Berbicara soal "sesuatu yang kamu kangenin" sebagai tema #arisanbloggandjelrel dari duo mba cantik Rizka Alyna dan mba Alley H rasanya senang sekali. Karena kebetulan banyak yang
Dan diantara sekian banyak hal yang saya kangenin, utamanya adalah kangen dengan masa-masa kejayaan atau keemasan saya. *halah*. Jangan bayangkan kalau jaman kejayaan itu adalah masa dimana saya sedang masih dalam masa tumbuh kembang dan saat masih lucu2nya ya. *apasih?*.
Tapi, masa kejayaan itu adalah masa di mana saat itu saya masih duduk di bangku kuliah.
Jadi ceritanya masa kuliah adalah masa dimana saya mulai bebas bergerak dan tidak terkungkung kembali dengan aturan-aturan di rumah. Yach, tau sendiri kan ya? Disaat beranjak dari remaja menuju dewasa, selalu banyak hal yang menyebabkan kontroversi hati gara-gara aturan-aturan yang dibuat oleh orang tua. Nah, saya termasuk saya salah satunya.
Lahir di sebuah keluarga dengan background agama yang sangat lekat, otomatis aturan yang harus saya terima di rumah sedikit agak lebih ketat. Dan dari banyak hal yang dilarang oleh oiangtua saya, yang paling tidak saya setujui adalah mengikuti lomba yang berhuibungan dengan menyanyi. Padahal mereka tahu kalau saya paling suka menyanyi. Alih-alih mengikuti lomba menyanyi, Bapak Ibu (terutama bapak) lebih memilih untuk mengikutkan lomba lain seperti membaca puisi atau tilawah.
Beliau bahkan mendaftarkan saya untuk mengaji setiap hari minggu di sebuah Masjid di tengah kota yang pesertanya kebanyakan ibu-ibu agar saya memperbaiki bacaan Al qur'an saya sekaligus bisa mentartilkannya dengan baik. Disaat semua anak sebaya saya sedang asyik2nya menonton filn kartun kesukaan mereka, saya "malah" harus berada di suatu tempat yang asing demi keinginan Bapak. Sedih sih, tapi hikmahnya saya jadi sering ikut didaulat oleh sekolah untuk mengikuti lomba MTQ dan beberapa kali menjuarainya.
Beliau bahkan mendaftarkan saya untuk mengaji setiap hari minggu di sebuah Masjid di tengah kota yang pesertanya kebanyakan ibu-ibu agar saya memperbaiki bacaan Al qur'an saya sekaligus bisa mentartilkannya dengan baik. Disaat semua anak sebaya saya sedang asyik2nya menonton filn kartun kesukaan mereka, saya "malah" harus berada di suatu tempat yang asing demi keinginan Bapak. Sedih sih, tapi hikmahnya saya jadi sering ikut didaulat oleh sekolah untuk mengikuti lomba MTQ dan beberapa kali menjuarainya.
Untuk itulah ketika mendapat gelar baru bernama mahasiswi, rasanya teramat sangat senang sekali (saking senangnya). Karena kuliah saya ada di luarkota, maka saya harus ngekos di sana. "Yess, akhirnya keluar dari rumah ini juga". Itu kata-kata pertama saya setelah menerima surat bahwa saya dinyatakan lulus PMDK. Hihihi. Bayangin aja, teman-teman saya waktu di antar ke kos pertama kalinya, mukanya pada termehek-mehek mania. Senyum saya malah mengambang lebar tanpa dosa. Hahaha.
Dan selama di sana, masih meneruskan bakat tomboy saya, maka kebanyakan teman saya saat itu adalah cowok. Bisa di pastikan kalau ada segerombolan cowok dengan satu cewek, itu adalah saya. Soalnya waktu saya kuliah, masih jarang sekali orang berlalu lalang. Lokasi kampus yang berada jauh dari perkotaan dan masih di area pedesaan ini belum begitu seramai sekarang.
Karena teman saya banyak yang cowok, maka saya memanfaatkan situasi ini untuk belajar alat musik kepada mereka. Terutama gitar. Alhamdulillah dari mereka-merekalah sampai sekarang saya sudah bisa mencari nada untuk lagu sendiri.
Hingga suatu hari, ketika sedang bersenandung di dalam kelas (kebetulan selain KM tempat paling kondusif untuk menyanyi jejeritan adalah di kelas) tiba-tiba ada kakak kelas yang mendengar dan suka. Beliau punya beberapa lagu ciptaannya sendiri yang katanya cocok dengan karakter vokal saya. Jadi deh hari itu saya untuk yang pertama kalinya ngeband. Bergabung dengan band "De Flip Minor" bersama tiga teman sekelas saya. Ga cuman di de flip minor, saya juga tergabung di beberapa band "dadakan" bernama the stage, dan Caldera. Sasaran kami adalah di acara-acara tahunan jurusan dan acara-acara di kampus. Di band yang terakhir kami sering menyanyikan lagu-lagu Mocca. Itulah kenapa saya mencantumkan nama "mocca" di banyak nama akun sosmed saya *gakda yang nanya ya*. Hihihi.
Baidewei eniwei baswei, jujur aja, sebenarnya suara saya juga gak bagus2 amat menurut saya sih. Cuman mungkin karena jatah stock cewek yang gak punya malu buat maju keatas panggung masih langka. Jadi kayaknya teman2 saya merasa excited ketika menemukan penampakan saya yang memang malu-maluin ini =D
Dan setelah tidak merasakannya kembali dalam jangka watu yang sangat lama (terakhir ngeband tahun 2006), menyanyi di atas panggung, menonton konser musik, ngejam bareng dan nongkrong ayik di studio musik, rekaman ala-ala pakai kaset dan recorder tangan, sok-sok an bikin video klip ala-ala adalah hal yang paling paling saya sangat kangenin sekali. Cuman mungkin agak kalem sedikit kali ya? Pegang strum eh pegang mic sambil mainin piano di atas panggung kolaborasi dengan anak lanang. *aamiin*
![]() |
Penampakan de Flip Minor. Whew, benar-benar kelihatan kan kulit coklat langsat saya :) |
![]() |
Bersama Caldera Band manggung di acara perpisahan SMK Widya Praja Ungaran :) |
Demikianlah sekelumit cerita tentang sesuatu yang saya kangenin. Kalau kamu, apa yang paling kamu kangenin?