Minggu, 20 Agustus 2017

Bengkel "One Stop Service" bisnis rumahan impian ala aku


Sebuah tema asyeek bin cihuy dari mba Wahyu widianingrum dan bun Muslifa Aseani  atau yg punya nama beken bunsal ini di #ArisanBlogGandjelRel batch 9 tentang bisnis rumahan yg ingin dimiliki benar2 bikin angan yg selama ini terpendam jadi semakin melayang dan membayang dipikiran.
Halah.

Ngomong2 soal bisnis rumahan sebenarnya mah dari kecil juga pengen punya. Meski alasannya sederhana yaitu pengen bisa nikmatin es krim setiap hari. Maka disitulah keinginan kecil untuk memiliki pabrik es krim seketika muncul dibenakku yang masih kelas 2SD waktu itu. Hihihi.


Di waktu sebelum menikah keinginan bisnis es krim berubah menjadi keinginan untuk memiliki toko cetak brosur dan undangan nikah. Alasannya? Biar bisa cetak undngan pernikahan terbaik ala kami. Haahahaha. Maklum soalnya waktu itu sempat eneg banget waktu harus ada tambahan ongkos buat pencetakan menggunakan tulisan emas. Dan kami sempat merencanakan itu dengan mengumpulkan buku2 cara cetak undnagan melalui aplikasi dan beberapa buku bisnisnya loh. Hahaha.
Tapi pada akhirnya kami sadar bahwa soal bisnis bukan hanya dari impian semata. Butuh modal juga untuk mewujudknannya. Hmmm.

Sempat kasihan juga kalo liat suami yg harus LDR dan pindah dari satu kota ke kota lain sesuai dengan proyeknya. Hingga aku punya cita2 buat nabung dan buatin doski sebuah toko bangunan besar. Yang gak jauh2 dari bidang suami saat ini sehingga membuat doski hafal harga2 material. Hahahaa.

Hingga pada suatu hari waktu suami pulang dan merasa jenuh dengan pekerjaannya pernah keceplosan bilang kalau pengen berhenti kerja dan pengen bisnis saja.
Saat itu ternyata doski punya keinginan bikin jasa pencucian mobil. Karena di sekitar komplek perumahan kami itu belum ada jasa pencucian mobil.
Hmmm. Emang sih kalau dilihat doski emang berbakat banget nyuci2 kemdaraan gitu. Dua motor dan satu mobilnya dirumah gakpernah sekalipun terlihat kotor. Bahkan bisa dibilang kincloooongnya ngelebihin kulit istrinya sendiri ini *lulur mana luluuur*.
Dari segala macam body kit buat kendaraan doski punya lengkap kap kap kaaaapp.
Selain itu disela kepulangannya ke rumah. Suamiku hobi banget utak/ik kendaraan. Dari masang aksesori sampai perawatan yg biasanya dilakukan di bengkel bisa dijabanin sendiri.

Untuk itulah, jadi punya impian pengen bikin bengkel one stop service.
Dimana gak cuman hanya bengkel disitu, tapi juga tempat cuci kendaraan, plus kedai kecil yg menjual minuman dan makanan. Sehingga ketika mobil mereka sedang diservice, kemudian dicuci bersih sampai kinclong, mereka juga bisa nongkrong sembari makan sampai kenyang.



Doain semoga terwujud yaaa. Aaamiin. Aamiiin. Ya robbal alamiin.

Rabu, 26 Juli 2017

THE MOCHA EYES : Pentingnya memiliki seseorang yang mau mendengar


Pernah merasa menjadi seseorang dengan "luka" yang sangat dalam? Merasa kecewa karena kepergian seseorang? Sulit untuk menemukan diri sendiri lagi setelah rentetan peristiwa yang bikin trauma?

Ah, buku yang satu ini mungkin cocok untuk dibaca. The Mocha Eyes. Sebuah buku karya Aida M.A yang isinya setebal 245 halaman ini kurang lebihnya menceritakan hal di atas.

Berawal dari kisah Muara si wajah putih dan mata sipit terkesan dingin. Ternyata menyimpan duka yang mendalam karena kepergian kekasihnya. Belum lagi dirinya yg sempat mendapatkan perlakuan asusila dari seorang psikopat di kampusnya. Pun ketika akhirnya Ayahnya yang meninggal karena shock putrinya mendapatkan perlakuan tidak senonoh tersebut. Membuatnya kembali tenggelam dalam perasaan bersalah dan duka serta luka yang teramat dalam.

Bukan salah Ara, (panggilan Muara) ketika akhirnya dia semakin tenggelam dalam dunianya sendiri. Rokok dan segelas kopi pahit adalah pelampiasan akan semua masalahnya. Tak pelak sudah beberapa kali dia dipecat dari pekerjaannya. Karena kebiasaannya  tidak bisa tidur di malam hari, tetapi menjelang pagi menjadikannya selalu terlambat masuk kantor pagi. Sikapnya pun berubah 360 derajat dari yg sbelumnya ceria dan periang menjadi orang yg cenderung cuek, tak perduli dan menutup diri.

Hingga pada akhirnya Ara dikirim untuk mengikuti training motivasi di kantor barunya. Dan bertemu dengan terapis tampan bernama Fariz.

Mereka bertemu seperti sebuah chemistry. Ara yang cuek tanpa perduli sekitarnya. Serta fariz yang percaya akan siluet gambar wanita yg selalu mengisi mimpinya bahkan terbentuk pada awan yang dilihatnya sepanjang perjalanan udara menuju tempat training motivasi yang juga diikuti ara.


