Thursday, 4 May 2017

Workshop shibori bersama @hokben_id


Yess, hari senin (1/5) kemarin, kami blogger perempuan Semarang, selain mendapatkan undangan untuk mengikuti peluncuran menu baru di hokben, juga berkesempatan untuk mengikuti workshop shibori.

Dipandu langsung oleh Mbak Deya dan tim dari @seratanstudio, acara ini sangat menggugah semangat dari emak dan embak GRes yang hadir pada pagi itu. Kami sangat antusias sekali, secara baru kali ini mendapatkan kesempatan secara langsung untuk praktek dengan para ahlinya.

Untuk Shibori sendiri, menurut mbak Deya adalah bahasa Jepang yg dalam Bahasa Indonesianya adalah Ikat Celup, atau dalam bahasa Inggrisnya lebih dikenal sebagai Tie dye.
Pernah melihat batik sasirangan atau batik jumputan? Nah, mungkin semacam itulah yang lebih "biasa" kita kenal.

Sebelum kita praktek, berikut adalah alat,  bahan dan cara yang diperlukan untuk membuat shibori.

1. Alat dan Bahan.

Untuk bahannya sendiri yang diperlukan adalah kain (biasanya pakai yg 100% katun), boleh juga pakai kain santung (bahan mukena) yang terkenal adem itu.
Oh iya sesuai pesan Mbak Deya, bahan itu menentukan kenaikan warnanya loh.
Jadi bahan dengan kain berkualitas baik, warnanya akan lebih awet. Mungkin demikianlah maksud pesannya.
Ini adalah alat-alat yang aku pilih buat di cetak di kainku.
Selain kain, untuk polanya kita bisa menggunakan alat bantu berupa sumpit, kayu yg sudah dibentuk (bisa kotak, segitiga atau persegi panjang) dan juga karet.
Kalau teman teman ada yg pernah bikin batik jumputan media kelereng juga bisa digunakan.

2. Tekhnik Pembuatan.

Ada beberapa macam tekhnik pembuatan Shibori ini. Diantaranya :

a. Basic.
Ini berupa lipatan2 biasa.

b. Itajimei (Shibori)
Menggunakan kayu kotak.

c. Arashi
Menggunakan pipa.

d. Spiral
Berupa lipatan spiral yg dibuat diatas kain.

e. Jumputan
Teknik dengan gerakan tangan seperti sedang "menjumput" sesuatu.

f. Resis.
Ini adalah teknik tertinggi dari pembuatan shibori. Karena hanya bisa dilakukan oleh sang ahli.

Mbak Deya dari @seratanstudio sedang menjelaskan cara pembuatan shibori.

Ini tekhnik-tekhnik pembuatan polanya, ya.
3. Cara pembuatan

Jadi pagi itu semua peserta dibekali kain, karet, kayu yang mengandung bentuk2 yg sudah saya tulis diatas, sumpit dan sarung tangan plastik.

Pertama-tama, kami diminta untuk melipat kain sesuka kami.
Selanjutnya membuat pola diatas kain. Saya memilih untuk memadukan dua segitiga (niatnya sih pengen jadi bentuk kupu2 gitu), sama persegi panjang.
Cara membuat polanya adalah dengan meletakkan kayu2 diatas kain, lalu ditumpuk dengan sumpit dan kemudian dikaretin.
Sumpit dan karet disini dimaksudkan untuk menjepit kayu agar tidak bergeser saat masa pencelupan warna.
Setelah pola yang kita buat sudah jadi, maka waktunya kita mencelupkan kain tersebut kedalam dua buah ember kecil.
Yang satu berisikan pewarna plus garam (untuk menjaga keawetan warna).
Dan yang satunya lagi berisi Naptol, pewarna asli pakaian.
Ada tiga warna yang disediakan oleh panitia. Yaitu biru, merah dan kuning.

Setelah melalui proses pencelupan, selanjutnya adalah proses pengendapan. Istilah ini saya pakai sendiri karena prosesnya hanya berupa kain yang ditaruh secara berjajar untuk beberapa menit. Kalau istilah Mbak Deya dan teman2 sih ditiriskan. Hihihi. Kayak gorengan aja ya.

