hangat dan juga ramai tentunya. Hihihi.

Diantara keempat kakakku, jarak yang paling jauh usianya adalah aku. Yaitu sekitar 13 tahun dengan kakak sulungku dan 7 tahun dengan kakak sebelumku. Lainnya cuman selisih 2-3 tahun. Itulah sebabnya, aku sering dijadikan "bahan becandaan" oleh kakakku. Dari yang dibilang kalo sebenarnya aku adalah anak temuan karena sosokku yang memang paling berbeda sendiri. Dari postur tubuh yang paling kecil sampai warna kulit yang paling hitam langsat binti eksotis ini. *halah.
Pun juga sebagai bahan becandaan kalau aku ini anak koretan, atau kalo bahasa film kekiniannya sih "anak yang tak dirindukan". *apaseeeh?*. 
Dulu pertama kali di becandain gitu, aku bisa nangis sejadi-jadinya. Tapi lama - kelamaan aku merasa biasa saja. Karena kata Bapakku, diantara keempatnya aku termasuk anak yang menonjol dan berprestasi. *ini beneran kata Bapakku lo ya." Karena aku sering masuk ranking dan sering jadi perwakilan sekolah untuk lomba baca puisi, cerdas cermat agama dan MTQ. *Kasih oplosan, eh applause duoooonk*.

Dan karena usiaku yang terpaut jauh dan tidak punya adik sendiri. Otomatis, aku lebih suka bermain dengan anak anak tetangga. Itupun mainku dengan anak2 yang lebih kecil. Secara tidak ada yang seumuran.

Sebagai anak yang paling besar, secara tidak sadar, terkadang aku tidak bisa mengalah. Alias menangan kalo org jawa bilang. Hahaha. Setiap hari aku yang akan menentukan waktu untuk mengumpulkan teman untuk bermain di rumah salah satu dari kami. Dengan siulan atau tepukan sebagai kode-nya. *nahlo. uda mirip preman lom sih?*

Kalo tidak ingat waktu, kami bisa main dari siang (bangun tidur) sampai sore. Ah, senang sekali masih bisa bebas bermain dan berlarian di jalanan, karena jaman dulu masih jarang motor bersliweran.

Karena aku yang paling besar, acapkali aku dipanggil bu Bos atau NdanGeng (Komandan genk) sama teman2. Apabila ada anak dari kampug lain yang menakali salah satu dari kami, maka aku yang akan maju duluan. Pun jika ada salah satu teman dari geng kami yang nakal, maka aku yang akan ngomporin mereka untuk tidak lagi berteman. *amppuuunnn. dosa ku banyak banget gak sih*. Maka jangan ditanya, sudah berapa kali aku dikurung Bapak di kamar mandi, kalau ketauan sudah nakalin anak orang. (Nakalin ini jaman aku dulu, engga seekstrim sekarang. Gak sampai gontok2an, paling pol cuman engga diajak mainan bareng lagi untuk seberapa waktu). Dan itu juga ga bakal lebih dari 3 hari. Maklum, gini2 juga aku kan anak shalihah yang patuh sama nasihat bu uztad untuk tidak marahan lebih dari 3 hari. *Salim*.

Hingga suatu pagi di hari minggu, seperti biasa aku merencanakan untuk jalan pagi bersama teman2.

Kali ini bukan lagi di area sekitar simpang lima, tempat paling dekat dari komplek perumahan kami.  Tapi sampai ke suatu tempat bernama Kuripan, daerah dimana adalah tempat madrasahku kalau sore hari. Jaraknya sekitar 4km kalo dari rumah.

Aku lupa start dan finish tepatnya jam berapa. Tapi yang jelas, bagi anak2 kecil semasa kami, perjalanan ini menghabiskan waktu dari setelah subuh sampai mau dzuhur.

Kami sempat mampir di rumah budhe untuk minta makan karena kelaparan dan juga kelelahan. Oleh budhe, sebelum pulang, kami di beri uang untuk naik delman sehingga kami tidak perlu lagi untuk berjalan. Yesss..

Ketika kami sampai di ujung gang, terlihat banyak kerumunan. Dan itu adalah wajah orang tua-orang tua yang cemas menunggu kedatangan kami.

Begitu turun dari delman, masing2 dari kami langsung mendapatkan pelukan dan kecupan serta juga rentetan pertanyaan.

Bak jagoan kampung yang kalah perang, akupun berjalan mengikuti langkah ayahku dengan menunduk. Antara perasaan malu dan bersalah menjadi satu.

Malu karna sudah "menghilang"kan teman2 sekampungku dan perasaan bersalah karena aku yang sudah mengajak mereka smua tanpa dosa.