Dan semua pertanyaan itu terjawab, ketika Fariz menemukan ara. Mata Ara yang menyimpan sejuta luka hanya mampu dilihat oleh mata Fariz.
Tapi tidak semudah itu. Hati Ara tak semudah itu untuk ditaklukkan. Namun akhirnya mokka lah yang menyatukan mereka berdua. Kopi  pahit yang slalu diminum Ara setiap pagi agar ta mengantuk di tempat kerja berpadu dengan coklat yg di tuang Fariz. Hingga membentuk sebuah rasa baru bernama MoKa.
Analogi Moka itulah yang membuat ara tersadar bahwa hidup ta selamanya pahit.

 Hal itulah yg  kemudian mendekatan Ara dan Fariz. Secara perlahan ara mulai membuka diri dan mulai bercerita tentang masalahnya pada Fariz.

Intrik yg kemudian terjadi adalah hadirnya sosok Meisha. Seorang janda cantik teman kantor Fariz yang terang2an menyatakan sukanya pada Fariz. Hingga menekan ara dengan menciptakan cerita bohong akan hubungan percintaan antara dia dan Fariz. Yang membuat ara cemburu dan berniat meninggalkan Fariz.

Namun ketika ara bermaksud memberi hadiah sebuah video rekaman berupa slidw foto dirinya dengan potongan siluet badannya. Disitulah Fariz mulai yakin bahwa Ara adalah wanita yg selalu ada pada mimpinya.

Akhirnya merekapun merajut cinta. Dan sejak saat itulah kehidupan ara 360° berubah. Dia mulai termotivasi untuk menjalani hidupnya dengan lebih baik lagi. Ara bahkan dipromosikan menjadi manager di kantor karena prestasinya.

Membaca cerita ini diantara cerita miris bunuh diri yg sedang marak sekali di sekitar kita rasanya seperti mengaca.

Memposisikan diri sebagai sosok ara dengan segudang masalah dan menyimpannya menjadikan kita bisa lebih berempati akan orang lain. Meskipun tidak bisa diingkari bahwa setiap orang dengan masalahnya sendiri. Namun alangkah baiknya kalau kita punya seseorang untuk mendengar apapun cerita kita. Apapun yg kita rasa harus kita menej dan tak pernah ada salahnya untuk dibagi dengan org yg bisa kita percaya.

Menjadi pendengar yang baik mungkin tidak bisa sepenuhnya menolong, tapi setidaknya bisa mengurangi beban si pemilik masalah.

Dalam hal kaitannya dengan kejadian suicidal yg marak di berita. Entah kenapa langsung teringat pada cerita di novel ini.
Meski pelakunya tidak sebodoh itu dengan bbertindak nekat menghabisi nyawanya sendiri. Namun salah satu hal yg mungkin bisa memacu tindakan bunuh diri selain karna faktor ekonomi, bisa jadi karena faktor kejiwaan yg nengaruh pada perasaan BLAST (BORED, LONELY, ANGRY, STRESSED, TIRED). Bosan, merasa sendirian, marah, stress, depresi dan lelah. Semua rasa yang pernah di alami oleh sosok Ara.

Cuman cerita pada novel ini dikemas dengan kondisi yg berbeda. Keberuntungan Ara bertemu dengan seorang terapis motivasi yang mampu mengajaknya bicara menjadikannya mampu menemukan dirinya kembali. Seperti dulu lagi.

See? Betapa memiliki seseorang yang mau mendengar bisa jadi kekuatan bagi kehidupan seseorang? Cerita ini menginspirasi untuk mau berbagi cerita dengan seseorang dan sebaliknya. Menjadi pendengar yang baik bagi orang lain. Terutama orang-orang dekat di sekitar kita.

Dan ini adalah salah satu buku yang menginspirasiku akhir-akhir ini untuk #arisanbloggergandjelrel. Tema cantik yang diutarakan oleh travel, fashion dan lifestyle blogger cantik, mba vita pusvitasari dan blogger sekaligus pengusaha muda yang selalu jaya mba anita makarame. Yang tentu saja, blog mereka juga penuh motivasi dan inspirasi.

Jadi, apakah kamu sudah berbagi atau mendengarkan cerita seseorang hari ini?





Minggu, 23 Juli 2017

Warung Dhuwur, kafe hits yg instagramable


Ngaku anak muda kekinian, tapi ga tau tempat nongkrong yg aseeek? Yaelaaa, ibarat kendaraan. Lainnya naik jet pribadi situ masih aja jalan kaki. Hmmm *KZL yakan?

Nah, biar kamu gak ngenes2 banget, sini nih gue bisikin yaks. Salah satu tempat nongkrong keren di saentero purwodadi yg nyaman, asik dan ngehits. Yang namanya adalah Warung dhuwor.

Kafe yg mengusung tema modern ini berlokasi di jalan R. Soeprapto no.9 Purwodadi. Atau sekitar rel bengkong menuju pujasera.

Betewe, ada yg pernah kesana? *cung yuks!*. Yang uda ngerasain tempat dan menunya pasti setuju kalo Warung Dhuwur ni juarak.

Selain sering dijadikan tempat nongkrong. Ada juga beberapa fotografer lokal yang menjadikan tempatnya sebagai lokasi pemotretan baik untuk lomba maupun prewed,loh. Ada yg tertarik? Hubungi eike yaaa *numpang ngejob* qiqiqi. Gak dink. Datang aja langsung ke lokasi nanti nego sendiri sama mba dan mas pemilik yg cantik dan cakep. 
Salah satu angle favorit yang photoable. Salim dulu yuks ah sama pemilik warungnya.


