Friday, 25 May 2018

Hadiah terbaik itu bernama pelukan

21:38 6 Comments


Pernah dengarkah sebuah jargon yang mengatakan bahwa kalung terbaik seorang ibu adalah pelukan seorang anak di lehernya?

Ah iya. Saya termasuk yang selalu merasakan bahwa kalung terbaik saya adalah lingkaran tangan si kecil yang menggelayut manja. Betapa tidak? Pelukannya itu adalah penyembuh dari segala rasa lelah, sakit hati, dan segala rasa yang berkecamuk setelah aktivitas seharian.

Bukan hanya pelukan belakang dan gelayut manja dari buah hati kesayangan, pelukan dari pasangan, sahabat dan orang-orang terdekat adalah obat mujarab yang sangat menyembuhkan.

Ingat sekali pernah ada satu momen dimana saya merasakan kesedihan yang teramat dalam. Kesedihan yang paling saya takutkan. Yaitu kehilangan buah hati kami tercinta.
Seluruh dunia terasa runtuh saat menghadapinya. 
Segala rasa sedih, marah, bingung, sakit, pedih dan segala rasa yg dimiliki seorang ibu yang baru saja melahirkan bercampur jadi satu. Membuat seluruh isi otak, dada dan seluruh anggota badan bergemuruh jadi satu. Bercampur dengan airmata yg tak kunjung padam.

Dan apa yg saya butuhkan saat itu? Bukan kata2 penghiburan, apalagi nasihat yg berkepanjangan.
Saya cuman butuh satu hal. Pelukan.

Pelukan yg menghangatkan. Yang membuat saya tidak merasa sendirian. Yang membuat saya merasa bahwa kedepannya semua akan tetap baik2 saja. 

Tentu saja pelukan pertama yg saya harapkan adalah pelukan dari pasangan. Tak mengapa dia tak mengerti banyak hal. Asal dia tahu bahwa yg saya butuh adalah pelukan. Dukungan pertama dan utama yang paling saya nantikan.

Tapi karena prosesi operasi saya di luarkota. Maka terpaksa bergitu jenazah sang bayi boleh dibawa pulang, suami pun harus mengantar ke rumah kami yang sekiranya menempuh perjalanan selama 2 jam. Tepat jam 1 pagi kurang lebihnya sampainya disana.

Paginya otomatis suami pula yg sibuk mengebumikan jenazah dan juga menerima para pentakziah yg datang kerumah.
Sorenya suami baru bisa datang kembali ke RS. Karena kecapekan tidak tidur semaleman maka sesampainya di RS beliau langsung tertidur. 

Ah. Benar2 tidak berempati pikir saya saat itu. Tetapi paginya ketika terbangun dan beliaupun duduk di sisi ranjang. Mengajak saya mengobrol dan tentu saja memeluk saya yang masih saja terus mengeluarkan air mata diluar kesadaran saya.

Dan entahlah. Seperti mendapatkan keajaiban saya merasa bahwa saya baik-baik saja. Akan selalu baik-baik saja dengan keberadaannya. Tak ada kekuatan dari makhluk lain selain suami saya. Hidup akan terus berputar dan saya akan terus menjalaninya bersama orang yg telah Allah pilihkan untuk saya. Dan saya jadi berpikir bahwa memilikinya dan pelukan2nya adalah hal terbaik yang pernah saya punya!

Pun sampai sekarang saya masih selalu "menghargai" pelukan sebagai sebuah kado terbaik. Untuk sahabat2 wanita saya, saudara2 saya ketika mereka butuh dukungan. Juga untuk sang buah hati sebagai bentuk bahwa ada banyak sekali rasa cinta, kasih sayang, perlindungan dan penjagaan yang saya miliki untuknya.

Salam.

#RamadanMenulis #penulis #penulisamatir #penulisindonesia #penulismuda #penulispemula #penulismudaindonesia #penulisankreatif #penulismuslimah #bukuislami #1hari1tulisan #1hari1karya #1hari1cerita #1hari1kebaikan #1hari1ilmu




Thursday, 24 May 2018

Lima cara efektif untuk mengatasi rasa terpuruk

21:52 0 Comments


Tak selamanya kita akan merasakan bahwa hidup baik2 saja. Akan selalu ada masanya bahwa ada sesuatu yg salah dan tidak berjalan sesuai dengan ingin kita. Bahkan membuat kita merasa "down" atau terpuruk hingga beberapa lama. 

Jika sedang merasa seperti demikian. Maka hal2 yg biasa aku lakukan :

1. Merenung
Mencoba memahami apa yang sedang terjadi. Berusaha mengoreksi. Dan kemudian menyadari bahwa setiap orang pernah berbuat kesalahan. Lalu mencoba berdamai dengan diri sendiri. Itu adalah hal pertama yang akan kulakukan.