Tapi ada yang berbeda, kali ini aku tidak di kurung di dalam kamar mandi. Aku sempat heran, namun justru itulah yang akhirnya membuatku tersadar untuk "lebih tau diri".

Ini kisahku. Mana kisah kalian? Cerita juga donk di komen. Siapa tau ternyata kita seumuran atau malah tetanggaan :)









Friday, 5 May 2017

Sebentuk rindu sang bocah

09:18 14 Comments

Mungkin bagi kebanyakan anak, Ayah atau Ibu adalah idola pertama mereka. Seseorang yang sangat lekat dan dekat dengannya. Hal itulah yang kulihat pada anakku, Dhaff (5th). Dalam setiap hal, Dhaff selalu ingin di anggap mirip dengan papahnya, yang berarti suamiku.

Entah apa yg ada dipikirkannya. Yang Dhaff tau, dia mirip papahnya karena dia itu cowok dan ganteng. *catet*. Wkwkwk.

Tapi namanya juga bocah. Dia belum paham betul dengan semua perasaan yg dimilikinya.
Termasuk pagi tadi (4/5). Seperti biasa, pagi hari adalah waktu kami berkomunikasi dengan papahnya, yg kebetulan tinggal berbeda kota karena tuntutan pekerjaannya. Tak seperti biasanya, ketika disodorkan hp untuk menjawab telepon papahnya, Dhaff ta seantusias biasanya.
Hp yang sedianya digunakan untuk menjawab lontaran pertanyaan papahnya itu, malah ditaruh di atas kasur dan ditindih dengan badannya. Ketika aku bertanya, Dhaff hanya menggeleng. Seperti sebuah kode bahwa dia sedang tidak ingin berbicara dengan ayahnya.
Tapi begitu telepon ditutup. Dhaff terlihat terisak dengan wajah ditekuk.
Aku sempat mendengar sedikit gumamannya. "Papah gak sayang aku."
Waktu kutanyakan kenapa? Sembari membelai rambutnya, Dhaff bilang "teleponnya ditutup papah, kok" dengan wajah mengembik, menahan tangis.
"Lho? lakok td gak mau bicara ditelepon?". Dhaff hanya mengeleng.
"Dhaff kangen Papah?"
Tak ada jawaban. Gelengan maupun anggukan kepala. Dhaff hanya menatap mataku kali ini. Dalam sekali. Seolah mengiyakan.

Ah, tiba2 rasanya seperti flashback beberapa tahun silam. Umurku masih sekitar 10 an. Masih duduk di bangku SD waktu itu.
Satu hari tepat di tanggal ulangtahunku. Aku yang sangat sayang sama kakak sulungku sedang asyik bermain nintendo di rumah tetangga. Tanpa sepengetahuanku, kakakku tersebut pulang untuk memberiku kejutan. Tak hanya dengan tangan kosong, namun ada sebuah hadiah kecil yg khusus disiapkannya untukku. Tetapi, karena aku asyik bermain, kakakku mencegah ibu yang akan memanggilku untuk menyuruhku pulang. Disamping itu, kakakku tidak punya banyak waktu. Jadi harus sesegera mungkin untuk kembali ke solo, kuliah.
Aku begitu terkejut, ketika ibu menyodorkan kado yang katanya dari kakakku itu. Kucari ke setiap sudut rumah tanpa bertanya pada ibu tentang keberadaan kakakku lebih dulu. Ketika ibu bilang kalau kakakku sudah kembali ke solo, aku langsung lari menuju halte bus yang tepat berada di depan gang.
Aku menangis sejadi-jadinya ketika tak mendapatinya lagi disana.
Malamnya aku demam.

Sebenarnya aku tak tahu apa itu rindu. Apalagi cinta. Yang aku tahu, bahwa aku selalu ingin bersama kakakku. Karna rasa aman selalu aku dapatkan jika bersamanya. Aku selalu ingin apapun yg aku lakukan dia selalu ada. Itu saja.

Dan melihat gelagat Dhaff pagi ini, seperti membuka ingatan tentang perasaan yang pernah aku miliki dulu.

Terkadang, ketika kita tidak mengerti perasaan kita, yang ada hanyalah amarah. Sama seperti diamnya Dhaff, pun juga amarahnya yg tiba-tiba.

Ah, dhaff... Aku tahu apa yang kamu rasa itu  adalah sebentuk rindu bocah kepada ayah,papah yang juga idolanya. Musuh sekaligus temannya di rumah. Yang suka menggodanya tapi juga selalu hangat memeluknya. Yang sama-sama punya amarah namun lalu tertawa keras bersama-sama.