Tempatnya yang enjoyable, comfortable binti photoable ini dijamin bikin kita nyaman deh berlama-lama berada disini. Kalau ga percaya ni dia penampakannya :

Lantai 2 yg instagramable
Buat ngobrol asyik atau nongkrong syantik, okey juga.
Salah satu angle yang syantik banget buat selfie wefie maupun grufie.

Nongkrong disini bareng2...dijamin lupa waktu. Oiya ada tangga menuju ke lantai atasnya juga tuh.



Yang ingin menikmati pemandangan kota Purwodadi atas, bisa banget duduk di balkon paling pinggir. Yang ini strategis banget kalau pas nongkrong sembari nonton karnaval. Hihihi. *catet buat booking tempat sebelum karnaval biar ga ikut jamaah yg berjubel wal uyuk2an yes*

Warung dhuwur ini memiliki beberapa menu andalan diantaranya mie kriyuk semesta, mie rombeng, aneka jenis penyetan, pisang bakar aneka rasa, roti bakar aneka rasa, cokelat, milk shake dan juice. Oiya buat coffee lovers, ada juga berbagai varian rasanya. Setiap periode tertentu pun juga ada menu baru untuk memperkaya pilihan yang pastinya oke punya.










Gimana uda bikin ngiler lom menu sama tempatnya?? Buruaan yuks ke Warung Dhuwur. Harga dan kualitasnya itu looo dijamin "anti-ngawurr". Bikin nongkrongmu jadi makin asyik dan gayeng.
Yuks..yuks..yuuuks. Ditunggu ya kedatangannya.














Kamis, 20 Juli 2017

IBU TERBURUK SEDUNIA


Ini mungkin bukan kali pertama, kedua ataupun ketiga. Namun sudah lebih dari itu. Aku bersujud dan memohon agar anak yg ada dalam kandunganku ini adalah perempuan!
Bukan tanpa alasan keinginanku ini. Semua hanya satu hal. Aku ingin menyenangkan hati suamiku. Setelah aku menghadirkan tangis dihatinya di kehamilanku sebelumnya. Empat tahun yang lalu. Aku ingin sekali menghiaskan sebuah senyuman yg selalu aku tunggu tersungging di bibirnya. Bukan lagi hujan air mata.
Terlebih lagi hasil USG saat itu menunjukkan bahwa janin yg ada di perutku ini belum mau menampakkan jenis kelaminnya.
Ahh, ibu mana yg ta berbesar hati menyimpan doa dan keinginan itu jauh dilubuk hatinya yg terdalam.

Akhirnya hari itu tiba. Sayangnya, jadwal sesar dari dokter terpaksa kuundurkan beberapa hari karena suamiku ada tugas yang mengharuskannya ke luarkota beberapa hari. Dan begitu tugasny selesai, bergegas kami mendaftarkan diri ke sebuah RS swasta di kota besar terdekat dari daerah kami.

Operasi sesar akan dilaksanakan di pagi hari. Jadi masih ada semalam bersama dengan janin di perutku. Tapi aneh. Malam itu dia sangat diam. Hingga akhirnya ada perawat yg ingin menghitung detak jantung bayi. Beliau memegang perutku agak keras. Seperti setengah memlintir sesuatu. Sehingga tiba2 janinku seperti bergerak terus. Seperti ingin segera keluar dari perutku. Dia memukul2kan kepala ke dinding rahimku. Hingga aku merasa kesakitan di malam itu. Aku bahkan kesulitan untuk turun ke kamar kecil karena janinku terus saja bergerak memukul2kan kepala atau anggota badannya ke dinding rahimku paling bawah. Sembari berpegangan sisi2 ranjang dan juga tembok aku berjalan setapak demi setapak, takut membangunkan ibu mertua yg saat itu menjadi satu-satunya orang yg menjagaiku di RS.

Paginya tepat pukul 07.00 suster memebritahuku bahwa dokter siap melakukan operasi setengah jam lagi. Ah, kuelus perutku.
"Sebentar lagi, kita ketemu ya sayang. Mama masih berharap semoga engkau jadi bayi perempuan yg cantik bagi papa, mama dan eyang."
Aku berkata demikian diatas ranjang tepat di depan ruang operasi. Menunggu giliran pemakaian ruangan yang "mungkin" sedang di bersihkan oleh petugas RS karena waktu yg dihabiskan agak lama menurutku.
Setelah pintu2 ruang operasi itu terbuka lebar, aku segera mengucapkan doa yang aku bisa agar aku dan bayiku selamat.

Hal pertama yg dilakukan oleh tim dokter tentu saja adalah memberikan bius lokal. Sebuah suntikan dibelakang punggung bawah. Dokter yg menyuntikku memberi peringatan bahwa sebentar lagi bagian bawah tubuhku akan mati rasa. Aku hanya bilang sambil tersenyum. "Iya, dok. Ini operasi sesar ketigaku. Jadi aku sudah tahu itu."
Benar saja, sejenak kemudian kurasakan kedua kakiku seperti membesar. Namum ketika salah satu tim dokter itu membersihkan bekas sesarku dengan alkohol dan mulai membuka jahitannya satu persatu, aku bersegera menarik kakiku.