2. Curhat 
Hal yang akan aku lakukan selanjutnya adalah curhat. Sebagai seorang wanita tentunya aku butuh sesorang untuk mengeluarkan segala emosi yang mengendap di jiwa. Selalu butuh tempat untuk mengeluarkan isi hati.
Dan untuk hal ini biasanya aku curhat kepada dua orang. Kalau engga ibuku ya suami. Mereka adalah dua orang andalan yang pasti lebih tau pribadiku dan menurutku lebih "halal" untuk tahu keadaan dan kondisiku.
Tak lupa setiap sholat adalah waktu curhat yg utama. Sholat hajat atau tahajjud biasanya jadi andalan. Curhat sambil menangis diatas sajadah dan sujud panjang bakalan jadi upaya yg paling melegakan. Setelah curhat biasanya pikiran leboh lapang. Dan lebih bersemangat kembali menjalani hidup.

3. Menghimpun positive thought.
Menghimpun pikiran positif agar semangat kembali dan tidak terus terpuruk perlu dilakukan. Agar kita tidak terus terbelenggu oleh pikiran2 negatif yg akan mematikan pikiran kita.
Salah satu hal yg bisa dilakukan kalau aku biasanya mendengarkan lagu2 yang berisi pesan positif.
Seperti stay the same- joy mc.intyre, thankyou Allah- Raihan dsb.
Selama liriknya berisi motivasi dan pas suasana di hati. Biasanya langsung membuatku jadi bersemangat kembali.

4. Pergi ke tempat sahabat.
Ini adalah kebiasaan yg entah kenapa mujarobat buatku. Bersilaturrahmi ke rumah sahabat terdekatku. Terkadang hanya dengan melihat kehidupannya yg baik-baik saja. Atau mendengar ceritanya. Biasanya seperti dapat keajaiban entah darimana. Aku bisa mengambil pelajaran dari sekitar. Dan mulai mensyukuri segala sesuatu yg kumiliki sekarang. Melupakan segala keterpurukan.

5. Memperbanyak istighfar.
Masalah ada karena mungkin kita sedang banyak "kesalahan". Dan salah satu cara menguranginya adalah dengan mengucapkan banyak2 istighfar.
Agar Allah mengampuni dosa2 kita, memudahkan, melapangkan dan melancarkan semua kesulitan-kesulitan yang ada dalam hidup kita. Tidak perlu menunggu habis sholat ketika beristighfar. Di segala tempat pun bisa.

Itulah 5 cara efektif untuk mengatasi rasa terpuruk versiku. Semoga bermanfaat ya.

Salam.

#RamadanMenulis #penulis #penulisamatir #penulisindonesia #penulismuda #penulispemula #penulismudaindonesia #penulisankreatif #penulismuslimah #bukuislami #1hari1tulisan #1hari1karya #1hari1cerita #1hari1kebaikan #1hari1ilmu



Wednesday, 23 May 2018

Yang terbaik dari sosok bertitel "Bapak"

19:47 0 Comments


Tema kali ini, tantangannya adalah menuliskan tentang thing you love about your parents dari @muslimahsinau. Karena di artikel sudah ada beberapa yang say tulis tentang sosok ibu. Maka kali ini saya ingin menulis yang terbaik dsri sebuah sosok yang bertitel "Bapak".

Bapak adalah sosok yang sudah sangat senja di usianya sekarang. Diantara keempat kakakku. Aku yang termasuk tidak bisa dekat dengan sosoknya. Tak ada yg salah dengan beliau. Cuman ada satu prinsip dari Bapak yang dari kecil  tidak bisa kumengerti dan setujui hingga sekarang. Cenderung mengganjal dan terus membayang hingga sekarang. Aku sudah pernah akan mengungkapkannya langsung pada beliau. Tapi Bapak seperti menghindar. Selalu menghindar untuk membicarakan satu hal tersebut. Jadi ya sudahlah. Setidaknya hal itu tidak membuatku lepas untuk tetap menghormatinya. Cuman tidak bisa jDi dekat saja dengannya.



Tapi daripada mengingatnya, dan semakin memperkeruh alam pikirku. Aku ingin menyampaikan hal terbaik saja dari Bapak. 

Bapakku itu sosok yang romantis sebenarnya. Hal yg selalu aku ingat adalah perayaan2 kecil yang sering di buatnya ketika ada anggota keluarga yang berulang tahun.
Dari memberikan kado kejutan yg disembunyikannya entah dimana sebelum hari H. Sampai acara klasik seperti makan2 atau bahkan perginke studio foto untuk mengambil gambar kami sekeluarga.
Salah satu tradisi yang ingin aku ikuti untuk keluarga kecilku.