Aku tahu bahwa aku masih perlu belajar terus untuk membaca setiap tingkah, laku, gelagat, sikap atau gesturmu. Bantu aku, ibumu ini untuk lebih peka, ya. Dan kita akan belajar mengendalikan perasaanmu bersama-sama.


#1Minggu1Cerita
Tema : Rindu



Thursday, 4 May 2017

NEW RISING STARS, MENU ISTIMEWA HOKBEN YANG TERANYAR

23:18 27 Comments

Pernah gak sih ketika lagi asyik ngemall tiba-tiba lapar di jam yang nanggung? Uda habis sarapan, tapi jam makan siang masih lama datang. Enggak lapar, pengen makan tapi gak juga pengen kenyang?  
Atau juga sedang nongkrong bareng teman-teman, tapi ada beberapa dari kita yang sedang tidak berselera dengan menu berat. Pengennya pkmakan cemilan tapi yang sehat dengan suasana tempat yang cozy dan nyaman?

Wah, kalau benar begitu cocok banget dengan menu baru yang baru saja diluncurkan oleh Hokben di bulan April 2017 yang lalu nih. Kenapa? karena Hokben, sebuah restoran cepat saji bergaya Jepang yang sudah ada sejak dari tahun 1985 ini ingin selalu memenuhi keinginan kaum millenial yang muda dan beraktifitas tinggi diluar bermaksud menjadikan Hokben sebagai tempat yang nyaman untuk nongkrong bersama teman ataupun rekan kerja. Untuk itu diluncurkannyalah menu camilan sehat sebagai teman #nongkrongasyik kita. Gimana? Oke banget 'kan ya?

Kebetulan pada hari senin (1/5) kemarin, kami dari komunitas blogger perempuan Gandjel Rel mendapatkan kesempatan untuk menghadiri pengenalannya di outlet Hokben di The Crowne Plaza alias Paragon Mall Semarang. Tak hanya untuk pengenalan produk barunya saja. Kami juga diberi kesempatan untuk mengikuti workshop pembuatan shibori.
Menu baru tersebut dinamakan New Rising Stars.  New Rising stars ini terdiri dari tiga menu pilihan mewakili kategori Snack, Drink dan Dessert. Dengan menu andalannya bernama Sakana Stick, Ocha Lychee Tea dan Soft Pudding.

1. SAKANA STICK

Yaitu snack yang berisikan dari produk olahan ikan yang dibalur dengan tepung khas Hokben . Sakana sticks ini terdiri dari dua pilihan rasa. Yaitu Sakana Sticks Original dan Sakana Sticks Nori (Seaweed Seasoning).

Dari pertama kali nyicip, kami semua sepakat kalau Sakana Stick ini bakal jadi snack baru andalan kami nih. Karena selain rasanya yang enak, gurih dan renyah. Sakana stick ini meski berupa olahan ikan namun tidak terasa amis sama sekali. teksturnya pun lembut di dalam dan crispy di luar. Dengan taburan butiran seaweed (untuk yang Sakana Nori) dan cocolan saus sambal. Rasanya sudah pas dan cocok banget di lidah kami. Jadi yakin banget nih kalau Sakana Stick bakalan jadi kesayangan kalo pas #nongkrongasyik bareng teman-teman.


Sakana Stick ini sendiri melengkapi snack-snack yang sudah ada sebelumnya di menu Hokben. Atau yang sering dikenal sebagai TOKYO BITES. Snack- snack tersebut diantaranya adalah :

   ● Takoyaki
Snack berbentuk bola-bola kecil dengan isian potongan bayi gurita. Yang kemudian disiram dengan saos dan mayonnaise khas Hokben.



   ● Tori Popcorn
Potongan dada ayam tanpa lemak berlapis tepung dan dimasak dengan metode Deep Frying Oil.



    ● Shumai Furai
Produk olahan udang dana yam yang dibungkus dengan kulit pangsit.



    ● Shumai Steam
Produk olahan udang dana yam yang dibungkus dengan kulit pangsit dan dimasak dengan dikukus.


● Edamame
Kedelai pilihan yang terbaik. Sehat, rendah lemak dan tinggi protein.



2. OCHA LYCHEE TEA

Yaitu minuman Teh Ocha (The hijau) khas Hokben yang ditambahkan flavor leci dari Sirup Leci dan Nata de Coco. Ada pula buah leci asli di dalam minumannya. Tak hanya rasanya yang manis dan begitu menyegarkan. The hijau ini tentu juga menyehatkan dong pastinya. Segar, Nikmat dan Sehat. Klop sekali bukan?
Ocha Lychee Tea ini melengkapi menu minuman yang sudah ada sebelumnya yaitu Jus melon, Korikonyaku Strawberry dan jus jeruk pilihan.