"Lho? Ada apa ibu? Ibu sudah dibius kok masih bisa bereaksi?" Kata dokter itu kaget .
"Iya dok. Saya kok masih kerasa ya?" Jawabku jujur.
"Coba sekarang ini ibu diapakan?"
"Ini jahitanku yg dulu sedang dibersihkan dan dibuka lagi to dok. Rasanya cenil2 gitu."
Tim dokter mungkin setengah kaget dan heran. Karena selanjutnya aku mendengar gumaman-gumaman kecil mereka mesti kurang jelas.

Akhirnya entahlah apa yg mereka perbuat, karna yang jelas saat itu aku merasa seperti sedang diayun dari atas bandulan dengan bunga2 warna-warni disekitar. Aku juga mendengar air terjun bergemericik entah dimana tepatnya.
Ketika menyadari bahwa aku saat ini sedang operasi, aku jadi memikirkan sebuah tempat bernama surga. Karena bunga yg sangat indah ada di samping kanan kiriku.
"Apakah benar aku sudah mati?" Pikiranku sudah sanagt kacau hingga akhirnya melayang kepada pertanyaan itu. Dan membuatku menyebut iztighfar ratusan kali. Menyadari banyak sekali dosa-dosa yang telah aku perbuat selama hidup.

Belum lama aku mencoba mengingat semua dzikir yg aku hafal di kepalaku, tiba-tiba aku merasakan ayunanku putus. Sehingga aku seperti mendengar dan merasakan sebuah dentuman keras. Seperti terjatuh dan terduduk kembali keatas tanah.
"Bu, bangun bu. Operasinya sudah selesai" teriak seseorang sembari menepuk pipiku.

Aku pun membuka mataku. Alhamdulillah. Aku masih hidup! Itu hal pertama yg aku ucapkan seingatku.
Tapi, hei! Kemana bayiku? Aku tidak mendengar tangisannya?

Suster tidak menjawab pertenyaanku ketika aku bertanya. Setelah berada di beberapa ruangan pasca operasi yg dinginnya selalu membuatku menggigil itu, aku kembali dibawa ke ruang perawatan. Aku hanya melihat ibuku dan tak ada suamiku disitu.

Aku bertanya pada ibuku. Kata ibu, adik sedang di bawa ke NICU.
"Kenapa?" Kataku menahan sendu.
"Karena adik tidak menangis. Tapi tenang saja, sudah ditangani ahlinya" kata Ibu.
"Tuhaaan, kenapa NICU lagi?" Aku sempat merutuki nasibku karena ini adalah kali kedua dari tiga kali operasi cesarku.
"Sik sabar dan kuat ya, nduk. Mari berdoa minta sama Allah semoga adek baik2 saja." Ibu mencoba menghiburku.

Tapi, dimana suamiku? Ibu melihatku yg celingukan. Seolah mengerti yg kupikirkan, beliau berkata bahwa suamiku sedang menunggui adek disana. Mana tahu dokter membutuhkan tandatangan untuk administrasinya.

Hari itu, 13 Juni 2014 kurasakan waktu begitu melambat. Waktu adzan dzuhur suamiku menelepon. Memberi kabar bahwa adik sudah ada perkembangan. Namun kemungkinannya masih 50-50.

Seandainya saat itu aku bisa bersujud. Mungkin rasanya aku sudah bersujud saat itu juga. Perasaan bersalahku menyeruak de ngan hebatnya. Andai aku tidak meminta bayiku itu perempuan?? Dan sederet penyesalan lainnya.
Namun, operasi ini tidak bisa membuatku bebas bergerak. Sejak Dzuhur tiba biusnya sudah mulai hilang. Jadi rasa panas bekas luka sayatan sedikit demi sedikit mulai menyerang.

Waktu adzan Ashar, suamiku menelpon lagi. Kali ini dia bilang harapan hidup adek tipis.
Jantung adek ada yang tidak beres. Untuk bernafaspun harus melewati selang yg terhubung di tabung-tabung oksigen.
Seluruh badanku melemas seketika. Ibu memelukku dengan setengah terisak.
Aku harus kuat katanya.

Tapi kali ini aku sudah tidak tahan. Aku menangis sejadi-jadinya. Antara sedih, marah dan perasaan bersalah menjadi satu.
"Berdoa nduk. Semoga adek bisa segera kembali ke ruang ini sama kamu" sahut ibu yang melihatku sedemikian tergugu.
"Kenapa aku harus mengalami ini lagi?" Tanya dalam batinku pilu.

Rasa kehilangan seperti kejadian jaman kelahiran filza, kakaknya empat tahun yang lalu itu tiba-tiba seperti menari-nari di pelupuk mata.

BACA JUGA : MALAIKAT BERNAMA FILZA

Masih kuingat jelas semburat kesedihan di wajah suamiku. Pun juga tangis kedua ibu dan saudara2ku yang saat itu menungguiku.
Semua seperti slide yang terus bergerak dalam memori otakku. Ingin sekali berteriak untuk menghentikannya, tapi aku masih punya malu.

Ya Allaaaaah. Allahumma arinal haqqo haqqo warzuknatz tiba a. Wa arrinal baathila baathila warzuknat tinaaba.

Jadikanlah yg baik itu baik untukku. Dan jauhkanlah yg buruk itu dariku. Jika adek masih rejekiku, aku mohon sembuhkanlah semua sakit yg dideritanya. Sehat2kanlah dia. Tapi jika adek bukan rejekiku. Aku ikhlas melepasnya.