Proses "meniris" kan kain setelah mengalami pencelupan warna.

Yang biru itu punyaku. Temanya sih pengen bikin model kupu-kupu. Jadi pakai kayu bentuk segitiga yang dihadap-hadapkan :)
Setelah 10 menit berlalu, akhirnya hal yang paling kami tunggu tiba juga. Yaitu, membuka kain untuk melihat hasilnya.
Pada sesi ini, seluruh peserta terlihat antusias sekali. Sesekali terdengar teriakan "Yeeee" dan tepuk tangan terdengar di kerumunan. Bukan apa-apa, kqmi hanya sedang mengagumi hasil karya sendiri dan juga teman2, ketika hasilnya jauh dari perkiraan. Rasa antusias itupun segera berubah menjadi takjub. Hihihi.
Nah, setelah puas melihat hasil, proses selanjutnya yang harus kami lakukan adalah proses pengeringan. Ini adalah proses terakhir dari serangkaian proses pembuatan shibori.
Kain kain cantik kami itu digantung sperti jemuran satu persatu dan diklip. Ditaruh di tempat yang terkena panas atau angin.
Ni die si biru lentik hasil buatan tanganku. Motifnya malah mirip kain pantai ya? Tapi lumayanlah buat pemula. Hihihi
Sambil menunggu, tarrraaa... kamipun mendapatkan kesempatan untuk menyicip menu di Hokben, termasuk snack baru yang sudah diperkenalkan di awal. Yeaaay, yummy...
Hampir semua dari kami memesan Sakana stick dan banyak juga yang mencoba pesan Ocha Lychee tea yang ternyata rasanya benar2 segar itu.
Yess, perut jadi kenyang. Dan siap mengikuti sesi selanjutnya.

Menu lunch-ku nih. Ada Sakana stick dan ocha lychee tea si menu baru dari Hokben loh.

Setelah menunggu semua teman selesai makan, kami pun bergegas melihat kembali hasil shibori buatan kami. Banyak shibori yang sudah kering sehingga kamipun mengambilnya untuk photo session ala-ala bersama kain kami masing-masing. Tak lupa foto bersama dengan mbak de ya dan mbak irma selaku pihak dari hokben berlatar hasil shibori kami di belakang.

Tak hanya itu, ternyata panitia menyediakan dua hadiah untuk pemilik shibori yang paling unik. Dan pemenangnya jatuh pada mba uniek dan mbak dini. *selamat ya*.


Setelah puas berfoto ria, kami kembali ke meja kami masing2 untuk acara penutupan dengan pembagian goodie bag dari hokben. *terimakasih*

Embak dan Emak dari komunitas blogger perempuan Semarang, Gandjel Rel, alias GRes yang ngehits abiz.

Demikianlah acara workshop shibori sehari yang kita ikuti. Senang sekali rasanya hari itu selain bisa kopdar dengan teman2 blogger, kami juga mendapatkan tambahan ilmu yang bermanfaat.
Terimakasih buat hokben selaku penyelenggara. Semoga lain waktu kami mendapatkan kesempatan untuk peluncuran menu baru lagi ataupun workshop dengan tema jejepangan yang lainnya di hokben, ya.
Teman-teman pasti takkan menolak juga kan ya? Hihihi.
Sukses  selalu buat hokben dan menu2nya ya.

Salam.



23 comments:

  1. Duh pingin ikutan kamarin tapi gabisa hikss

    ReplyDelete
  2. owalah iya mbak kemaren ikut jane, seru. tp gpp jg dink. insyaallah semoga nanti even selanjutnya bisa ikutan, dan bisa jadi kopdaran ya kita mbak...