3. SOFT PUDDING

Varian baru pudding Hokben dengan rasa taro dan mangga yang lembut teksturnya. Pudding ini dibuat dari buah asli pilihan.
Tapi sayangnya pudding ini belum bisa dinikmati di Semarang. Karena untuk kesediaannya sendiri tidak bisa terlalu lama, mengingat buah asli yang digunakan dan pembuatannya yang tanpa bahan pengawet.

Kalau kalian ingin dan berminat, sementara ini pudding baru bisa didapetin di gerai2 Hokben di Jakarta.




Dan seperti menu yang lainnya, Soft pudding ini melengkapi keberadaan menu dessert yang sebelumnya sudah ada. Yaitu Es ogura (Es kacang Merah), Es Sarang burung, Kaki gori, Soft Caramel Pudding  dan Chocolate pudding.

Buat kamu yang enggak sempat keluar rumah, tapi pengen menyediakan menu camilan sehat ataupun menu-menu Hokben dirumah. Sekarang mah, gak perlu khawatir ya, karena sejak tahun 2007 kita bisa delivery order ke call centernya di : 1-500-505. Gak perlu ragu juga atas kehalalannya, karena sertifikat halal dari MUI nya juga sudah ada.

Nyicip menu baru Hokben bersama blogger perempuan Semarang

Photo session bersama 

Gimana? Mau icip menu baru di Hokben? Boleh banget kalau mau bareng sekaligus traktir aku yaa :)



Workshop shibori bersama @hokben_id

08:36 23 Comments

Yess, hari senin (1/5) kemarin, kami blogger perempuan Semarang, selain mendapatkan undangan untuk mengikuti peluncuran menu baru di hokben, juga berkesempatan untuk mengikuti workshop shibori.

Dipandu langsung oleh Mbak Deya dan tim dari @seratanstudio, acara ini sangat menggugah semangat dari emak dan embak GRes yang hadir pada pagi itu. Kami sangat antusias sekali, secara baru kali ini mendapatkan kesempatan secara langsung untuk praktek dengan para ahlinya.

Untuk Shibori sendiri, menurut mbak Deya adalah bahasa Jepang yg dalam Bahasa Indonesianya adalah Ikat Celup, atau dalam bahasa Inggrisnya lebih dikenal sebagai Tie dye.
Pernah melihat batik sasirangan atau batik jumputan? Nah, mungkin semacam itulah yang lebih "biasa" kita kenal.

Sebelum kita praktek, berikut adalah alat,  bahan dan cara yang diperlukan untuk membuat shibori.

1. Alat dan Bahan.

Untuk bahannya sendiri yang diperlukan adalah kain (biasanya pakai yg 100% katun), boleh juga pakai kain santung (bahan mukena) yang terkenal adem itu.
Oh iya sesuai pesan Mbak Deya, bahan itu menentukan kenaikan warnanya loh.
Jadi bahan dengan kain berkualitas baik, warnanya akan lebih awet. Mungkin demikianlah maksud pesannya.
Ini adalah alat-alat yang aku pilih buat di cetak di kainku.
Selain kain, untuk polanya kita bisa menggunakan alat bantu berupa sumpit, kayu yg sudah dibentuk (bisa kotak, segitiga atau persegi panjang) dan juga karet.
Kalau teman teman ada yg pernah bikin batik jumputan media kelereng juga bisa digunakan.

2. Tekhnik Pembuatan.

Ada beberapa macam tekhnik pembuatan Shibori ini. Diantaranya :

a. Basic.
Ini berupa lipatan2 biasa.

b. Itajimei (Shibori)
Menggunakan kayu kotak.

c. Arashi
Menggunakan pipa.

d. Spiral
Berupa lipatan spiral yg dibuat diatas kain.

e. Jumputan
Teknik dengan gerakan tangan seperti sedang "menjumput" sesuatu.

f. Resis.
Ini adalah teknik tertinggi dari pembuatan shibori. Karena hanya bisa dilakukan oleh sang ahli.

Mbak Deya dari @seratanstudio sedang menjelaskan cara pembuatan shibori.

Ini tekhnik-tekhnik pembuatan polanya, ya.
3. Cara pembuatan

Jadi pagi itu semua peserta dibekali kain, karet, kayu yang mengandung bentuk2 yg sudah saya tulis diatas, sumpit dan sarung tangan plastik.