Cuman itu doaku. Doa seorang ibu yang mungkin hanya punya sifat optimis yg sangat tipis dalam hidupnya.

Iya benar! Aku tipe orang yg terlalu pasrah. Terlalu naif juga penakut untuk menghadapi apapun. Aku lebih memilih untuk memasrahkan segala sesuatu dalam hidupku kepadaNYA. Karna itu yg selalu tertanam dari sejak aku kecil. Selalu seperti itu. Entahlah.

Sesaat setelah maghrib, suamiku menelepon lagi. Katanya adek koma. Hatiku terasa sesak mendengarnya.
Untuk kesekian kali, kulantunkan doa itu lagi lagi dan lagi. Kali ini yang aku pikir hanya keinginan untuk menggendongnya. Tapi hasil operasi semakin menunjukkan reaksinya dan tidak menungkinkanku untuk bisa pergi ke ruang NiCu untuk membesarkan hati anakku.

Tak berapa lama nada dering hpku kembali berbunyi. Suamiku berkata bahwa sudah tidak ada harapan hidup bagi adek. Dan tepat ketika suara adzan isya dibelakang kudengar, tepat saat itu pula suamiku berkata :
"Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. Adek sudah tidak ada".
Kudengar sedikit isak tangis tertahan disana. Justru disaat aku tidak ingin menghadirkan kesedihan itu lagi di hidup suamiku.

Keinginan memiliki bayi perempuan juga dalam rangka untuk bisa menyenangkan hatinya. Untuk melengkapi kebahagiaannya.
Tapi kenapa untuk kedua kalinya aku malah menghadirkan tangis itu lagi?

Sejak suamiku menutup telponnya itulah segala sesal berkecamuk dalam pikiran dan hatiku.
Sejuta pengandaian seperti meminta jatahnya untuk muncul disela2 sesal yg terus saja berjejal.

Seandainya tak kuundur waktu kelahirannya, seandainya aku tak mengaharapkannya jadi bayi perempuan yg manis untuk suamiku, seandainya waktu itu bukan suster itu yg memeriksaku, seandainya aku konsultasi dl dengan dokterku tidak langsung menuju ke RS itu dulu, seandainya doa yg kuucapkan bukan itu... dan seandainya2 yang lain semakin menyesakkan relung dadaku. Menyengalkan seluruh nafas yg bergemuruh karena rasa sedih, marah dan bersalah yang menyatu.

Dan membuatku senantiasa berpikir bahwa aku bukan ibu yg baik bahkan kebalikannya. Yaitu ibu yang terburuk sedunia.

Ibu yang bodoh karena memaksakan keinginannya. Yang tak bisa berpikir optimis untuk seorang bayi tak berdosanya. *hiks*

Ibu terburuk dari segala macam ibu yg baik untuk putra/putrinya. Jauh lebih buruk dari ibu2 yang meninggalkan bayinya begitu saja.

Entahlah. Kata2 itu terus terngiang bahkan sampai kepulanganku dirumah. Sakit pasca operasi kurasakan tiga kali lebih hebat rasanya dari operasi-operasi sesar sebelumnya.

Bukan hanya karena bekas luka fisiknya. Namun juga karena luka psikis yang aku derita. Hingga aku butuh masa penyembuhan yang jauh lebih lama kali itu.
Luka psikis yang hingga membuatku tidak ingin bertemu dan ditemui oleh siapapun pasca pemakaman.

Bukan karena apa2, cuma karena perasaanku yg selalu berkata. Bahwa akulah ibu terburuk sedunia!

BACA JUGA : HUZZI FIRDAUS AL HARITS








Jumat, 14 Juli 2017

My travelling goal


Tema #ArisanBlogGandjelRel ke-6  kali ini adalah orang yang paling ingin saya ajak travelling. Tantangan dari mba Winda dan mba Dwi Septia ini kayaknya pas banget dengan masa liburan kayak gini deh ya. Wkwkwk.

Ngemeng2 soal travelling. Sebenarnya adalah salah satu hal yg paling aku suka. Pergi kemana aja bisa jadi terapi jiwa alami buat aku *tsaaaahh.

Dan untuk menjawab pertanyaan tema arisan kali ini. Orang yg paling ingin aku ajakin travelling tentu saja my boo, alias my bojo. Suamiku. Alesannya? Rasanya hidup gakan lengkap deh kalau kemana2 tanpa my boo tuh. *uhuk. tambahin uang bulanannya ya, pahhh* 😙😙

Yang belom punya suami. Jangan baper ya Buruan cari pasangan buat travelling, gih. Soalnya percaya deh, travelling tanpa pasangan itu ibarat air laut tanpa garam. Gakkan lengkap binti mengasyikkan. Gakda yg bisa diajakin selfie. Gakda yg bayarin *eh*. Sampai gak ada yg bisa diajakin berdebat mau kemana dan ngapain aja. Hihihi

Nah, biar lengkap berikut adalah alasan kenapa travelling bersama pasangan itu mengasyikkan. Cekidot ya :

1. Tarvelling bisa jadi sarana buat nyiptain bonding dengan pasangan. Dengan travelling bersama, semakin nambah kekompakan berdua. Dari mulai nyusun rencana sampai pelaksanaanya.

2. Travelling berdua bisa jadi sarana buat lebih ngenal pasangan. Apalagi buat pasangan baru. Karena bisa jadi akan ada satu keadaan yg bakal ga diduga2 selama travelling. Baru keliatan deh bagaimana karakter pasangan ketika menghadapi suatu kejadian/ masalah.