    ReplyDelete
  3. Wah itu omah herborist ikutan eksis di shibori 😀, aku mah langsung dipakai hasil pelatihannya kain jumputannya alias batik shibori jadi kaya pasmina bisa dijadikan kerudung 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk.. iya bener mbaak. itu kan mirip ama motif kerudunge dian pelangi yaa.hihihi

      Delete
  4. Udah tayang nih mb liputannya ..asyik bgt ya acr kmrn.sayang ndak sempet kenalan ma mb rahma

    ReplyDelete
    Replies
    1. lolaah ada mba prana ta? hikss iyaaa, kok kita ga kenalan ya mbak... aku soale dtg awal, jd duduk dimeja yg hadap2an itu. ga sempat salaman keliling. hamm, besok kalo kopdaran, colek daku ya mbaak. biar makin mesra kita.. aseekk

      Delete
  5. Seru ya ikutan workshop shibori, aku aja yang males bikin ikatan sederhana jadi takjub dengan hasilnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbaaak. aseli. sampe riuh bgt lo denger teriakan "yeee" nya pas pd buka ikatan. hahahaaa. seruuuu

      Delete
  6. Pas sesi ini aku suka sekali cara Mbak Deya ngajari. Soalnya kenapa? Suabaaarrr banget, Mbak. Aku ada foto Mbak Rahma saat diajari Mbak Deya lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak sabar bgt. bliaune smpat nanya2 ke aku juga soal komunitas kita. uda sabar ramah pula y orgnya. waah,mba ika kek paparazi, ada foto candidnya taa. mau, mau, mauuuuuk...

      Delete
  7. Keren mb hasil karya nya. Pertama liat jd keinget gantungan kuci yg terbuat dr kayu bergambar perahu layar spt yg dijual di pantai itu lho mb.dulu pernah dapet dr sodara yg pulang dr bali

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha. iya mba icha. waktu pertama buka ikatan jadi malu dw. lainnya isa hd jumputan bener. lakok punyaku jadine kek kain pantai dewe. wkwkwkwk...

      Delete
  8. Sedih aku ga jadi ikutan mbak apadahl udh daftar lo :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. owalah iya mbak muna gakada ya.. tuh katanya GRes mo bikin follow upnya dirumah mba archa. mba muna ikut meet up aja sma mereka... sekalian kopdar ya :)

      Delete
  9. makasih Rahma ada aku disenggol senggol.. hihi, eh baidewe Rahma duduk sebelah mana sih? gak sempet ngobrol ya..

    ReplyDelete
  10. wkwkwk. iyaa ada potoh mba uniek dan mba dini yg cantik jelitaa ituu. kmren aku duduk di seberange mba winda. pokoknya seringe ak duduke deketan sama mba vita mba dini. hihihi. besok2 kl ada event bareng2 lagi, kalo pas salim pake password "hamdani" yaaa. *alah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hloh... lah kita sederet cuma terpisah oleh mbak inung dan vita dong...hihii.. makanya lain kali ajak hamdani dong..

      Delete
    2. lolaaah tyta kita satu klompen capir taa? duduknya sederetan. wkwkwk, aku ga begitu noticed coz byk org mba. Bgg mo nyapa, takute tiwas aku heboh tralala, jebulnya sambutannya biasa aja. hahaha... iya deh, kpn2 kalo hamdani ga syibuk syuting ta ajakinnya ketemu mba dini. halah..

      Delete
  11. Mbak deya nya suabar bgt ya melayani ibu2 remfong macam aku inihh.hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh, setujaa mbak. mbak cheila macam ibu2 rempong, lah aku macam emak2 cerewet horeee yang tiap detik nanyak tanpa tanda koma. Jadinya nyrocosss terus. ahahhaaah. Maapkan daku ya mba deyaaaaaa

      Delete
  12. Jadinya unik Mba.. Kainnya.
    Aku seneng krn kainnya ga ada yg sama 😍
    Yuk kapan2 kita bikin lagi

    ReplyDelete
  13. Serunyaa, akuh terharu bisa bikin kerajinan hihi

    ReplyDelete
  14. kupikir praktek bikin sushi... oalah.... hahahahha

    ReplyDelete

Mohon berkomentar dengan baik ya. Terimakasih.

rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Follow by Email