Pertama-tama, kami diminta untuk melipat kain sesuka kami.
Selanjutnya membuat pola diatas kain. Saya memilih untuk memadukan dua segitiga (niatnya sih pengen jadi bentuk kupu2 gitu), sama persegi panjang.
Cara membuat polanya adalah dengan meletakkan kayu2 diatas kain, lalu ditumpuk dengan sumpit dan kemudian dikaretin.
Sumpit dan karet disini dimaksudkan untuk menjepit kayu agar tidak bergeser saat masa pencelupan warna.
Setelah pola yang kita buat sudah jadi, maka waktunya kita mencelupkan kain tersebut kedalam dua buah ember kecil.
Yang satu berisikan pewarna plus garam (untuk menjaga keawetan warna).
Dan yang satunya lagi berisi Naptol, pewarna asli pakaian.
Ada tiga warna yang disediakan oleh panitia. Yaitu biru, merah dan kuning.

Setelah melalui proses pencelupan, selanjutnya adalah proses pengendapan. Istilah ini saya pakai sendiri karena prosesnya hanya berupa kain yang ditaruh secara berjajar untuk beberapa menit. Kalau istilah Mbak Deya dan teman2 sih ditiriskan. Hihihi. Kayak gorengan aja ya.

Proses "meniris" kan kain setelah mengalami pencelupan warna.

Yang biru itu punyaku. Temanya sih pengen bikin model kupu-kupu. Jadi pakai kayu bentuk segitiga yang dihadap-hadapkan :)
Setelah 10 menit berlalu, akhirnya hal yang paling kami tunggu tiba juga. Yaitu, membuka kain untuk melihat hasilnya.
Pada sesi ini, seluruh peserta terlihat antusias sekali. Sesekali terdengar teriakan "Yeeee" dan tepuk tangan terdengar di kerumunan. Bukan apa-apa, kqmi hanya sedang mengagumi hasil karya sendiri dan juga teman2, ketika hasilnya jauh dari perkiraan. Rasa antusias itupun segera berubah menjadi takjub. Hihihi.
Nah, setelah puas melihat hasil, proses selanjutnya yang harus kami lakukan adalah proses pengeringan. Ini adalah proses terakhir dari serangkaian proses pembuatan shibori.
Kain kain cantik kami itu digantung sperti jemuran satu persatu dan diklip. Ditaruh di tempat yang terkena panas atau angin.
Ni die si biru lentik hasil buatan tanganku. Motifnya malah mirip kain pantai ya? Tapi lumayanlah buat pemula. Hihihi
Sambil menunggu, tarrraaa... kamipun mendapatkan kesempatan untuk menyicip menu di Hokben, termasuk snack baru yang sudah diperkenalkan di awal. Yeaaay, yummy...
Hampir semua dari kami memesan Sakana stick dan banyak juga yang mencoba pesan Ocha Lychee tea yang ternyata rasanya benar2 segar itu.
Yess, perut jadi kenyang. Dan siap mengikuti sesi selanjutnya.

Menu lunch-ku nih. Ada Sakana stick dan ocha lychee tea si menu baru dari Hokben loh.

Setelah menunggu semua teman selesai makan, kami pun bergegas melihat kembali hasil shibori buatan kami. Banyak shibori yang sudah kering sehingga kamipun mengambilnya untuk photo session ala-ala bersama kain kami masing-masing. Tak lupa foto bersama dengan mbak de ya dan mbak irma selaku pihak dari hokben berlatar hasil shibori kami di belakang.

Tak hanya itu, ternyata panitia menyediakan dua hadiah untuk pemilik shibori yang paling unik. Dan pemenangnya jatuh pada mba uniek dan mbak dini. *selamat ya*.


Setelah puas berfoto ria, kami kembali ke meja kami masing2 untuk acara penutupan dengan pembagian goodie bag dari hokben. *terimakasih*

Embak dan Emak dari komunitas blogger perempuan Semarang, Gandjel Rel, alias GRes yang ngehits abiz.

Demikianlah acara workshop shibori sehari yang kita ikuti. Senang sekali rasanya hari itu selain bisa kopdar dengan teman2 blogger, kami juga mendapatkan tambahan ilmu yang bermanfaat.
Terimakasih buat hokben selaku penyelenggara. Semoga lain waktu kami mendapatkan kesempatan untuk peluncuran menu baru lagi ataupun workshop dengan tema jejepangan yang lainnya di hokben, ya.
Teman-teman pasti takkan menolak juga kan ya? Hihihi.
Sukses  selalu buat hokben dan menu2nya ya.

Salam.



rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email