3. Travelling bisa jadi quality time paling berharga bersama pasangan.
Pernah merasakan jenuh dengan pasangan?? Sana gih, travelling berdua ajah! Kunjungi tempat  pertama kali kalian
bertemu untuk mengikat janji. #eaaaa
Kunjungi juga di daerah wisata sekitarnya. Bisa jadi benih2 cinta yg sudah terpendam sekian lama tercipta kembali *aposeeh?*

4. Travelling bisa jadi sarana untuk menciptakan "best moment" bersama pasangan.
Mengajak travelling pasangan ke tempat yg dia inginkan bisa jadi best moment ever yg unforgettable loh. Jangan lupa persiapkan semuanya sebaik mungkin. Jangan sampai sudah tiba jauh2 disana, dan kita gatau mau ngapain. (Kita?? Lo aja kalee. Gue engga!). Hihihi.

Jadi gimana? Masih ragu mo ngajakin travelling pasangan? Ajak aja akuu... akkuu (tunjuk idung). #ehhh....


Selasa, 11 Juli 2017

LIBURAN BERKESAN BERSAMA TEMAN SEPERJUANGAN


#ArisanBlogGandjelRel kali ini tantangannya datang dari duo mahmud syantyik, yaitu mba Muna Sungkar dan mbak Wuri Nugraeni Nugraeni. Tema yang diusung adalah liburan yang paling berkesan.

Well, ngemeng- ngemeng soal liburan yg berkesan menurutku sih semua liburan pastinya berkesan. Soalnya ya maklum ya, aku termasuk mamih2 golongan kurang piknik sih *uhuk*. Jadi kesempatan buat liburan udah kek nemu sisa uang bulanan diantara tumpukan cucian deh. Hihihi.

Tapi diantara sekian liburan yg berkesan, liburan tahun ini adalah satu diantaranya. Bukan karena tempat yg aku habiskan buat liburan, tetapi karena dengan siapa aku bisa menghabiskan liburan. Yess. Liburan kali ini tidak hanya kuhabiskan bersama anak dan suami, tp kami juga kedatangan tamu spesial. Yaitu Deasy, sahabat dekatku dari jaman kuliah dulu.

Oiya sekedar untuk rendezvous ya, aku punya kenangan unik waktu pertama kali bertemu dengan Deasy ini. Yaitu pada tanggal 27 Agustus 2001 yang lalu. Itu adalah hari pertama kami mengikuti Ospek. Aku bertemu dengan deasy yang duduk di pojokan dengan malu-malu kucing. Ketika aku bertanya, ternyata itu hari pertama dia memakai kerudung. Surprise! karena itu adalah tepat setahun juga aku memakai kerudung. Tepatnya waktu kelas tiga SMU. Hihihi. Berawal dari situlah, kami selalu kemana-mana berdua. Dan mulai menjadi dekat menjadi sahabat. 

Deasy ini asli Semarang. Dulu aku sering sekali ke rumahnya. Jadi aku kenal betul keluarganya. Meski kami sudah tidak kuliah lagi. Tapi berkat kecanggihan tekhnologi, kami bisa berkomunikasi kembali. SEjak menikah, justru Deasy ini yang kerap kali mengunjungiku. Termasuk kemarin ini.

Berawal dari keinginan putranya untuk jalan-jalan naik kereta. Deasy pun menghubungiku bertanya soal kereta yg bisa sampai ke Purwodadi. Apakah dekat dengan rumahku.

Meski berjarak sekitar 4 kiloan dari rumah, tentu saja aku menyambut kabar baik Deasy tersebut dengan gembira. Kapan lagi kan ya, bisa ketemuan sama sohib baikku semasa di kampus dulu? Teman seperjuangan dari masa-masa OSPEK sampai hari wisuda tiba. Apalagi rencananya deasy akan menginap dua hari satu malam di rumahku. Menanti jadwal kereta yang akan membawanya kembali ke Semarang.

Dan yess, senang sekali donk ketika bisa beneran bertemu dengannya hari itu. Seharian penuh kami mnegobrol apa saja. Dari kenangan jaman sekolah sampai bercerita tentang keadaan keluarga kecil kami masing-masing.

Dihari berikutnya kami pergi liburan ke tempat wisata terdekat dari rumah. Yaitu Danau Resto. Kebetulan ak masih punya dua katalog gratisan masuk ke semua wahana di danau resto. Namun sayang, katalog tidak bisa digunakan selama libur lebaran. Padahal dikatalog tertulis kalau tiket masih tetap bisa berlaku waktu lebaran loh. *hiks. Cabik2 katalog yg ekspired nya dua hari setelah masa berlaku normal*