Bapak juga orang yang menaruh kepercayaan besar kepada anak2nya. Dalam hal ini beliau selalu menerapkan bahwa "Kepercayaan itu hanya berlaku sekali. Sekali tidak bisa dipercaya. Jangan harap bapak bakal percaya lagi."

Hal itulah yang selalu aku pegang hingga sekarang. Bapak tidak pernah mearangku pergi bersama teman-teman mainku yang isinya cewek smua dimalam hari. Bahkan meski aku pulang diatas jam 12 malam. 
Dengan syarat dijemput di rumah. Jadi Bapak tahu aku pergi dengan siapa. Pernah waktu SMP ketika aku dijemput temanku. Satu mobil di suruh turun semua. Untuk memastikan bahwa putrinya pergi dengan temen2 ceweknya saja 😄

Itulah hal terbaik yg aku ingat soal Bapak. Kalau kamu? Apa hal terbaik yg kamu ingat tentang orangtuamu? 

Salam.


#RamadanMenulis #penulis #penulisamatir #penulisindonesia #penulismuda #penulispemula #penulismudaindonesia #penulisankreatif #penulismuslimah #bukuislami #1hari1tulisan #1hari1karya #1hari1cerita #1hari1kebaikan #1hari1ilmu



Tuesday, 22 May 2018

Terapi "jiwa" dengan ayatNYA

08:51 0 Comments

Sebentar lagi aku akan menghadapi proses operasi SC ke-empat. Jujur kalo boleh bilang ada banyak ketakutan dan juga trauma yg masih membayangi dari proses persalinan2 sebelumnya.

Selain rasa sakit, entah kenapa rasa takut kalau terjadi sesuatu pada bayiku lagi seperti riwayat anakku yg sebelumnya masih senantiasa menari2 dibayang pikiran dan pelupuk mata. Maklum saja dari 3 kali SC, anak yg ada sampai sekarang baru satu. Jadi mungkin aku punya rasa trauma tersendiri. Hiks.

Dan adalah ibuku, yang seperti biasanya jadi tempat curhat andalan kalau dirumah. Ibu pun menghiburku untuk tidak terlalu dalam memendam ketakutan. Kekuatan ibu hamil itu pada usaha dan doa yg utama.  Beliau selalu mengingatkan padaku untuk tidak meninggalkan sholat malam dan membaca alqur'an agar pikiranku tenang.

Hingga suatu waktu ada aplikasi mainan di FB tentang ayat alqur'an yang menggambarkan kehidupanku. Pertamanya sih iseng (hehe. Recmeh banget ya).
Tapi ternyata hasilnya benar2 menamparku. 
Ayat tersebut adalah petikan dari Al Insyirah yg artinya :
"Setelah kesulitan ada kemudahan"
Atau dalam ayatnya disebutkan "Inna ma'al yusrii yusro".
Untuk sepersekian detik aku merenungkan hasil pencarianku. Setelah kesulitan ada kemudahan. Ya. Kenapa aku tidak berpikir saja demikian? Aku percaya janjiNYA selalu pasti.
Akan selalu ada senyum setelah tangis. Seperti adanya pelangi setelah hujan ataupun badai.
Tak selamanya sedih itu selalu sedih. Dan bahagia itu selamanya bahagia.
Setelah kesedihan pasti akan datang kebahagiaan. Insyaallah seperti itu adanya. Aamiin aamiin yra.

Sejak saat itu, setiap kali aku merasa khawatir. Aku tinggal mengingat ayat tersebut. Setelah dua kali tangis yg kuhadirkan di mata orang2 yg kusayangi. Insyaallah aku percaya bahwa kali ini Allah pasti akan menggantikannya. Seperti doaku tiap malam. Agar Allah memberi kekuatan, kesehatan, kesempurnaan, dan  keselamatan bagi janinku dalam kandungan. Juga kemudahan serta kelancaran hingga saat ia dilahirkan. Aamiin allahumma aamiin.  *sujud padaMu ya Allah*

Yang penting menjagai hati untuk tidak pernah berputus pada rahmatNYA. Selalu percaya pada kekuasaan dan keesa-an NYA. Percaya pada keajaiban2NYA. Percaya pada kebesaranNYA. Dan tetap terus berhusnudzon ria kepadaNYA. Percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa2 kita. "Bukan kah Allah itu sesuai prasangkaan hambaNYA kepadaNYA?" 

Salam.







rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email