Dan inilah liburan kami : 
Foto bareng sama robot, yuks. Cukup bayar sukarela ajah, ya manteman.
Gaksa naik pesawat aselik, naik yang boo'ongan dulu lah ya. Buat yang ingin naik dan masuk ke kabin ini tiketnya sekitar tigapuluh ribu rupiah
Foto dulu bertiga sebelum pergi. Biar ada kenangan.
Suasana di depan gerbang masuk Danau Resto
Oiya, buat kalian yang dari Semarang mau ke Danau Resto di Purwodadi naik kereta, aku punya beberapa tips nih :
1. Pesan dulu tiket ke Stasiun terdekat. FYI, Deasy ini kemarin beli tiket di stasiun Alas Tuo menuju Stasiun Ngrombo. Dengan kereta Kedungsepur seharga sepuluh ribu saja. Whattt?? Yes dear, SEPULUH RIBU saja loh. Bayangin kalau naik bus, harganya lima belas ribu rupiah. Masih kena panas dan tak jarang kena macet kalau ada perbaikan jalan. Nah lo!
2. Dari stasiun Ngrombo, jalan sampai pintu depan. Naik bus dari Solo. Semua bus yang lewat situ bus solo semua dink. Hihihi. Bilang aja sama pak kernet nya turun Danau Resto atau MasterPark gitu. Sudah. Gak lebih dari sejam udah nyampai tepat depan Danau Resto deh. Estimasi dana untuk naik bus ini sekitar lima ribu- sepuluh ribu rupiah. 
3. Naik angkutan kota juga bisa, tapi harus ganti dua kali. Yang pertama dari Ngrombo ke simpang lima. Turun di Simpang lima, ganti angkutan lagi yang jurusan terminal. Hmmm, gak efisien sih ya. Tapi manatahu kan kalau bawa anak kecil, terkadang lebih nyaman kalau naik angkot daripada naik bus. Saran aku, jangan lupa ya tanya dulu jurusan angkotanya. Kalau bisa nawar. Tapi biasanya kalau dewasa tarif harganya lima ribu sih. 
4. Alternatif dari Ngrombo bisa naik ojek juga. Tarif normalnya sih sepuluh ribu sampai simpang lima. Kalau sampai Danau Resto kemungkinan tarifnya lima belas ribu gitu deh. Sarannya, teteeeup ya coba ditawar dulu aja. Manatau dapat harga murce durce. Hihihi.

Nah, buat yang lagi di Purwodadi nih. Dan sedang nyari tempat hiburan binti liburan. Boleh banget kalau mau ke Danau Resto. Soal penginapan gak perlu khawatir. Masterpark yg satu ini fasilitasnya lengkap. Ada hotelnya juga disekitar kawasan tersebut. Kalau nggak, nyabrang di depannya. Ada juga hotel baru. Front One namanya.

Mau liburan ke Purwodadi? Danau Resto ini bisa jadi salah satu destinasi pilihan, lo. Selamat liburan ya.

Kamis, 15 Juni 2017

SAHABAT DALAM SEPENGGAL MEMORI


Yess, #ArisanBlogGandjelRel batch4 kali ini temanya tentang sahabat. Dan sama seperti duo sahabatku, dedek Agustina dan Mbak Nurul, aku juga punya banyak sekali sahabat diluaran sana. Banyak sahabat, tentu banyak cerita kan ya?
Karena saking banyaknya, mungkin dua cerita ini mewakili cerita tentang sahabat yang seketika muncul dalam sekelumit memori otakku. Cerita tentang sahabat cowok dan cewekku.

 Cerita #1


"Kenapa?" tanya seseorang yg sedang duduk bersebelahan denganku ini hati2.
"Karena aku ingin kamu menjadi satu2nya sahabat yang ingin aku jaga persahabatanku selamanya." sahutku sembari pamer gigi.
Dia hanya diam.
"Janji?" Aku mengulurkan jari kelingkingku tepat didepan matanya.
Tapi tak ada balasan. Hanya senyumnya yg mengambang.

Senyum yg sama seperti ketika dia mengangsurkan piano sebagai kejutan karna aku yg kekeuh ingin belajar piano tanpa mengerti caranya. Senyum yang sama seperti ketika dia mengantarkan ke agen bus malam terdekat, dan tetap menatapku sampai bus benar2 berjalan disertai lambaian tangannya. Senyum yang sama seperti ketika dia melihat kelegaanku yg luarbiasa krn kedatangannya disaat aku mendapatkan perlakuan yg tidak wajar dari suami pasien kamar sebelah tempat bapak  dirawat saat itu. Pun juga senyum yang sama dengan sejuta kabahagiaan yg selallluuu saja dia berikan padaku. Sellalu. Tak pernah tidak.

Senyum yg bagiku tak pernah berubah artinya. Sahabat yg ingin selalu aku miliki selamanya. Tanpa embel2 apapun jua. Karena bagiku, dia org yg selalu tau seperti apa aku. Tahu bagaimana cara mengatasiku, mengerti perasaan2ku bahkan jauh sebelum aku mengatakan sepatah katapun padanya. Yang selalu berusaha keras mengabulkan semua pinta2ku tanpa merasa terbebani. Bisa jadi seorang teman, sahabat, kakak, bahkan seperti seorang psikiater pribadiku.

***
Sore sangat cerah saat seperti biasanya dia mendatangiku. Aku yang memang selalu punya banyak hal untuk kuceritakan ini berhenti dengan potongan katanya yg tiba2 :
"Aku sudah punya seseorang"
"Wah, selamat!" " Gimana orangnya? Cantik gak?" Berondongku dengan gembira namun sedikit tercekat karena aku belum siap ceritaku di pause tanpa aba2.

"Yang jelas, hatinya kayak kamu."
sahutnya lirih.

Ah, aku jadi ingat dengan kata2 yg sering diucapkannya padaku disetiap waktu.
" Lelaki yg akan mendapatkanmu kelak, pasti akan jadi orang yg sangat beruntung."

"Kenapa?" tanyaku kemudian.
"Karena hatimu berbeda."
"Dengan siapa? Apa bedanya?"
"Soal itu, hanya aku yg tahu."
Belum lanjut kata2ku, dia memilih untuk mengalihkan pembicaraan dan berlalu.

Jujur saja, kalau seandainya aku tidak menutup telingaku rapat2, sebenarnya aku mendengar semua kasak-kusuk diluaran sana. Tentang perasaannya padaku. Juga tentang pertengkarannya dengan sesorang yg menggodanya dengan mengambil fotoku yg dipasang di sebalik almarinya diam2 tanpa memberitahuku. Tapi aku ta perduli.  Aku sengaja menutup hati. Karena aku tak mau kehilangannya. Kehilangan seorang sahabat yg bagiku paling teramat sangat mengertiku. Sahabat terbaik yg pernah kumiliki.

Ah, bagi mereka yg dekat denganku. Harusnya mereka semua tahu bagaimana perlakuanku kepadanya. Sama saja seperti perlakuanku pada mereka semua. Cuman mungkin aku tak mau mendengar semua perkataan org untuk apa2 yg seharusnya bisa aku lihat tanpa perlu mendengarkan kata2 mereka.

***
Waktu sudah sedemikian beranjak, dan persahabatan kami sudah tak lagi menapak. Aku kembali ke daerahku. Dan sejak itu aku tak pernah lagi tahu tentang lkabar atau keberadaan dirinya.

Jikalau kesempatan untuk bertemu itu datang, ingin sekali menyapa dan bertanya :
"Sudahkah kamu menemukan seseorang yg hatinya sama sepertiku?"

Purwodadi,  Juni 2017.


#Cerita2


Gadis berkacamata ini selalu saja usil. Dia adalah yg paling kocak diantara kami berlima. Wajahnya selalu tanpa ekspresi, tapi selalu berhasil meninggalkan kami yg tertawa guling2 karena celemongannya. Sedikit tp mengundang tawa. Selera humornya tinggi sekali.

Ada yg selalu kusuka darinya. Meski anak seorang dosen di kampus kami. Namun ta pernah membuatnya jengah apalagi sombong. Setiap hari dialah yg dengan setia mengangkut kami serombongan ke kampus menggunakan mobil katana birunya.

Ada cerita yg masih selalu kusimpan tentangnya.
Suatu hari aku mendapatkan sebuah jelly oleh2 dari tetanggaku yang baru pulang dari turki. Karena hanya tersisa satu, aku hanya menyimpannya tanpa bermaksud memberikannya kepada siapapun juga.

Siang itu, rasanya matahari bersinar dengan sangat terik sekali. Aktivitas seharian ini sudah sangat menjadi hari yang  melelahkan bagi kami. Antara panas dan tugas yg bertubi rasanya sangat menguras energi.

Namun, sahabatku yang satu ini tetap setia mengantarku kemana saja. Aku tak tahu kalau ternyata dia sedang punya masalah karena memang dia terlihat nampak biasa2 saja. Jadi seperti tidak ada apa2.

Ketika sampai di kosan, aku baru tahu kalau dia sedang bermasalah. Kata2 penghiburan mungkin tifak berlaku untuknya. Karena dia tak cerita, maka aku menyimpulkan bahwa saat itu dia sedang ingin sendiri saja.

Tiba2 aku teringat dengan jelly yang kumiliki. Bergegas aku menuju kamar untuk.mengambilnya. Tetapi aku setengah tekejut mendapati ada segerombolan semut yang sedang mengitari jelly kenyal penuh gula halus tersebut.
Kuusir satu persatu semut dengan tepisan tanganku. Entahlah, meski sepertinya jorok yang aku tahu aku hanya ingin menghibur temanku. aku ingin menghadiahkan jelly ini untuknya yg sedang bermuram durja.

Setelah semut2 itu hilang, kuangsurkan sebentuk jelly itu padanya. Aku pun tetap bilang kalau sebenanrnya jelly itu sudah sempat diicipi semut. Tapi dia tetap menerimanya. Bahkan ketika akhirnya cerita sddih itu meluncur bersama gigitan2 kecilnya di jellyku. Tak ada kebahagiaan yang bisa demikian sama seperti yg kurasakan ketika bisa membuatnya merasa kalau aku ini adalah seorang "teman" baginya.
****
Cerita ini mungkin sudah berlalu belasan tahun. Dan ketika baru beberapa hari yang lalu aku mengapload gambarku bersama sahabat2 dirumahku saat ini, ada satu komen yg mengusikku. Sebuah komen dari sahabat berkacamataku ini.
Tentang keiriannya karna aku belum bisa menyempatkan waktu untuk bertemu dengannya yg sekarang tinggal diluarkota dariku.

Ah, rasanya aku sedang menuai rasa pertemananku di belasan tahun yg lalu itu. Rasa sebagai lebih dari sekedar teman. Yaitu sahabat yg slalu dalam ingatan.
Ada sedikit rasa sesal yg terbesit karena belom punya waktu untuk bisa kembali bertemu.

Pict by : kakakpintar.com

Frieds are GOD's gift. Itu juga yang selalu aku percayai. Tak ada hal yang kebetulan di muka bumi ini. Maka jika kita bisa bersahabat, maka aku percaya bahwa kalian adalah hadiah dari Tuhan untukku. Terimakasih sahabat2ku. Meski yg kutulis ini baru dua cerita, sebenarnya aku selalu menyimpan cerita kenangan bersama kalian satu persatu tak hanya dalam ingatan, tp juga hatiku.

Salam.






 

RAHMA_MOCCA Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang